Breaking News
light_mode

Jurnalisme Harus Melawan, Zainal Arifin Mochtar: Jangan Biarkan Ingatan Bangsa Dihapus

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Zainal menilai jurnalisme memiliki tanggung jawab menjaga ingatan korban, mengawasi kekuasaan, sekaligus membangun imajinasi tentang Indonesia yang lebih demokratis.

JAKARTA – Guru Besar Hukum Kelembagaan Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, menyerukan agar jurnalisme kembali memainkan peran kritisnya sebagai penjaga ingatan publik sekaligus kekuatan yang berani membayangkan masa depan demokrasi Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Zainal dalam Orasi Kebudayaan bertajuk “Jurnalisme, Merawat Ingatan dan Imajinasi” pada peringatan HUT ke-32 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat malam, 7 Agustus 2026.

Zainal menegaskan, jurnalisme tidak boleh berhenti pada aktivitas menyampaikan informasi. Menurutnya, ada dua tugas mendasar yang harus terus dijaga pers, yakni merawat ingatan dan merawat imajinasi masyarakat.

“Jurnalisme itu punya dua tugas utama. Dia merawat ingatan sekaligus pada saat yang sama dia merawat imajinasi. Jurnalisme harus berdiri di situ. Jurnalisme harus memegang teguh untuk merawat keduanya.”

Menurut Zainal, ingatan merupakan salah satu fondasi penting demokrasi. Masyarakat membutuhkan kemampuan mengingat berbagai peristiwa, kebijakan, keputusan, maupun penyalahgunaan kekuasaan agar dapat menilai perjalanan demokrasi secara kritis.

Ia mengingatkan, hilangnya ingatan kolektif dapat menjadi ancaman serius bagi kehidupan demokrasi. Sebab, masyarakat yang tidak lagi mengingat masa lalu akan lebih mudah kehilangan kemampuan untuk mengawasi kekuasaan.

“Demokrasi itu punya kaitan erat dengan penelantaran, penelantaran memori. Jadi nyaris sebenarnya tidak ada demokrasi tanpa ingatan. Seluruh mekanisme demokrasi itu dibangun dengan kemampuan masyarakat untuk mengingat sesuatu.”

Zainal juga mengkritik kecenderungan kekuasaan untuk mengendalikan sejarah, bahasa, cerita, hingga imajinasi publik. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa rezim yang ingin mempertahankan kekuasaan dapat berupaya menentukan narasi resmi mengenai masa lalu.

“Kekuasaan punya kepongahan pada ingatan seperti jadi hukum sejarah bahwa setiap rezim yang mau bertahan itu pasti akan melakukan upaya untuk mengendalikan yang namanya sejarah resmi, mengendalikan bahasa, mengendalikan cerita serta imajinasi.”

Ia menilai Indonesia memiliki sejarah panjang mengenai berbagai upaya penghapusan atau pengendalian ingatan. Bentuknya, kata dia, antara lain perubahan buku sejarah, penghapusan nama, pelarangan diskusi, pembungkaman arsip hingga kriminalisasi terhadap jurnalis.

“Indonesia punya sejarah panjang upaya menghapus ingatan. Kita sudah pernah mengganti buku sejarah, kita sudah pernah merusak buku sejarah, kita pernah menghapus nama, kita pernah melarang diskusi, kita pernah membungkam arsip, kita pernah membakar buku, kita pernah menangkap dan mengkriminalisasi para pengkabar atau para jurnalis.”

Karena itu, Zainal menilai jurnalisme harus hadir untuk mengingatkan publik terhadap berbagai peristiwa yang berusaha dihilangkan dari memori kolektif.

Terlebih, menurutnya, persoalan hak asasi manusia memiliki catatan panjang yang tidak boleh begitu saja dilupakan. Jurnalisme, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan fakta mengenai korban pelanggaran HAM, kekerasan dan berbagai bentuk militerisme.

“Kita panggil kembali jurnalisme yang melawan, jurnalisme yang luar biasa karena itulah harga yang memang harus dilakukan untuk membayar jasa-jasa korban pelanggaran HAM, korban kekerasan dan militerisme, korban yang sudah begitu panjang dan begitu banyak.”

Namun, Zainal menegaskan bahwa tugas jurnalisme tidak berhenti pada masa lalu. Pers juga harus memiliki imajinasi mengenai Indonesia yang belum terwujud dan Indonesia yang dicita-citakan masyarakat.

Menurutnya, imajinasi jurnalistik berbeda dengan sekadar menyebarkan optimisme yang dibangun oleh pemerintah. Jurnalisme justru harus berani mempertanyakan keadaan dan membuka ruang bagi publik untuk membayangkan demokrasi yang lebih baik.

“Imajinasi adalah kemampuan untuk membayangkan Indonesia bahkan yang belum ada atau Indonesia yang dicita-citakan atau Indonesia yang dibayangkan. Dan setiap jurnalisme itu seharusnya mengabarkan itu.”

Zainal juga mengingatkan bahaya ketika otoritarianisme bertemu dengan populisme. Salah satu bahayanya, menurut dia, adalah munculnya pembelahan tajam antara “kita” dan “mereka”, termasuk anggapan bahwa pihak yang mengkritik pemerintah berarti tidak mencintai rakyat.

“Jurnalisme harus bisa mengingatkan bahwa ada jebakan ketika otoritarianisme bergabung dengan populisme, bahayanya adalah model-model seperti ini. Model-model ketika dibagi sebuah garis antara kita dan mereka. Seakan-akan negara yang paling mengerti rakyat, sedangkan orang yang beroposisi, orang yang mengkritisi negara itu adalah orang yang tidak mencintai rakyat.”

Bagi Zainal, posisi jurnalisme justru menjadi semakin penting ketika ruang kritik menyempit. Pers tidak boleh sekadar mengikuti narasi kekuasaan, tetapi harus memastikan fakta tetap tersedia dan dapat diuji publik.

Ia menilai keberanian jurnalisme untuk mengingatkan, mengkritik, serta menghadirkan fakta merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi.

“Semoga jurnalisme terus bisa mengingatkan dan mengimajinasikan perlawanan yang proper untuk bangsa ini.”

Dengan demikian, bagi Zainal, jurnalisme tidak sekadar pekerjaan mengabarkan peristiwa. Jurnalisme adalah salah satu mekanisme masyarakat untuk menjaga ingatan, mengawasi kekuasaan dan membayangkan masa depan Indonesia.

Sebab ketika ingatan publik dihapus, masyarakat kehilangan kemampuan untuk belajar dari masa lalu. Dan ketika imajinasi tentang masa depan ikut dipersempit, demokrasi berisiko hanya menjadi ruang untuk menerima apa yang sudah ditentukan oleh kekuasaan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

  • br888betwin

    Had a great run last night! The payouts are fast and the site doesn’t lag even during peak hours. Definitely sticking with br888betwin for a while.

    Balas3 Oktober 2026 12:04 AM
  • vnh13game

    The variety of games available is impressive. I really appreciate how stable the platform is even during peak hours. Check out vnh13game if you want a reliable place to play.

    Balas23 September 2026 1:35 PM
  • Etsuko

    Hi! I simply woould like too offer youu a bigg tumbs upp foor ykur excellent infkrmation you’ve goot rightt
    hewre oon tuis post. I aam returjing too yoour sitee
    forr more soon. xnxx

    Stopp by myy blog; free xnxx

    Balas8 September 2026 7:55 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demer Ingatkan Pansus TRAP Jangan Ganggu Iklim Investasi, Soroti Surat Protes Kamar Dagang China ke Presiden Prabowo

    Demer Ingatkan Pansus TRAP Jangan Ganggu Iklim Investasi, Soroti Surat Protes Kamar Dagang China ke Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 13Komentar

    DENPASAR — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Bali, sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer mengingatkan agar kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali tidak menimbulkan ketakutan di kalangan investor dan memperburuk iklim investasi di Indonesia, […]

  • RDP BTID Settingan? Pansus Trap Abaikan Bendesa Adat Serangan, Kok Malah Ajak Tokoh Kontroversial 

    RDP BTID Settingan? Pansus Trap Abaikan Bendesa Adat Serangan, Kok Malah Ajak Tokoh Kontroversial 

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Dalam surat undangan resmi Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pansus TRAP DPRD Bali dan PT Bali Turtle Island Development (BTID) KEK Kura Kura Bali, Senin 11 Mei 2026 di Gedung DPRD Bali, ada yang tidak diundang dan didengar pendapatnya. Yakni Nyoman Gede Pariatha selaku Bendesa Adat Serangan. Tentu ini akan membuat kesan tidak […]

  • Warga Pemaron Laporkan PLTD ke Komnas HAM dan Ombudsman, Desak Operasi Dihentikan

    Warga Pemaron Laporkan PLTD ke Komnas HAM dan Ombudsman, Desak Operasi Dihentikan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 7Komentar

    Buleleng, Bali — Polemik operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pemaron kembali memanas. Warga Perumahan Nirwana, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, bersama YLBHI–LBH Bali melaporkan dugaan dampak lingkungan, kesehatan, ekonomi, maladministrasi hingga pelanggaran hak asasi manusia yang mereka kaitkan dengan pengoperasian PLTD Pemaron. Pengaduan tersebut disampaikan pada 7 September 2026 kepada sejumlah lembaga, mulai dari Pemerintah […]

  • ARUN Bali Rayakan Hari Pahlawan dan Syukuran 1 Tahun dengan Semangat Perjuangan untuk Keadilan Rakyat

    ARUN Bali Rayakan Hari Pahlawan dan Syukuran 1 Tahun dengan Semangat Perjuangan untuk Keadilan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Daerah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (DPD ARUN) Bali memperingati Hari Pahlawan sekaligus merayakan syukuran satu tahun berdirinya organisasi di Sekretariat ARUN Bali, Jalan Sekar Sari, Kesiman, Denpasar. Acara yang dihadiri oleh pengurus DPD dan DPC se-Bali itu berlangsung khidmat dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Ketua DPD ARUN […]

  • Bali Darurat Rabies: 1,16 Juta Anjing Menghantui, 12 Nyawa Melayang Sia-sia!

    Bali Darurat Rabies: 1,16 Juta Anjing Menghantui, 12 Nyawa Melayang Sia-sia!

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pulau Dewata sedang tidak baik-baik saja. Di balik keindahan pantainya, ancaman mematikan mengintai dari balik gonggongan anjing liar yang populasinya kini lepas kendali. Data terbaru menunjukkan Bali telah menjadi “bom waktu” rabies di Indonesia. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), populasi anjing di Bali meledak hingga angka 1,16 juta ekor. Angka fantastis […]

  • FOX Hotel Jimbaran Beach Bali Hadirkan Pengalaman Menginap Mewah dengan Sentuhan Budaya Lokal

    FOX Hotel Jimbaran Beach Bali Hadirkan Pengalaman Menginap Mewah dengan Sentuhan Budaya Lokal

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 85Komentar

    Badung, 14 Juli 2025 — Menyatu dalam keindahan alam dan budaya Bali, FOX Hotel Jimbaran Beach Bali mempersembahkan pengalaman menginap yang menggabungkan kenyamanan modern dengan kehangatan khas Pulau Dewata. Terletak strategis di kawasan Jimbaran yang dikenal dengan pantai eksotis dan kuliner lautnya, hotel ini menjadi pilihan sempurna bagi wisatawan yang menginginkan relaksasi, petualangan, maupun perjalanan […]

expand_less