Memahami Pancasila Buddhis, Lima Pedoman Moral Umat Buddha dalam Menjalani Kehidupan Harmonis
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar – Lima Sila Buddha atau yang dikenal sebagai Pancasila Buddhis merupakan pedoman moral dasar bagi umat Buddha dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ajaran ini menjadi fondasi etika bagi umat awam untuk membangun kehidupan yang harmonis, menghindari perbuatan yang menimbulkan penderitaan, serta menumbuhkan ketenangan batin.
Dalam ajaran Buddha, sila bukan sekadar aturan, melainkan latihan kesadaran diri. Setiap butirnya diawali dengan tekad untuk melatih diri (sikkhāpadaṃ samādiyāmi), yang menegaskan bahwa praktik moral dilakukan secara sadar dan sukarela, bukan karena paksaan.
Adapun lima sila tersebut meliputi:

Pertama, Pāṇātipātā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi, yakni tekad untuk menahan diri dari membunuh atau melukai makhluk hidup. Prinsip ini menekankan penghormatan terhadap kehidupan dan pengembangan welas asih terhadap semua makhluk.

Kedua, Adinnādānā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi, yaitu berkomitmen untuk tidak mengambil sesuatu yang tidak diberikan. Nilai ini menanamkan kejujuran serta penghargaan terhadap hak milik orang lain.

Ketiga, Kāmesumicchācārā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi, yang berarti menahan diri dari perilaku asusila atau penyimpangan dalam hubungan seksual. Sila ini bertujuan menjaga kesucian diri, keharmonisan keluarga, dan ketertiban sosial.

Keempat, Musāvādā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi, yakni tekad untuk tidak berkata bohong, memfitnah, atau menyampaikan ucapan yang menyesatkan. Ajaran ini menekankan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.

Kelima, Surāmerayamajjapamādaṭṭhānā veramaṇī sikkhāpadaṃ samādiyāmi, yaitu komitmen untuk menghindari minuman atau zat yang memabukkan yang dapat melemahkan kesadaran. Prinsip ini menggarisbawahi pentingnya menjaga kewaspadaan dan kejernihan pikiran.
Secara keseluruhan, Pancasila Buddhis menjadi landasan etika yang relevan dalam kehidupan modern. Dengan mengamalkan lima sila tersebut, umat Buddha diharapkan mampu membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, serta terhindar dari karma buruk yang berujung pada penderitaan.
Ajaran ini sekaligus menegaskan bahwa kedamaian sosial berawal dari pengendalian diri setiap individu.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar