Breaking News
light_mode

Danantara & INA Guyur Rp13 Triliun! Kolaborasi Raksasa Bangun Pabrik Kimia Terbesar Bareng Chandra Asri

  • account_circle Ray
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Dunia industri nasional bersiap menyambut babak baru transformasi besar di sektor petrokimia. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bersama Indonesia Investment Authority (INA) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan raksasa petrokimia dan energi, untuk membangun pabrik klor-alkali diklorida berteknologi tinggi.

Dalam perjanjian yang diumumkan pada Selasa (17/6) dan dikutip dari Reuters, Danantara dan INA sepakat menggelontorkan dana investasi hingga US$ 800 juta atau sekitar Rp 13 triliun ke proyek prestisius tersebut.

Suntikan dana jumbo ini menandai potensi keterlibatan kedua lembaga sebagai investor kunci dalam pembangunan fasilitas industri kimia tersebut.

Pabrik ini nantinya akan dikelola oleh anak perusahaan Chandra Asri dan dirancang untuk memproduksi 400.000 ton soda kaustik padat per tahun serta 500.000 ton etilen diklorida—dua komponen vital dalam berbagai industri mulai dari manufaktur hingga pengolahan air dan energi.

“Proyek ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat hilirisasi industri petrokimia nasional serta mendorong kemandirian bahan baku dalam negeri,” ujar pihak perusahaan dalam pernyataan resminya.

Dengan nilai investasi yang fantastis, kolaborasi antara Danantara, INA, dan Chandra Asri ini diyakini akan membuka ribuan lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok industri, serta menjadikan Indonesia pemain utama dalam produksi bahan kimia dasar di kawasan Asia Tenggara.

Teknologi klor-alkali, khususnya yang berteknologi tinggi, digunakan untuk memproduksi klorin dan natrium hidroksida (soda kaustik) melalui elektrolisis larutan natrium klorida (NaCl). Klorin dan natrium hidroksida adalah bahan kimia penting yang digunakan dalam berbagai industri.

Teknologi klor-alkali yang lebih canggih, seperti teknologi membran penukar kation, menawarkan keunggulan dalam hal efisiensi energi, kualitas produk, dan ramah lingkungan.

Soda kaustik adalah bahan kimia penting dalam industri kertas, tekstil, sabun, deterjen, pengolahan aluminium, dan banyak lagi. (Ray)

#Danantara #INA #TPIA #IndustriKimia #InvestasiNasional #Petrokimia #EkonomiIndonesia

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ichsanuddin Noorsy: Gubernur Bali dan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lecehkan Presiden dan Rusak Iklim Serta Kepastian Investasi

    Ichsanuddin Noorsy: Gubernur Bali dan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lecehkan Presiden dan Rusak Iklim Serta Kepastian Investasi

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 36Komentar

    JAKARTA – Dalam sebuah negara yang menjunjung tinggi hirarki kebijakan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) adalah panduan utama yang harus dipatuhi oleh seluruh jajaran pemerintahan – baik di tingkat pusat maupun daerah. Baca berita lainnya, Megawati Instruksikan Kader PDIP Dukung Pemerintahan Prabowo Subianto Megawati Instruksikan Kader PDIP Dukung […]

  • Ascott Indonesia Tanam 2.000 Mangrove, Perkuat Komitmen Jaga Ekosistem Pesisir

    Ascott Indonesia Tanam 2.000 Mangrove, Perkuat Komitmen Jaga Ekosistem Pesisir

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Program Ascott CARES Libatkan Puluhan Properti di Jakarta dan Bali untuk Mendorong Konservasi Mangrove dan Edukasi Lingkungan Berkelanjutan. JAKARTA – Ascott Indonesia memperingati Hari Mangrove Sedunia dengan menggelar aksi penanaman mangrove di Jakarta dan Bali sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan melalui program keberlanjutan Ascott CARES. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Ascott […]

  • Jejak Ferrari dari Lintasan Balap hingga Jadi Ikon Mobil Mewah Dunia

    Jejak Ferrari dari Lintasan Balap hingga Jadi Ikon Mobil Mewah Dunia

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Italia — Nama Enzo Ferrari tidak bisa dipisahkan dari sejarah otomotif dunia. Sosok kelahiran 20 Februari 1898 itu berhasil membangun Ferrari menjadi salah satu merek mobil sport paling bergengsi dan ikonik hingga saat ini. Perjalanan Ferrari dimulai pada akhir 1929 saat Enzo Ferrari mendirikan Scuderia Ferrari sebagai tim pendukung pembalap amatir dalam berbagai ajang balapan. […]

  • Jejak Kolonial yang Tetap Teduh! Asam Jawa, Pohon Penjaga Jalan yang Menjadi Bagian dari Identitas Nusantara

    Jejak Kolonial yang Tetap Teduh! Asam Jawa, Pohon Penjaga Jalan yang Menjadi Bagian dari Identitas Nusantara

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Di tengah laju pembangunan dan modernisasi kota-kota di Indonesia, keberadaan pohon asam Jawa masih mudah ditemukan berjajar di tepi jalan. Pohon yang memiliki tajuk lebar dan rindang ini ternyata menyimpan sejarah panjang yang berakar sejak masa kolonial Belanda. Berabad-abad lalu, ketika transportasi utama masih mengandalkan kereta kuda dan jalan-jalan berbatu, pemerintah kolonial Belanda […]

  • Habib Ja’far dan Pendeta Kristen Baca Pesan Ilahi di Lagu Idgitaf Play Button

    Habib Ja’far dan Pendeta Kristen Baca Pesan Ilahi di Lagu Idgitaf

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR – Single terbaru Brigita Meliala alias Idgitaf berjudul Sedia Aku Sebelum Hujan tak hanya mencuri perhatian penikmat musik, tetapi juga memantik perenungan spiritual lintas agama. Lagu yang dirilis pada 8 Oktober 2025 itu dinilai menyimpan pesan ketuhanan yang kuat, baik dari sudut pandang Islam maupun Kristen. Pendakwah muda Nahdlatul Ulama, Habib Husein bin Ja’far […]

  • Ratu yang Dilahirkan dari Solidaritas, Bukan Takdir Play Button

    Ratu yang Dilahirkan dari Solidaritas, Bukan Takdir

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 15Komentar

    DENPASAR – Ketika sang ratu lebah mati, koloni tak gentar, tak gaduh. Mereka tidak menengadah menanti mukjizat, tak menjerit mencari penyelamat. Seperti pepatah lama, “Di kala badai datang, burung gagak bersembunyi, tapi lebah membuat rumah baru.” Dengan naluri kolektif yang jernih dan kekuatan persatuan yang mendarah daging, para lebah pekerja segera mengambil keputusan bersama mereka […]

expand_less