Bali Relaxing Resort & Spa Adakan Dinner dengan 30 travel Agent Hongkong, Vinsen Sebut Gratis Tiket Domestik Bagi Turis Asing Sambut HUT RI
- account_circle Ray
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG – Kabar gembira untuk turis mancanegara, dalam menyambut Kemeriahan HUT RI yang ke – 81 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2026, Vinsensius Jemadu – Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, menginformasikan bahwa penerbangan internasional khusus Garuda Indonesia yang terkonekting dengan penerbangan domestik, tiket domestiknya free.
“Untuk tamu Australia tersedia tiket ± 44.000, untuk pasar Hong Kong 9.300 tiket. Bila tamu asing hendak ke jogya tiba di Jakarta, tiket ke Jogyanya free asal mereka kembali ke Jakarta dan pulang lagi ke luar negeri, ” Jelasnya, Jumat 7 Agustus 2026.

Vinsensius Jemadu.
Kerjasama ini antara Kementerian Pariwisata dengan Garuda Indonesia, dengan total tiket 170.845 sesuai dengan tanggal Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI.
Pesan ini juga dipertegas oleh Garuda Indonesia bahwa penumpang yang memesan tiket penerbangan internasional pulang-pergi (PP) terpilih ke Indonesia berhak mendapat tambahan satu penerbangan domestik tanpa biaya tambahan.
Melalui program #DiscoverMoreIndonesia, Garuda memberikan satu tiket penerbangan domestik gratis ke 33 destinasi bagi wisatawan mancanegara yang membeli tiket round-trip internasional, di luar Jakarta dan Bali.
Pemesanan wajib menggunakan kode promo khusus INDO melalui Garuda Indonesia atau aplikasi resmi.
“Inisiatif ini mendukung target kunjungan wisatawan asing serta penyelenggaraan berbagai ajang internasional di Indonesia, ” tambahnya, dengan tujuan mendukung event internasional seperti MotoGP Mandalika, Borobudur Marathon, konser musik dunia dan lainnya.

Vinsensius Jemadu yang ditemui saat acara makan malam bersama dengan ±30 Travel Agent asal Hong Kong di Bali Relaxing Resort & Spa, yang ditemani langsung oleh pemilik dari BRR Ricky Tse.
“Favorit destinasi masih tetap Bali, kita lagi mencoba untuk mengoneksikan 15 pasar Internasional ini ke wilayah Indonesia lainnya, ” Sebutnya.
Di Asean sendiri ada Singapore, China, Jepang, Korea, India, Taiwan, kemudian dari pasar Eropa ada Belanda, Rusia, Jerman, Perancis dan lainnya yang lagi diupayakan untuk menjelajahi daerah wisata lainnya (Bion), seperti airline China yang banyak juga ke Surabaya, Manado dan Medan.
“Kita masih dorong untuk ke wilayah Lombok dan Labuan Bajo, “tambahnya.
Labuan Bajo – Nusa Tenggara Timur (NTT).

Labuan Bajo adalah sebuah kelurahan yang menjadi ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kota pelabuhan ini kini ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) utama di Indonesia serta gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo.
Vinsensius Jemadu menyebutkan destinasi ini perlu banyak berbenah, dari sisi atraksi yang memiliki tantangannya sendiri. Ini tentu harus dapat sokongan Sumber Daya Manusia (SDM) dari Jakarta dan mayoritas Bali khususnya.
“Dengan adanya SDM yang memadai dan peningkatan skill, saya berharao SDM lokal menjadi tuan rumah dj daerahnya sendiri”
“Bila mampu, level manager ke atas diduduki oleh putra putri lokal, ” Sebutnya.
Begitu juga Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) lainnya seoerti Danau Toba, dengan infrastruktur yang telah digelontorkan oleh pemerintah pusat wajib juga dibarengi oleh SDM yang memadai.
“Karena bisnis pariwisata ini merupakan bisnis pelayanan atau hospitality”
Pemerintah menetapkan lima kawasan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk mendorong pemerataan ekonomi dan kualitas pariwisata nasional. Kelima daerah tersebut adalah:
1. Danau Toba di Sumatera Utara
2. Candi Borobudur di Jawa Tengah
3. Mandalika di Nusa Tenggara Barat
4. Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur
5. Likupang di Sulawesi Utara
Destinasi ini tentang pembangunan dan tata kelola destinasinya selalu belajar dari Bali yang nitabenen sudah over populasi, dengan tidak mengulangi permasalahan yang ada di Bali.

“Labuan Bajo, kabel-kabel listrik sudah semuanya tertanam di bawah tanah, ini semua belajar dari permasalahan yang ada dj Bali, ” Ujarnya.
Vinsensius Jemadu menginginkan SDM Bali hadir sebagai benchmark (tolak ukur) bagi putra putra lokal nantinya.
Menanyakan tentang mahalnya destinasi Komodo, ia menyebutkan bahwa memang destinasi komodo merupakan destinasi yang dirancang untuk destinasi premium (Special Interest).
“Destinasi Labuan Bajo itu laut dan komodo, Special Interest atau tamu dengan minat khusus yang memiliki spending besar dengan segmented market dan kita tidak siapkan untuk mass tourism, ” Ungkapnya.
Ia juga tidak memungkiri adanya back packer yang ingin bepergian, walau saat ini pemerintah fokus pada quality tourism bukan lagi pada quantity tourism.

Steve Lam.
Menemui Steve Lam, ketua (Chairman) dari Association Travel for Operation Mice and Leisure Hong Kong, menyebutkan memang terjadi perubahan yang drastis.
“Turis sejak Covid 19 sudah sangat berubah, dari turis ber-volume besar (mass tourism) ke paket turis atau independen travel, yang menyasar Manado dan Raja Ampat untuk turis menyelam, ” Sebutnya.
Ia juga tidak memungkiri bahwa Turis China lebih banyak ke Thailand karena memang penerbangan ke Thailand cukup banyak.
Ia menyinggung kebutuhan penerbangan langsung yang besar dari China langsung ke Bali, disitulah dukungan pemerintah pusat untuk konsentrasi membangun Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) untuk memperbesar peluang tersebut.
“Paket yang diminati tamu Hing Kong dan China itu Paket Tour, Insentif Tour dan mice, ” Sebutnya yang memiliki lebih dari 50 anggota sebagai travel agent.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar