FKIK Warmadewa Edukasi Anti Aging dan Kesehatan Usus, Peserta Dilatih Bikin Yoghurt dan Kombucha
- account_circle Ray
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
40 peserta usia 35–70 tahun mengikuti edukasi kesehatan saluran cerna sekaligus praktik fermentasi yoghurt dan kombucha di GBI Rock Kota Pujian.
DENPASAR — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Anti Aging & Kesehatan Usus” di GBI Rock Kota Pujian, Denpasar, Senin, 21 September 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesehatan dan kualitas hidup, khususnya pada kelompok usia dewasa hingga lanjut usia.
Sebanyak 40 peserta berusia 35–70 tahun mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas 14 laki-laki dan 26 perempuan dengan latar belakang sebagai ibu rumah tangga maupun pekerja.
Edukasi disampaikan oleh dr. Marta Setiabudy, M.Biomed (AAM), Sp.MK dan Putu Nia Calista Santoso, B.Sc., M.Biomed. Keduanya merupakan bagian dari FKIK Universitas Warmadewa. Rekam akademik Universitas Warmadewa juga mencatat Marta Setiabudy dan Putu Nia Calista Santoso dalam sejumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan publikasi bidang kesehatan.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai kesehatan saluran cerna, pola hidup yang mendukung kesehatan, serta pengenalan makanan dan minuman fermentasi yang dapat menjadi salah satu pilihan dalam pola makan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis. Tim juga memberikan pelatihan pembuatan yoghurt dan kombucha agar peserta dapat memahami proses fermentasi secara langsung.

dr. Marta Setiabudy, M.Biomed (AAM), Sp.MK
“Edukasi tidak hanya diberikan dalam bentuk teori, tetapi juga melalui praktik agar peserta dapat memahami proses pembuatan yoghurt dan kombucha secara langsung serta mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses fermentasi,” demikian penjelasan dr. Marta dalam kegiatan tersebut.
Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan bahan yang digunakan, tahapan fermentasi, serta pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi mengenai proses fermentasi, penyimpanan, hingga cara mengonsumsi produk fermentasi dalam pola makan sehari-hari.

Putu Nia Calista Santoso, B.Sc., M.Biomed.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Interaksi tidak hanya terjadi saat penyampaian materi, tetapi juga ketika peserta mengikuti setiap tahapan praktik pembuatan yoghurt dan kombucha.
Untuk mengukur perubahan pemahaman peserta, tim pelaksana melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti rangkaian edukasi dan pelatihan.
Menurut dr. Marta, peningkatan hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan edukasi dengan praktik dapat membantu peserta memahami materi kesehatan secara lebih konkret.
“Pendekatan edukasi yang dipadukan dengan praktik diharapkan dapat membuat pesan mengenai kesehatan saluran cerna dan pola hidup sehat lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dr. Marta.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian yoghurt dan kombucha yang telah siap dikonsumsi kepada peserta. Produk tersebut menjadi bagian dari pengalaman langsung peserta untuk mengenal hasil olahan fermentasi yang diperkenalkan dalam kegiatan.
PKM ini turut didampingi dua mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa serta mendapat dukungan dari pengurus Rock’s Women dan Rock’s Men Ministry GBI Rock Kota Pujian.
Melalui kegiatan tersebut, tim FKIK Universitas Warmadewa mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan saluran cerna sekaligus memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

Kegiatan edukasi kesehatan dan praktik fermentasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar