Breaking News
light_mode

Ancaman “Kegelapan Digital” dari Selat Hormuz, Indonesia Diminta Siaga Hadapi Risiko Global

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Selama ini Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital distribusi energi dunia. Namun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perhatian tidak lagi hanya tertuju pada minyak, melainkan pada ancaman yang lebih sunyi: potensi terputusnya kabel serat optik bawah laut yang menopang komunikasi global.

Pakar dari Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Drs. Hamidin, mengingatkan bahwa dunia modern sangat bergantung pada infrastruktur digital bawah laut.

Lebih dari 95 persen lalu lintas data internasional mengalir melalui kabel serat optik yang menghubungkan benua, pusat keuangan, hingga sistem pertahanan antarnegara.

“Jika minyak adalah darah ekonomi, maka data adalah sistem sarafnya. Ketika kabel terganggu, dampaknya bisa melumpuhkan aktivitas global dalam hitungan detik,” ujarnya.

Kabel Bawah Laut Jadi Titik Lemah Baru

Sejumlah jaringan kabel utama seperti FALCON submarine cable system, Europe India Gateway (EIG), dan Gulf Bridge International cable system melintasi kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung bagi transaksi perbankan, operasional perusahaan global, hingga komunikasi militer.

Namun, posisi geografis Selat Hormuz yang relatif dangkal, sekitar 50 hingga 100 meter, membuat kabel-kabel tersebut rentan terhadap gangguan. Aktivitas pelayaran padat, jangkar kapal, hingga konflik bersenjata berpotensi menyebabkan kerusakan serius.

Dalam konteks konflik modern, kabel bawah laut bahkan mulai dipandang sebagai target strategis dalam skema perang hibrida. Sabotase terhadap jaringan komunikasi dinilai mampu melumpuhkan lawan tanpa konfrontasi militer terbuka.

Risiko Nyata di Tengah Ketegangan Kawasan

Memasuki 2026, eskalasi konflik di kawasan Teluk memperlihatkan rapuhnya sistem ini. Aktivitas perbaikan kabel menjadi sulit dilakukan karena tingginya risiko keamanan. Dalam kondisi normal, pemulihan kabel memerlukan waktu berminggu-minggu, namun di wilayah konflik dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Situasi semakin kompleks dengan gangguan yang juga terjadi di Laut Merah dan Bab el-Mandeb, dua jalur penting lain dalam sistem komunikasi global. Kombinasi gangguan di beberapa titik ini berpotensi memicu krisis digital berskala besar.

Dampak Global: Dari Internet hingga Keuangan

Jika kabel bawah laut mengalami gangguan besar, dunia tidak serta-merta terputus dari internet. Namun, perlambatan digital masif hampir tak terhindarkan.

Transaksi perbankan internasional dapat tertunda, pasar keuangan terguncang, dan sistem logistik global yang bergantung pada komunikasi real-time akan melambat. Sementara itu, kapasitas satelit sebagai alternatif dinilai sangat terbatas dan memiliki latency lebih tinggi.

Dalam skenario terburuk, gangguan juga dapat memengaruhi sistem komunikasi pertahanan antarnegara.

Efek Domino ke Indonesia

Meski secara geografis jauh, Indonesia dinilai tetap rentan terhadap dampak gangguan di Selat Hormuz. Sebagian jalur komunikasi data Indonesia menuju Eropa masih bergantung pada rute Barat yang melewati kawasan Timur Tengah.

Jika jalur tersebut terganggu, trafik data harus dialihkan melalui rute alternatif yang lebih panjang. Dampaknya adalah peningkatan latency dan penurunan kualitas layanan digital di dalam negeri.

Selain itu, gangguan di Selat Hormuz juga berpotensi memicu lonjakan harga energi global. Sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan energi, Indonesia menghadapi risiko kenaikan biaya logistik dan tekanan terhadap sektor industri.

Perluasan Konsep Keamanan Nasional

Hamidin menekankan bahwa Indonesia perlu memperluas perspektif pengamanan perbatasan. Tidak hanya berfokus pada batas darat dan laut, tetapi juga mencakup infrastruktur digital bawah laut.

Penguatan pengawasan di jalur strategis seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok menjadi krusial, mengingat wilayah tersebut juga dilintasi kabel komunikasi penting.

Selain itu, langkah strategis lain yang dinilai mendesak meliputi:

1. Diversifikasi jalur komunikasi global, terutama melalui konektivitas Pasifik

2. Peningkatan pengawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)

3. Penguatan koordinasi antar lembaga seperti Bakamla, TNI AL, dan Polairud

4. Pengembangan teknologi patroli bawah laut

5. Ancaman Tak Terlihat di Era Digital

Krisis di Selat Hormuz menjadi pengingat bahwa wajah konflik global telah berubah. Ancaman tidak selalu hadir dalam bentuk serangan fisik, tetapi juga melalui gangguan terhadap infrastruktur yang menopang kehidupan modern.

Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan jaringan kabel laut yang luas, dinilai perlu bersiap menghadapi risiko ini. Sebab, ketika kabel bawah laut terputus, dampaknya tidak hanya dirasakan pada koneksi internet, tetapi juga pada stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

Di era digital, ancaman terbesar justru bisa datang dari sesuatu yang tak terlihat, tersembunyi di dasar laut, namun menentukan nyala atau padamnya peradaban modern.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • Mickie

    Pretty seection off content. I just stumblled upon ylur
    site and in accessikn capittal tto aesert tat I
    acquire in fact enjoyed axcount yor blog posts. Anyway I’ll be subscfibing tto yokur fees
    annd even I achievement you acceas consiistently rapidly.
    ofvd9wuaptxzmn0nzpcg

    Look intto myy website – newxnxx.cc

    Balas26 Juni 2026 3:35 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bedah Makna Dewa Yadnya, PSN Denpasar Gelar Seminar Pemendakan dan Pedatengan

    Bedah Makna Dewa Yadnya, PSN Denpasar Gelar Seminar Pemendakan dan Pedatengan

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Upaya memperdalam pemahaman spiritual berbasis kearifan lokal kembali digaungkan oleh Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah Kota Denpasar melalui penyelenggaraan seminar bertajuk Upacara Dewa Yadnya, Pemendakan dan Pedatengan, Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Shanti Graha Denpasar, Jalan PB Sudirman ini mengangkat tema “Widya Sastra Parama Guna”, yang menekankan pentingnya mempelajari sastra […]

  • China Tambah Cadangan Emas, Analis Nilai Strategi Kurangi Ketergantungan Dolar AS

    China Tambah Cadangan Emas, Analis Nilai Strategi Kurangi Ketergantungan Dolar AS

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Beijing – Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) kembali melanjutkan aksi beli emas pada Agustus 2025. Berdasarkan data resmi, tambahan 0,06 juta troy ons membuat total cadangan emas Negeri Tirai Bambu kini menyentuh angka 74,02 juta troy ons. Ini menjadi bulan ke-10 berturut-turut Beijing memperkuat kepemilikan emasnya. Ekonom senior Asia Pasifik, Liang Wei, menilai […]

  • SMK Negeri 1 Lobalain Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Kreatif dan Semangat Nasionalisme

    SMK Negeri 1 Lobalain Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Kreatif dan Semangat Nasionalisme

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 14Komentar

    Lobalain – Suasana semarak terasa di SMK Negeri 1 Lobalain saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang digelar pada 13–15 Agustus 2025. Berbagai lomba kreatif diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mengasah bakat dan kreativitas siswa-siswi. Rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Kristian Isach, S.Pd., dan melibatkan partisipasi seluruh warga sekolah. Di […]

  • Target Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset, Purbaya Salahkan Lonjakan Harga Minyak Dunia

    Target Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset, Purbaya Salahkan Lonjakan Harga Minyak Dunia

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Menteri Keuangan menyebut gejolak geopolitik Timur Tengah menekan laju ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026, namun optimistis pertumbuhan mampu menembus 6 persen pada semester kedua. JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut memang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun […]

  • Polda Bali Periksa Dugaan Oknum Anggota Res Tabanan Bekingi Kasus Pencurian Alat DJ di Densel

    Polda Bali Periksa Dugaan Oknum Anggota Res Tabanan Bekingi Kasus Pencurian Alat DJ di Densel

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Propam Polda Bali memproses laporan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh anggota Polri yang disebut memiliki kedekatan dengan pihak terlapor dalam perkara pencurian alat DJ. DENPASAR – Polda Bali merespons laporan dugaan keterlibatan oknum anggota Polri dalam perkara dugaan pencurian satu unit alat DJ Pioneer XDJ-RR yang ditangani Polsek Denpasar Selatan (Densel). Laporan tersebut menyebut adanya dugaan […]

  • Mitsubishi Pajero Terlahir Kembali, SUV Legendaris Siap Menggebrak 100 Negara Play Button

    Mitsubishi Pajero Terlahir Kembali, SUV Legendaris Siap Menggebrak 100 Negara

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Mitsubishi Motors menghidupkan kembali nama besar Pajero setelah vakum beberapa tahun. Mengusung mesin diesel 2,4 liter, ladder frame, sistem 4WD dan tujuh mode berkendara, Pajero terbaru diposisikan sebagai SUV flagship global Mitsubishi. TOKYO — Mitsubishi Motors Corporation resmi menghidupkan kembali salah satu nama paling ikonik dalam sejarahnya. Perusahaan otomotif Jepang tersebut pada Rabu, 2 September […]

expand_less