Breaking News
light_mode

Bali Tutup TPA Suwung Agustus 2026, Beralih ke Energi dari Sampah

  • account_circle Admin
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Bali — Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah strategis dalam mengatasi krisis sampah dengan menutup total Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada 1 Agustus 2026. Kebijakan ini menjadi penanda peralihan menuju sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi modern dan berkelanjutan.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan keputusan tersebut dalam rapat bersama DPRD Bali, didampingi Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta. Dalam kesempatan itu, pemerintah juga mengumumkan rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

“Penutupan TPA Suwung merupakan bagian dari perubahan mendasar dalam sistem pengelolaan sampah. Semua sampah harus diselesaikan sesuai jenisnya, terutama sampah organik yang wajib ditangani dari sumber,” ujar Koster.

Sebagai tahap awal, Pemprov Bali akan memberlakukan kebijakan baru mulai 1 April 2026. Dalam skema tersebut, sampah organik dilarang masuk ke TPA, masyarakat diwajibkan melakukan pemilahan sejak dari sumber, serta pengolahan sampah didorong dilakukan di tingkat rumah tangga dan desa. Selama masa transisi hingga 31 Juli 2026, hanya sampah residu yang diperbolehkan dibuang ke TPA.

Langkah ini diambil untuk mengakhiri ketergantungan terhadap sistem pembuangan terbuka yang selama ini dinilai membebani lingkungan, khususnya di kawasan TPA Suwung. Selama bertahun-tahun, lokasi tersebut menjadi simbol penumpukan sampah yang berdampak pada pencemaran lingkungan, risiko kesehatan, serta citra pariwisata Bali.

Sebagai solusi jangka panjang, pembangunan fasilitas PSEL diharapkan mampu mengolah sampah menjadi energi listrik sekaligus menekan volume limbah. Proyek ini juga ditargetkan mendukung Bali sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Namun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesiapan infrastruktur pengolahan di tingkat lokal, edukasi masyarakat terkait pemilahan sampah, hingga konsistensi pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.

Pemerintah Provinsi Bali menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat dalam menyukseskan transformasi ini. Tanpa dukungan menyeluruh, penutupan TPA dikhawatirkan justru memunculkan persoalan baru.

Dengan target ambisius tersebut, Bali kini memasuki fase krusial dalam reformasi pengelolaan sampah. Penutupan TPA Suwung dan pembangunan PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah besar menuju sistem lingkungan yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • 📉 +1.81919282665 Вitсоin Get => telegra.ph/Blockchaincom-03-17?hs=a204e535a3c25afe0070ef83d80c9475& 📉

    fesx73

    Balas26 Maret 2026 7:38 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi Play Button

    Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 17Komentar

    DENPASAR – Upaya paksa menguasai dari pihak Puri Jambe Suci terjadi kembali terhadap tanah waris yang sudah ditempati secara turun temurun oleh keluarga besar Puri Jro Gde Kepisah. Terlihat pihak Puri Jambe Suci merusak pagar yang telah dipasang dan menurunkan tanah puing untuk mengisi tanah yang awalnya sudah penuh dengan pohon pisang, Jumat 11/7/2025. Keesokan […]

  • Ruang Hijau Terjaga, KEK Kura Kura Bali Menjadi Habitat Beragam Satwa

    Ruang Hijau Terjaga, KEK Kura Kura Bali Menjadi Habitat Beragam Satwa

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali secara konsisten merawat dan memelihara ruang hijau di dalam kawasan sebagai bagian dari pengelolaan jangka panjang. Saat ini, ratusan ribu tanaman dan pepohonan tumbuh dan terjaga di dalam kawasan. Kehadiran elemen hijau tersebut turut menciptakan lingkungan yang lebih […]

  • Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    Misteri Pipa Baigong di Cina, Jejak Peradaban Kuno atau Fenomena Alam?

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 16Komentar

    CINA – Di dekat Gunung Baigong, sebuah formasi batu berusia sekitar 150.000 tahun menyimpan salah satu teka-teki arkeologi paling membingungkan: Pipa Baigong. Struktur berbentuk pipa logam berwarna karat itu menonjol dari dinding gua dan memanjang hingga ke danau air asin di sekitarnya, dengan beberapa bagian bahkan terkubur jauh di dalam batu. Tata letaknya yang geometris […]

  • Pembunuhan Brutal Warga Australia di Munggu, Tiga Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejari Badung

    Pembunuhan Brutal Warga Australia di Munggu, Tiga Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejari Badung

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    BADUNG – Kasus pembunuhan berencana yang menewaskan warga negara Australia, Zivan Radmanovic, di vila mewah Vilia Casa Santisya 1 kawasan Pantai Munggu, Desa Munggu, Mengwi, Badung, kini memasuki babak baru. Pada Rabu (15/10/2025), Kejaksaan Negeri Badung resmi menerima pelimpahan tiga tersangka bersama barang bukti dari penyidik Polres Badung. Ketiga tersangka, yakni Darcy Francesco Jenson, Mevlut […]

  • Simbol Ular dalam Spiritualitas Timur, Mengapa Dibenci dalam Ajaran Abrahamik?

    Simbol Ular dalam Spiritualitas Timur, Mengapa Dibenci dalam Ajaran Abrahamik?

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Dalam bentangan sejarah spiritual dunia, simbol ular telah menjadi figur penuh makna, sekaligus kontroversial. Dalam ajaran Timur seperti Tantra, ular justru dipuja sebagai lambang energi spiritual tertinggi. Namun dalam tradisi agama-agama Abrahamik seperti Yahudi, Kristen, dan Islam, ular digambarkan sebagai musuh utama manusia, dikatakan sosok penggoda yang membawa petaka. Lalu, mengapa ada perbedaan […]

  • Umat Hindu Khawatir Kondisi Pura Agung Pulaki Kian Terpuruk

    Umat Hindu Khawatir Kondisi Pura Agung Pulaki Kian Terpuruk

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BULELENG – Kekhawatiran mendalam kini dirasakan umat Hindu terkait kondisi Pura Agung Pulaki, salah satu pura besar di Bali Utara. Bukan hanya soal kelestarian fisik pura, melainkan juga citra dan wibawa spiritualnya yang belakangan ini terguncang. Pasalnya, nama seorang penasehat pengempon pura terseret dalam dugaan kasus hukum yang kini ditangani Polres Buleleng. Persoalan hukum ini […]

expand_less