Breaking News
light_mode

Demer Ingatkan Pansus TRAP Jangan Ganggu Iklim Investasi, Soroti Surat Protes Kamar Dagang China ke Presiden Prabowo

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Bali, sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer mengingatkan agar kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali tidak menimbulkan ketakutan di kalangan investor dan memperburuk iklim investasi di Indonesia, khususnya di Bali.

Peringatan itu disampaikan Demer di tengah mencuatnya surat resmi Kamar Dagang China di Indonesia (China Chamber of Commerce in Indonesia) kepada Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan Mei 2026. Dalam surat tersebut, pelaku usaha asal China mengeluhkan berbagai regulasi yang dinilai memberatkan serta menciptakan ketidakpastian bagi dunia usaha di Indonesia.

Menurut Demer, sinyal kekhawatiran dari investor internasional harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan, termasuk DPRD Bali melalui Pansus TRAP.

“Pertumbuhan ekonomi itu salah satu komponennya adalah investasi, baik investasi dalam negeri maupun internasional. Jangan sampai yang terjadi justru membuat investor enggan masuk ke Bali,” ujar Demer, Minggu (17/5/2026).

Meski demikian, Demer tetap memberikan apresiasi terhadap pembentukan Pansus TRAP karena dinilai membawa harapan baru dalam penataan ruang dan pembangunan Bali yang lebih tertib. Namun ia menilai arah pengawasan harus memiliki skala prioritas yang jelas agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap dunia usaha.

Mantan Ketua Umum KADIN Bali itu menegaskan, pelanggaran tata ruang yang seharusnya menjadi fokus utama ialah pembangunan yang berdampak besar terhadap lingkungan dan masyarakat luas, terutama di kawasan pegunungan, daerah resapan air, serta alih fungsi lahan pertanian produktif.

Ia menyoroti pentingnya menjaga kawasan hulu Bali seperti Bedugul dan Kintamani yang memiliki fungsi vital sebagai daerah tangkapan air atau catchment area.

“Kalau pegunungan terganggu, debit sungai turun, sumur masyarakat mengering, petani rugi, masyarakat kota juga kena dampaknya. Ini yang harus menjadi prioritas utama,” tegas politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng tersebut.

Demer mengingatkan Bali telah merasakan dampak kerusakan lingkungan melalui bencana banjir bandang pada September 2025 yang menelan korban jiwa dan sempat menjadi perhatian nasional.

Karena itu, ia meminta pembangunan vila maupun proyek pariwisata di kawasan pegunungan dikaji secara hati-hati agar tidak merusak fungsi resapan air.

“Villa-vila pribadi sekitar Bedugul dan Kintamani harus dipastikan tidak mengganggu fungsi resapan air,” katanya.

Ia juga menyinggung polemik proyek Turyapada Tower yang menurutnya perlu dilihat secara objektif berdasarkan kajian komprehensif, termasuk membandingkan keberadaan proyek tersebut dengan antena swasta lain yang telah lama berdiri di kawasan itu.

Dalam pandangannya, Pansus TRAP harus mampu membedakan antara investasi yang memberi manfaat besar bagi masyarakat dengan pembangunan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu namun berdampak buruk terhadap lingkungan.

“Saya melihat kok Pansus TRAP gerakannya ke pengusaha-pengusaha besar saja. Kalau bisa itu belakangan saja karena dampaknya tidak terlalu luas, tidak mengganggu hutan, kecuali yang mengganggu adat. Apalagi ada pemasukan juga, ada PHR ke Pemda, tenaga kerja terserap,” ujarnya.

Menurut Demer, investasi yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pemasukan pajak hotel dan restoran (PHR), serta menggerakkan ekonomi masyarakat seharusnya dipertimbangkan secara lebih bijak.

Ia berharap perpanjangan masa kerja Pansus TRAP hingga Oktober mendatang benar-benar dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat Bali.

“Yang harus didahulukan adalah yang paling merugikan masyarakat banyak dan merusak lingkungan secara nyata. Itu yang harus menjadi prioritas kerja Pansus TRAP,” tutupnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Long Weekend September, Jangan Lewatkan Keseruan di Trans Studio Theme Park Bali!

    Long Weekend September, Jangan Lewatkan Keseruan di Trans Studio Theme Park Bali!

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Liburan panjang 5–7 September 2025 sudah di depan mata! Saatnya keluarga melepas penat dan menciptakan momen seru bersama. Jika Bali jadi tujuanmu, jangan cuma ke pantai, karena ada satu destinasi yang lagi jadi favorit keluarga: Trans Studio Theme Park Bali, indoor theme park pertama dan terbesar di Pulau Dewata. Berbeda dengan wisata alam […]

  • Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ilmuwan Indonesia yang Mendunia Lewat Teknologi Radar Satelit Canggih

    Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ilmuwan Indonesia yang Mendunia Lewat Teknologi Radar Satelit Canggih

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    Yogyakarta – Nama Prof. Dr. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia berkelas dunia di bidang teknologi dan sains. Ilmuwan asal Indonesia yang kini berkarier di Jepang tersebut dikenal luas berkat berbagai inovasi di bidang radar dan satelit yang telah dimanfaatkan di banyak negara. Salah satu karya yang […]

  • Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi Play Button

    Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 18Komentar

    DENPASAR – Upaya paksa menguasai dari pihak Puri Jambe Suci terjadi kembali terhadap tanah waris yang sudah ditempati secara turun temurun oleh keluarga besar Puri Jro Gde Kepisah. Terlihat pihak Puri Jambe Suci merusak pagar yang telah dipasang dan menurunkan tanah puing untuk mengisi tanah yang awalnya sudah penuh dengan pohon pisang, Jumat 11/7/2025. Keesokan […]

  • Inklusivitas versus Filter Finansial! Bali Menguji Arah Baru Tata Kelola Pariwisata

    Inklusivitas versus Filter Finansial! Bali Menguji Arah Baru Tata Kelola Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Dr.(H.C.) Cipto Aji Gunawan DENPASAR – Wacana penerapan syarat minimal saldo rekening atau bukti solvabilitas bagi wisatawan mancanegara yang hendak masuk ke Bali menandai babak baru dalam arah kebijakan pariwisata Indonesia. Gagasan ini mencuat sebagai respons atas meningkatnya persoalan sosial dan keamanan yang belakangan kerap mencoreng citra Pulau Dewata, mulai dari fenomena wisatawan kehabisan bekal […]

  • Tensa Festival 2026, SD Negeri 10 Sanur Rayakan Prestasi dan Kreativitas Siswa

    Tensa Festival 2026, SD Negeri 10 Sanur Rayakan Prestasi dan Kreativitas Siswa

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – SD Negeri 10 Sanur menutup Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan menggelar Tensa Festival 2026 pada 9–10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi wadah apresiasi terhadap prestasi, kreativitas, dan pengembangan karakter siswa melalui berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Festival yang melibatkan seluruh warga sekolah itu menghadirkan beragam agenda, mulai dari pentas seni dan […]

  • KUR Urat Nadi Rakyat UMKM, Bank diduga Sembunyikan Kuota! Hati – hati dengan Uang Rakyat

    KUR Urat Nadi Rakyat UMKM, Bank diduga Sembunyikan Kuota! Hati – hati dengan Uang Rakyat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Pemerintah kembali menyoroti tumpulnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang seharusnya menjadi urat nadi bagi pelaku UMKM di tengah tekanan ekonomi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menuding adanya ketidakterbukaan dari pihak perbankan dalam menyalurkan dana ratusan triliun rupiah yang bersumber dari uang publik. Pasalnya, meski data nasional menunjukkan dana KUR masih […]

expand_less