Alumni IHC Bali Dikukuhkan, Ritiaksa Dorong Hypnosis Hadir untuk Masyarakat
- account_circle Ayu Hijrah 22
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pelantikan Ketua DPD KITA IHC Bali Periode 2026–2029 menjadi momentum memperkuat persaudaraan alumni, pengembangan keilmuan hypnosis, serta kontribusi positif bagi masyarakat.
DENPASAR — Alumni LKP Indonesia Hypnotis Centre (IHC) Bali membentuk kepengurusan daerah baru melalui kegiatan Kopdar Alumni KITA IHC yang digelar di Hotel Ibis Styles, Jalan Teuku Umar, Denpasar, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Alumni KITA IHC Bali dengan Dr. I Wayan Ritiaksa, S.Ag., M.Ag., CHt., CI. sebagai ketua. Acara ini turut dihadiri Ketua Dewan Pengurus Nasional IHC, Dr. H. Ahmad Fausan Asmara, M.Psi., MBA., CHt., CI.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Fausan Asmara menekankan pentingnya memperkuat hubungan persaudaraan di antara alumni IHC. Menurutnya, keilmuan hypnosis memiliki beragam penerapan sehingga proses pembelajaran perlu terus dilakukan.
Pesan tersebut dirangkum dalam semangat untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan hypnosis di kalangan alumni.

Ritiaksa mengatakan, pembentukan kepengurusan Alumni KITA IHC Bali tidak sekadar menjadi wadah organisasi, tetapi juga diharapkan mampu mempererat hubungan antaralumni sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan.
“Tujuan utama dalam ikatan Alumni IHC Bali ini adalah menjalin persaudaraan sesama alumni IHC agar dapat saling memberi informasi berbagai keilmuan hypnosis,” ujar Ritiaksa.
Menurut dia, komunikasi dan kerja sama antaranggota menjadi bagian penting dalam menjalankan organisasi. Dengan adanya wadah bersama, para alumni diharapkan dapat saling mendukung sekaligus mengembangkan penerapan ilmu hypnosis secara bertanggung jawab.

“Kami berharap ada kerja sama yang baik sesama anggota IHC dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan,” katanya.
Ritiaksa juga menyoroti persepsi sebagian masyarakat terhadap istilah hypnosis yang masih kerap dikaitkan dengan sesuatu yang menakutkan. Ia berharap keberadaan organisasi alumni dapat ikut membangun pemahaman yang lebih positif mengenai hypnosis.
“Sehingga kata hypnotis yang sering dianggap menakutkan berubah menjadi hypnotis yang diharapkan kehadirannya di masyarakat,” tegasnya.
Dalam kepengurusan DPD Alumni KITA IHC Bali, Ritiaksa didampingi Yohanes Seran, S.Pd., SPsi., M.Fis., CHt., CI. sebagai sekretaris serta I Dewa Made Buana Kirana, S.M., CHT., CI. dan Hapy Novitasari, S.Kom., CHt. sebagai bendahara.

Sejumlah bidang juga dibentuk untuk mendukung program organisasi, yakni Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Hukum dan Pembelaan; Bidang Organisasi dan Kerja Sama; Bidang Kesejahteraan Anggota; Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan; serta Bidang Penelitian dan Pengembangan.
Bidang Pendidikan dan Pelatihan diisi Prof. Dr. I Nyoman Sucipta, CHt., Eka Setyalini, S.Ag., CHt., dan Agus Putu Widyana Putra, CHt. Bidang Hukum dan Pembelaan diisi Nyoman Predangga, SH., MM., CHt. dan Gede Budiarta, S.Pd., CHt.
Selanjutnya, Bidang Organisasi dan Kerja Sama diisi Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.Ap., SC., CHt. dan I Nyoman Suandi, S.Pd., M.Pd., CHt. Bidang Kesejahteraan Anggota diisi Agus Widyatmika, CHt., Agustin Vidyamitra, CHt., dan I Made Pramana Putra, CHt.
Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan diisi Else Septiani, CHt., Modesta Martin, SH., CHt., dan Sang Putu Sabtu, CHt. Sementara Bidang Penelitian dan Pengembangan diisi Dr. I Wayan Suandi, M.Pd., CHt., Ni Wayan Sri Adnyani, S.Keb., CHt., dan Ade Kusumaningrum.
Melalui kepengurusan baru tersebut, Alumni KITA IHC Bali diharapkan dapat memperkuat komunikasi, pendidikan, kerja sama, serta pengembangan keilmuan hypnosis di antara anggota, sekaligus membangun pemahaman masyarakat yang lebih terbuka terhadap penerapan hypnosis.
Tim
“Pikiran adalah SABDA PANDITA RATU. Apapun yg dipikirkan dan diucapkan itulah yg terjadi”
Penulis Ayu Hijrah 22
Apa yang kamu pikirkan, bayangkan, dan syukuri semua bisa jadi kenyataan. "You are what you think"

Saat ini belum ada komentar