Breaking News
light_mode

Bali Bersih? Jaksa Agung Syok, Hanya Tiga Kasus Korupsi Setahun

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Bali memang lihai soal kebersihan. Jalanan ditata, pantai dipoles, sampah visual di trotoar cepat lenyap. Tapi bagaimana dengan sampah korupsi? Bersih betulan atau hanya bersih di laporan? Pertanyaan itu menyeruak ketika Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, dibuat terperangah: sepanjang 2025, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali hanya menangani tiga kasus korupsi.

“Innalillahi, hanya tiga saja?” ucap Burhanuddin, dengan ekspresi syok, saat meresmikan fasilitas baru Kejati Bali di Denpasar, Selasa (16/9).

Nada herannya terdengar lebih seperti teguran keras bagi aparat hukum yang hadir.

 

Kritik Pedas di Tengah Peresmian Megah

Di depan jajaran Kejaksaan, Burhanuddin menyinggung kinerja lembaga yang terasa adem-ayem meski sorotan publik soal korupsi terus tajam.

“Kejari yang kurang perkaranya dari tiga saya akan geser. Jangan main-main. Saya cari Kajari yang punya otak, bukan yang bloon, apalagi hanya pikirannya duit,” sentilnya pedas.

Ironinya, kritik ini dilontarkan saat Kejati Bali tengah berbangga meresmikan fasilitas baru: dari videotron, rumah dinas, gedung arsip, sampai kafetaria mewah. Gedung kinclong berdiri megah, tapi kinerja pemberantasan korupsi justru tampak kusam.

 

Minim Kasus atau Minim Penindakan?

Sindiran itu menyisakan pertanyaan getir: apakah Bali benar-benar minim korupsi, atau justru minim penindakan? Sebuah provinsi strategis—magnet investasi, pusat pariwisata dunia—masak hanya ada tiga pejabat nakal yang tertangkap sepanjang tahun?

Burhanuddin mengingatkan, jabatan jangan sampai dibagi karena kedekatan, melainkan untuk jaksa yang berprestasi dan berintegritas.

“Saya mencari manusia Adhyaksa yang pintar,” tegasnya.

Meski memberi apresiasi karena banyak Kajari berprestasi berasal dari Bali, nada kritik Jaksa Agung terdengar jauh lebih keras daripada pujian. Seakan mengingatkan publik: jangan sampai citra “pulau bersih” menutupi fakta bahwa ruang-ruang gelap korupsi masih tersembunyi, hanya saja tak tersentuh.

 

Bola Panas di Kejati Bali

Kini, sorotan tertuju ke Kejati Bali. Publik menanti jawaban atas satu pertanyaan sederhana tapi menohok: apakah Bali memang benar-benar minim korupsi, atau hanya rajin membersihkan laporan kasus hingga tampak kinclong di atas kertas? (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FOX Jimbaran Beach Bali Tutup Tahun dengan Pesta “Caribbean Nights”

    FOX Jimbaran Beach Bali Tutup Tahun dengan Pesta “Caribbean Nights”

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 17Komentar

    Badung — FOX Jimbaran Beach Bali sukses menyambut pergantian Tahun Baru 2026 dengan menggelar perayaan bertema “Caribbean Nights” pada Rabu malam, 31 Desember 2025. Acara ini menjadi penutup tahun yang penuh semarak dengan menghadirkan nuansa khas Karibia di tepi Pantai Jimbaran. Mengusung konsep pesta tropis ala bajak laut dan kapten kapal, para tamu tampil antusias […]

  • A.A. Gede Agung Aryawan: DPD RI Harus Suarakan Kepentingan Bali di Senayan, Bukan Hanya Gaduh di Kandang Sendiri

    A.A. Gede Agung Aryawan: DPD RI Harus Suarakan Kepentingan Bali di Senayan, Bukan Hanya Gaduh di Kandang Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Tokoh muda Bali, A.A. Gede Agung Aryawan, S.T., yang akrab disapa Gung De, menyerukan agar para anggota DPD RI asal Bali tidak hanya sibuk berbicara di panggung lokal, tetapi benar-benar berjuang di Senayan untuk membawa kepentingan masyarakat Bali ke tingkat nasional. “Berjuanglah dengan otak cerdas. Suarakan kepentingan masyarakat Bali di Gedung Parlemen Senayan, […]

  • Dua Balita Yatim di Lereng Kintamani Bertahan dalam Keterbatasan, Mengetuk hati dan Pendampingan

    Dua Balita Yatim di Lereng Kintamani Bertahan dalam Keterbatasan, Mengetuk hati dan Pendampingan

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Peringatan: Menghimbau untuk masyarakat yang mau membantu untuk datang langsung ke lokasi.  BANGLI – Duka belum genap sebulan menyelimuti sebuah keluarga kecil di Dusun Kayupadi, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Dua anak bersaudara, I Wayan Darta (2) dan Ni Wayan Sarmi (4 bulan), kini harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu yang meninggal […]

  • Polemik Mutasi 14 Pejabat Eselon II di Bandung Barat Picu Sorotan Tajam Publik

    Polemik Mutasi 14 Pejabat Eselon II di Bandung Barat Picu Sorotan Tajam Publik

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Bandung Barat, Jabar — Kebijakan rotasi dan mutasi terhadap 14 pejabat eselon II yang dilakukan oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memicu gelombang kritik dan sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Isu ini diduga mengarah pada Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Zakir, yang disebut-sebut sebagai aktor utama di balik kekacauan birokrasi yang tengah melanda pemerintahan […]

  • Mantan Jro Bendesa Adat Serangan Dilaporkan ke Polda Bali

    Mantan Jro Bendesa Adat Serangan Dilaporkan ke Polda Bali

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – Dugaan penggelapan dana penjualan tanah adat mengguncang Desa Adat Serangan. Seorang mantan Jro Bendesa Adat Serangan resmi dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Bali atas dugaan penggelapan dana hasil penjualan aset tanah adat senilai Rp4,5 miliar. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor STTLP/B/37/I/2026/SPKT/POLDA BALI tertanggal 13 Januari 2026, yang diterbitkan […]

  • Fenomena “Kudokushi” di Jepang! Lansia Meninggal dalam Kesepian, Pakar Sebut Krisis Sosial Makin Mengkhawatirkan

    Fenomena “Kudokushi” di Jepang! Lansia Meninggal dalam Kesepian, Pakar Sebut Krisis Sosial Makin Mengkhawatirkan

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 3651Komentar

    TOKYO – Tingginya tingkat kesibukan masyarakat Jepang berdampak serius pada kehidupan lansia. Banyak orang tua terpaksa hidup sendiri karena anak-anak mereka bekerja sepanjang hari atau telah membangun keluarga baru. Kondisi ini memaksa para lansia bertahan mandiri hingga ajal menjemput, bahkan tanpa ada yang mengetahui kepergian mereka. Fenomena meninggalnya seseorang dalam kesendirian—yang baru ditemukan setelah berhari-hari, […]

expand_less