Breaking News
light_mode

Ecosystem Reengineering, Kalibrasi Ulang Tata Ruang KEK Kura Kura Bali Menuju Pembangunan Harmonis

  • account_circle Ray
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Polemik tata ruang dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali mengemuka di tengah tarik-menarik kepentingan investasi dan kelestarian lingkungan. Di tengah dinamika tersebut, pendekatan Ecosystem Reengineering dinilai dapat menjadi solusi terintegrasi untuk menyelaraskan ambisi pertumbuhan ekonomi nasional dengan kedaulatan spasial daerah serta perlindungan ekologi Bali.

Agung Wirapramana, VP Business Development APAC dengan pengalaman di sektor energi, perbankan, operation, engineering, IT, pariwisata, dan consulting, menilai pembangunan ekonomi di era volatilitas global tidak lagi bisa diselesaikan dengan pendekatan linier yang semata mengejar angka pertumbuhan.

“Kasus KEK Kura Kura Bali adalah cerminan tantangan besar negara berkembang. Kita tidak bisa terus terjebak pada dikotomi pro-investasi atau pro-lingkungan. Keduanya harus direkayasa ulang dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujarnya, merujuk pada pengembangan kawasan yang dikelola oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Tantangan Arsitektur Kebijakan

Menurut Agung, resentralisasi perizinan melalui sistem OSS memang menghadirkan efisiensi birokrasi. Namun percepatan tanpa sinkronisasi dengan tata ruang daerah berpotensi menimbulkan “patahan” kebijakan.

“Kecepatan tanpa akurasi faktual dapat menciptakan konflik zonasi. Ketika izin pusat berbenturan dengan realitas RTRW daerah, yang dipertaruhkan bukan hanya administrasi, tetapi juga ekosistem mangrove Bali Selatan,” katanya.

Ia menegaskan, secara legal formal BTID memiliki landasan hukum yang sah, termasuk pengakuan hak dan status KEK. Namun legalitas, menurutnya, harus berjalan selaras dengan legitimasi sosial dan tanggung jawab ekologis.

Tiga Pilar Ecosystem Reengineering

Agung menawarkan rekayasa ulang ekosistem pembangunan dengan mengintegrasikan tiga pilar utama:

1. Human (Human-First Engagement)

Transformasi harus menempatkan manusia sebagai pusat. Aspirasi desa adat dan masyarakat lokal tidak boleh diposisikan sebagai hambatan, melainkan fondasi keberlanjutan.

“Teknologi boleh menjadi penggerak, tetapi manusia harus tetap menjadi jantungnya. Pendekatan partisipatif harus melampaui formalitas,” tegasnya.

2. Process (Synchronized Governance)

Sinkronisasi tata kelola antara pusat dan daerah menjadi kunci. Rekomendasi Pansus Tata Ruang DPRD Bali dinilai sebagai instrumen korektif demi memperkuat validitas jangka panjang proyek dan mencegah residu hukum di masa depan.

3. Technology (Digital Spatial Trust)

Ia mendorong implementasi Digital Spatial Clearance yang mengintegrasikan data OSS dengan peta RTRW daerah secara real time. Data harus menjadi “penjaga gerbang” untuk memastikan presisi ekologis sekaligus kepastian hukum bagi investor.

Momentum Kalibrasi Ulang

Lebih jauh, Agung mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan polemik ini sebagai momentum reflektif.

“Mari kita berhenti sejenak dari dikotomi biner. Ini adalah titik mulai yang baru. Saatnya melakukan kalibrasi ulang dan merakit kembali banyak mimpi di kawasan ini dalam satu orkestrasi yang harmonis,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa dengan pemetaan spasial yang akurat, kepastian hukum yang terjaga, dan pendekatan yang memanusiakan, KEK Kura Kura Bali dapat menjadi bukti bahwa kemajuan ekonomi dan kelestarian alam mampu berjalan dalam satu tarikan napas pembangunan.

Menurutnya, rekayasa ulang ekosistem ini bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk saling menguatkan—antara pemerintah pusat, daerah, investor, dan masyarakat adat.

“Jika sinergi terbangun dengan integritas dan transparansi, kawasan ini bisa menjadi warisan kesejahteraan bagi generasi mendatang. Bukan sekadar proyek investasi, tetapi model pembangunan resilien Indonesia,” pungkasnya.

Editor – Ray

*Dapat digunakan sebagai referensi awak media dalam artikelnya. 

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Panik! Hewan Mirip Kalajengking Ini Ternyata Sahabat Rumahmu

    Jangan Panik! Hewan Mirip Kalajengking Ini Ternyata Sahabat Rumahmu

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 101Komentar

    DENPASAR — Beberapa waktu terakhir, warganet dibuat heboh oleh unggahan foto seekor hewan mirip kalajengking dengan caption “Jangan Panik!”. Hewan tersebut sering kali muncul di rumah warga, terutama di daerah yang lembap atau dekat dengan kebun. Namun, meski tampilannya menyeramkan, hewan ini ternyata bukanlah hama berbahaya. Dikenal sebagai vinegaroon atau whip scorpion (kalajengking cambuk), hewan […]

  • FKUB dan Kemenag Rote Ndao Dukung Penerapan SIO ESA untuk Ormas Keagamaan

    FKUB dan Kemenag Rote Ndao Dukung Penerapan SIO ESA untuk Ormas Keagamaan

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    ROTE NDAO – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Sistem Informasi Pelaporan Organisasi Kemasyarakatan (SIO ESA) bagi organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola Ormas di wilayah tersebut. SIO ESA hadir sebagai inovasi dalam pendataan dan pelaporan kegiatan […]

  • Ascott Bali Bagikan Ribuan Tas Ramah Lingkungan, Kampanye Kurangi Plastik Sekali Pakai Menjangkau Masyarakat

    Ascott Bali Bagikan Ribuan Tas Ramah Lingkungan, Kampanye Kurangi Plastik Sekali Pakai Menjangkau Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Internasional, Ascott Bali Area kembali menggelar kampanye lingkungan bertajuk BAG! BAG! BAG (Bagi Bagi BAG) dengan membagikan tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Kreneng, Denpasar, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju […]

  • China Temukan “Energi Abadi” dari Thorium, Indonesia Diam-Diam Punya Cadangan Raksasa!

    China Temukan “Energi Abadi” dari Thorium, Indonesia Diam-Diam Punya Cadangan Raksasa!

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    DENPASAR – Dunia energi global tengah diguncang oleh pengumuman mengejutkan dari China: negara tersebut baru saja menemukan cadangan thorium dalam jumlah besar — bahan bakar nuklir alternatif yang diyakini mampu menyuplai energi bersih selama 60.000 tahun! Thorium disebut-sebut sebagai game-changer dalam krisis energi dunia. Berbeda dengan uranium yang selama ini jadi andalan reaktor nuklir, thorium […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Tiga WN Irak Pengguna Paspor Belgia Palsu

    Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Tiga WN Irak Pengguna Paspor Belgia Palsu

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    BADUNG – Petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menggagalkan dugaan upaya masuk ilegal oleh tiga warga negara (WN) Irak yang menggunakan paspor Belgia palsu. Ketiganya merupakan satu keluarga yang tiba melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kecurigaan bermula saat petugas melakukan profiling terhadap dokumen perjalanan para […]

  • Puasa 72 Jam Terbukti Dapat Regenerasi Sistem Imun Secara Menyeluruh

    Puasa 72 Jam Terbukti Dapat Regenerasi Sistem Imun Secara Menyeluruh

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR -Sebuah penelitian terobosan mengungkap bahwa berpuasa selama 72 jam mampu sepenuhnya meregenerasi sistem kekebalan tubuh manusia. Para peneliti menemukan bahwa puasa berkepanjangan dapat memicu tubuh untuk mendaur ulang sel-sel imun yang rusak atau tua, dan menggantinya dengan sel kekebalan baru yang lebih sehat. Proses ini terjadi ketika kadar sel darah putih menurun selama masa […]

expand_less