Breaking News
light_mode

Pemerintah Wajib Paham! Lima Langkah Teknis Bereskan Sampah di Bali

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bali, 3 April 2026 — Persoalan sampah di Bali dinilai tidak akan pernah tuntas jika masih menggunakan pola lama “angkut, buang, lalu menunggu viral”. Pendekatan tersebut dianggap sudah tidak relevan, sehingga diperlukan perubahan sistemik menuju pola “kelola sampah” yang terukur, terpantau, dan berkelanjutan.

Pemerhati lingkungan yang dikenal sebagai Masyus menyampaikan, ada lima langkah teknis utama yang harus segera diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Bali, mulai dari rumah tangga hingga sektor pariwisata.

Langkah pertama adalah penerapan pemilahan sampah wajib dari sumber. Seluruh elemen, seperti rumah tangga, pasar, sekolah, hotel, vila, restoran, hingga perkantoran, diwajibkan memilah sampah menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik daur ulang, dan residu. Keberhasilan langkah ini diukur dari tingkat kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha, jumlah titik pengawasan aktif, serta penurunan volume sampah tercampur setiap bulan.

Kedua, pembangunan fasilitas pengolahan sampah dekat sumber. Sampah organik didorong untuk diselesaikan di tingkat desa, banjar, pasar, maupun kawasan wisata melalui komposter komunal, biodigester, rumah maggot, serta TPS3R atau TPST yang benar-benar beroperasi. Indikatornya meliputi jumlah tonase sampah organik yang diolah per hari, persentase pengurangan sampah ke TPA, serta jumlah fasilitas aktif.

Langkah ketiga menitikberatkan pada tanggung jawab sektor pariwisata. Pelaku usaha seperti hotel, restoran, beach club, vila, pusat perbelanjaan, hingga penyelenggara acara diwajibkan memiliki sistem pemilahan, kontrak pengelolaan resmi, serta laporan tonase sampah bulanan. Tingkat kepatuhan, jumlah sampah yang dikelola mandiri, serta penegakan sanksi menjadi tolok ukur utama.

Keempat adalah penerapan sistem pelacakan digital sampah. Setiap armada pengangkut dan titik pembuangan harus dipantau melalui teknologi seperti QR code, GPS, serta dashboard pemantauan tonase per wilayah. Sistem ini bertujuan untuk memastikan transparansi data, memetakan alur distribusi sampah, serta menekan praktik pembuangan liar.

Langkah kelima adalah penerapan sanksi dan insentif secara tegas. Pihak yang patuh diberikan penghargaan atau insentif, sementara pelanggar dikenakan tindakan nyata. Tanpa mekanisme ini, aturan dinilai hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak signifikan.

Dalam target satu tahun, program ini diharapkan mampu menurunkan 30 hingga 40 persen volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, meningkatkan kepatuhan pemilahan hingga 70 persen pada rumah tangga dan usaha, serta memastikan seluruh desa atau kelurahan memiliki fasilitas pengolahan organik aktif. Selain itu, minimal 50 persen titik pembuangan liar ditargetkan dapat ditutup secara permanen.

Masyus menegaskan, penyelesaian masalah sampah di Bali tidak lagi membutuhkan retorika, melainkan aksi nyata berbasis data, pengawasan ketat, serta keberanian dalam menindak pelanggaran. Tanpa parameter yang jelas dan disiplin implementasi, persoalan sampah berpotensi terus berulang dan menjadi beban lingkungan maupun citra pariwisata Bali.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik BPJS PBI Nonaktif, Ancaman Nyata bagi Pasien Cuci Darah

    Polemik BPJS PBI Nonaktif, Ancaman Nyata bagi Pasien Cuci Darah

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta — Polemik penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) kembali menuai sorotan publik. Kebijakan tersebut dinilai berdampak serius terhadap kelompok rentan, terutama pasien cuci darah yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan negara. Sorotan tajam disampaikan Purbaya yang menilai penonaktifan PBI tanpa mekanisme transisi dan perlindungan khusus bagi pasien penyakit kronis telah memunculkan persoalan […]

  • HUT PSN ke-27 di Badung, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Pinandita dan Pelayanan Hukum Inklusif

    HUT PSN ke-27 di Badung, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Pinandita dan Pelayanan Hukum Inklusif

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    BADUNG – Semangat pengabdian dan pelayanan keagamaan kembali ditegaskan dalam pelaksanaan kegiatan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali ke-27 dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sewanam Dharma Shanthi Nusantara ke-1. Kegiatan tersebut mengusung tema “Kita Wujudkan Dharma Seva Pinandita Sanggraha Nusantara dalam Meningkatkan Pelayanan Keagamaan yang Berkualitas.” Momentum ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan peran para […]

  • Cinta Seorang Ibu di Balik Jendela Kereta, Kisah Menggetarkan dari Polandia 1943

    Cinta Seorang Ibu di Balik Jendela Kereta, Kisah Menggetarkan dari Polandia 1943

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 27Komentar

    DENPASAR – Sebuah kisah nyata dari masa kelam Perang Dunia II kembali menyeruak dari arsip sejarah, memperlihatkan betapa kuatnya cinta seorang ibu bahkan di tengah horor perang. Peristiwa itu terjadi di Polandia, 1943, ketika ribuan orang Yahudi digiring ke kereta yang akan membawa mereka ke kamp konsentrasi Nazi. Di salah satu gerbong, seorang ibu muda […]

  • Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Kematian menandai berhentinya seluruh fungsi vital tubuh. Namun secara biologis, proses di dalam jasad belum sepenuhnya usai. Setelah dikuburkan, tubuh manusia mengalami serangkaian tahapan alami yang dalam dunia medis dan forensik dikenal sebagai proses dekomposisi atau penguraian. Secara ilmiah, perubahan itu dimulai dalam hitungan jam. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai oksigen ke seluruh […]

  • China Tambah Cadangan Emas, Analis Nilai Strategi Kurangi Ketergantungan Dolar AS

    China Tambah Cadangan Emas, Analis Nilai Strategi Kurangi Ketergantungan Dolar AS

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Beijing – Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) kembali melanjutkan aksi beli emas pada Agustus 2025. Berdasarkan data resmi, tambahan 0,06 juta troy ons membuat total cadangan emas Negeri Tirai Bambu kini menyentuh angka 74,02 juta troy ons. Ini menjadi bulan ke-10 berturut-turut Beijing memperkuat kepemilikan emasnya. Ekonom senior Asia Pasifik, Liang Wei, menilai […]

  • Arab Saudi Tegaskan Larangan Speaker Eksternal Selama Ramadan, Sholat Tak Boleh Disiarkan Keluar Masjid

    Arab Saudi Tegaskan Larangan Speaker Eksternal Selama Ramadan, Sholat Tak Boleh Disiarkan Keluar Masjid

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RIYADH — Pemerintah Arab Saudi kembali mempertegas kebijakan pembatasan penggunaan pengeras suara luar ruangan di masjid selama bulan suci Ramadan. Melalui Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Sheikh Abdullatif Al Sheikh, otoritas kerajaan menegaskan bahwa speaker eksternal hanya boleh digunakan untuk azan dan iqamah, bukan untuk menyiarkan keseluruhan rangkaian sholat. Penegasan tersebut disampaikan secara resmi […]

expand_less