Mau Terbangkan Apa? Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun
- account_circle Admin
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DPR Pertanyakan Anggaran Fantastis, Menkop Tegaskan Pengadaan Bukan Kewenangan Kementerian
JAKARTA – Isu dugaan pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai mencapai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait informasi yang telah ramai diperbincangkan publik. Menurutnya, hingga kini belum ada informasi resmi yang menjelaskan spesifikasi, mekanisme, maupun pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan tersebut.

Jenis kipas angin yang dipilih untuk Koperasi Desa.
Dalam rapat tersebut, Mufti menilai nilai anggaran yang beredar memunculkan banyak pertanyaan. Ia membandingkan harga kipas angin berdiri yang dijual di pasaran dengan kisaran ratusan ribu rupiah per unit.
“Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta yang nilainya Rp1,8 triliun. Kami mencari informasi, tetapi tidak mendapatkan satu informasi pun dari pemerintah terkait pengadaan ini,” kata Mufti Anam dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI.
Mufti juga meminta pemerintah menghadirkan sistem pemantauan atau dashboard yang dapat diakses publik agar seluruh proses pengadaan barang dalam program Koperasi Desa Merah Putih dapat diawasi secara transparan.
“Setiap satu rupiah yang dikucurkan wajib dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengadaan kipas angin yang menjadi perbincangan bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi.
“Soal kipas angin ini saya enggak tahu. Pengadaannya bukan di kami,” ujar Ferry Juliantono.
Ferry menjelaskan bahwa apabila yang dimaksud merupakan kipas angin industri dengan spesifikasi tertentu, harga satuannya memang dapat mencapai belasan juta rupiah.
“Kalau bentuk kipas anginnya model Imatsu MDF, harganya di Shopee sekitar Rp11,46 juta. Tapi itu saya enggak tahu persis,” jelas Ferry.
Selain itu, Ferry mengatakan Kementerian Koperasi tengah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) yang nantinya dapat menampilkan informasi pengadaan, distribusi barang, hingga pelaksanaan program sehingga masyarakat dapat melakukan pengawasan secara langsung.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai Rp1,8 triliun benar-benar dilaksanakan. Isu tersebut masih menjadi materi klarifikasi dalam rapat kerja DPR, sementara pemerintah menegaskan bahwa pengadaan yang dipersoalkan bukan merupakan bagian dari kewenangan Kementerian Koperasi.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar