Breaking News
light_mode

Keadilan Dalam Rasisme di Kasus Hilda, Jangan Biarkan Prasangka Memutus Persaudaraan Bali-Lombok

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus Hilda menjadi pengingat bahwa perbedaan suku dan asal daerah tidak boleh menjadi alasan untuk membangun prasangka. Hubungan panjang masyarakat Bali dan Lombok dinilai menjadi pelajaran penting tentang persaudaraan dan keberagaman Indonesia.

DENPASAR — Kasus Hilda kembali memunculkan perbincangan mengenai persoalan diskriminasi dan sentimen rasial di tengah masyarakat. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah dalam memastikan setiap warga diperlakukan setara tanpa melihat suku, asal daerah, maupun identitasnya.

Pandangan itu disampaikan tokoh politik Bali, Muammar Kaddafi, melalui unggahan di halaman Facebook pribadinya. Ia mengajak masyarakat tidak membiarkan satu peristiwa menghapus hubungan sosial yang telah terbangun antara masyarakat Bali dan Lombok selama berabad-abad.

“Kasus Hilda kembali mengingatkan kita bahwa Indonesia ternyata masih menyimpan pekerjaan rumah yang belum selesai.”

Menurut Muammar, kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus tercermin dari kemampuan masyarakat menghormati manusia tanpa membedakan latar belakangnya.

“Di usia kemerdekaan yang ke-81, masih ada orang yang dinilai berdasarkan asal-usul, suku, atau identitasnya.”

Ia menilai hubungan Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) justru menunjukkan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi persaudaraan.

Selat Lombok memang memisahkan Bali dan Lombok secara geografis. Namun, menurut Muammar, sejarah kedua wilayah tersebut memperlihatkan hubungan masyarakat yang jauh lebih kuat daripada sekadar batas wilayah.

Hubungan itu berkembang melalui perdagangan, kebudayaan, bahasa, seni, pertanian hingga ikatan kekeluargaan. Jejak budaya Bali juga masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah Lombok, sementara masyarakat asal NTB telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi Bali.

“Banyak warga NTB yang belajar, bekerja, membangun usaha, dan mengabdikan dirinya di Pulau Dewata. Mereka tidak datang sebagai orang asing, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang ikut berkontribusi dalam pembangunan.”

Karena itu, Muammar mengingatkan agar sebuah peristiwa tidak serta-merta dijadikan alasan untuk membangun jarak antarkelompok masyarakat.

“Satu peristiwa tidak boleh menghapus persahabatan yang telah dibangun selama puluhan bahkan ratusan tahun.”

Ia menegaskan, hubungan antarmasyarakat terbentuk melalui pengalaman hidup bersama dalam waktu panjang. Karena itu, persoalan yang bersifat individual maupun kasus tertentu semestinya tidak digeneralisasi menjadi sentimen terhadap kelompok masyarakat berdasarkan suku atau daerah asal.

Bhinneka Tunggal Ika dan Makna Kemerdekaan

Muammar juga mengaitkan persoalan tersebut dengan prinsip keberagaman yang menjadi fondasi Indonesia. Menurutnya, para pendiri bangsa memilih persatuan di tengah perbedaan sebagai dasar kehidupan bernegara.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang memiliki akar sejarah kuat di Bali melalui Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, dinilai tetap relevan untuk menjawab persoalan diskriminasi pada masa kini.

“Kita boleh berbeda suku. Kita boleh berbeda agama. Kita boleh berbeda adat dan bahasa. Namun, tidak ada satu pun perbedaan yang dapat menghapus kenyataan bahwa kita sama-sama warga negara Indonesia.”

Ia menilai pengalaman hubungan Bali dan Lombok seharusnya menjadi contoh bahwa perbedaan identitas tidak harus berujung pada perpecahan.

“Jangan biarkan prasangka melakukan sesuatu yang bahkan lautan pun tidak mampu melakukannya.”

Dalam momentum peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Muammar mengajak masyarakat melakukan refleksi mengenai makna kemerdekaan yang lebih substansial.

“Setelah 81 tahun merdeka, masihkah kita memandang sesama anak bangsa sebagai orang lain?”

Menurut dia, apabila diskriminasi berdasarkan suku, agama, maupun asal daerah masih terjadi, maka makna kemerdekaan perlu terus diperjuangkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemerdekaan sejati bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kemampuan untuk menghormati martabat manusia, apa pun suku, agama, dan asal daerahnya.”

Muammar menutup pandangannya dengan menempatkan hubungan Bali dan Lombok sebagai gambaran bahwa persaudaraan antarmasyarakat seharusnya lebih kuat daripada prasangka.

“Bali dan Lombok telah membuktikan bahwa persaudaraan selalu lebih kuat daripada prasangka.”

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunung Semeru Naik ke Level III Siaga usai Erupsi Besar, Awan Panas Meluncur 8,5 Km

    Gunung Semeru Naik ke Level III Siaga usai Erupsi Besar, Awan Panas Meluncur 8,5 Km

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    LUMAJANG – Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meningkat drastis setelah terjadi erupsi besar pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan kepada CNNIndonesia.com bahwa status gunung berapi tertinggi di Jawa itu resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul […]

  • Sukawati Gebyar HUT RI ke-81, Kemenuh Jadi Pusat Perayaan

    Sukawati Gebyar HUT RI ke-81, Kemenuh Jadi Pusat Perayaan

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Lomba karaoke, jalan sehat, donor darah hingga seni budaya digelar meriah dengan Desa Kemenuh sebagai tuan rumah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Sukawati. GIANYAR —Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sukawati, Gianyar, berlangsung semarak. Beragam kegiatan digelar sepanjang 14–17 Agustus 2026 dengan melibatkan pemerintah desa, pemuda, masyarakat, hingga […]

  • Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

    Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar, Bali — Pemanfaatan Dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali mulai menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai arah kebijakan penggunaan dana tersebut berpotensi bergeser dari tujuan awalnya sebagai instrumen strategis untuk menjaga kualitas pariwisata Pulau Dewata. PWA sebelumnya dirancang sebagai sumber pendanaan khusus yang berasal dari kontribusi wisatawan mancanegara. Dana ini diharapkan dapat dikembalikan langsung […]

  • Prof Anom Sepakat dengan Puan, Soroti Koster yang Diduga Abai Terhadap Peringatan Dini Sektor Pariwisata photo_camera 4

    Prof Anom Sepakat dengan Puan, Soroti Koster yang Diduga Abai Terhadap Peringatan Dini Sektor Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali I Wayan Koster kembali menjadi sorotan tajam setelah dinilai terlalu optimistis dalam menanggapi isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pariwisata Bali. Pernyataannya yang menyebut isu PHK sebagai “kampanye hitam” dari pesaing destinasi wisata lain justru memicu kritik dari berbagai kalangan, termasuk akademisi pariwisata. Salah satu suara kritis datang dari Prof. […]

  • Pasar Gede Solo, Surga Kuliner Legendaris yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

    Pasar Gede Solo, Surga Kuliner Legendaris yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    SURAKARTA — Aroma rempah, hiruk-pikuk pedagang, dan suasana khas pasar tradisional langsung menyambut setiap pengunjung yang memasuki kawasan Pasar Gede Hardjonagoro. Di tengah denyut aktivitas ekonomi rakyat, pasar bersejarah ini tetap menjadi pusat wisata kuliner legendaris yang menjaga cita rasa khas Solo lintas generasi. Salah satu kuliner yang paling banyak diburu wisatawan adalah Dawet Telasih. […]

  • Tawarkan Hidden Bar, Soluna Bar Bali Hadirkan SpeakEasy Bar yang Santai dengan Pemandangan Laut memukau

    Tawarkan Hidden Bar, Soluna Bar Bali Hadirkan SpeakEasy Bar yang Santai dengan Pemandangan Laut memukau

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Mengusung konsep hidden speakeasy yang intim dan santai, Soluna Bar Bali menawarkan pengalaman menikmati signature cocktail dengan pemandangan laut dan sunset dari rooftop kawasan Double Six, Seminyak. BADUNG – Grand Opening Soluna Bar Bali di Jalan Dhyana Pura, Seminyak Beach, Kabupaten Badung, Bali, menghadirkan pilihan baru bagi para pencinta cocktail dan hiburan malam di Pulau […]

expand_less