Langit Kediri Diselimuti Burung Migran Rusia, Ribuan Terik Asia Singgah di Sawah Petani
- account_circle Admin
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KEDIRI – Fenomena alam menarik terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ribuan burung migran dari wilayah utara seperti Rusia dan China terlihat memenuhi langit dan hamparan persawahan, menarik perhatian warga setempat dalam beberapa pekan terakhir.
Kawanan burung tampak terbang berkelompok pada pagi dan sore hari, lalu mendarat di area persawahan untuk mencari makan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka. Pemandangan ini paling sering terlihat di wilayah Kecamatan Gampengrejo serta sejumlah kawasan persawahan lain di Kediri.
Fenomena ini berkaitan dengan musim migrasi burung yang biasanya terjadi saat musim dingin di belahan bumi utara, sekitar Desember hingga Maret. Pada periode tersebut, burung-burung melakukan perjalanan ribuan kilometer menuju wilayah yang memiliki iklim lebih hangat dan sumber makanan yang cukup.
Salah satu spesies yang terlihat singgah di Kediri adalah Terik Asia (Glareola maldivarum). Burung ini dikenal sebagai salah satu spesies migran yang melintasi jalur migrasi internasional East Asian–Australasian Flyway sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Asia Tenggara hingga Australia.
Hamparan sawah, lahan basah, tegalan, hingga area perkebunan tebu di Kediri menjadi lokasi ideal bagi burung-burung migran untuk mencari makan. Mereka biasanya memakan serangga kecil yang banyak ditemukan di area tersebut.
Warga setempat mengaku fenomena ini cukup mencolok karena jumlah burung yang terbang terlihat sangat banyak, bahkan membentuk “awan burung” di langit pada waktu-waktu tertentu.
Selain menjadi pemandangan menarik, keberadaan burung migran juga membawa dampak positif bagi ekosistem pertanian. Burung-burung tersebut membantu mengendalikan populasi serangga hama secara alami sehingga dapat mendukung produktivitas lahan pertanian.
Fenomena ini juga menjadi indikator bahwa kualitas lingkungan di wilayah Kediri masih cukup baik dan mampu mendukung kehidupan satwa liar yang bermigrasi.
Menanggapi peristiwa ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tidak memburu, menangkap, maupun mengganggu burung-burung migran yang singgah.
Pihak BBKSDA menegaskan bahwa burung migran merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati serta memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Aktivitas perburuan terhadap burung-burung tersebut dapat melanggar hukum karena sebagian di antaranya termasuk satwa yang dilindungi.
BBKSDA Jawa Timur juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik persinggahan untuk memastikan kawasan tersebut tetap aman hingga burung-burung migran melanjutkan perjalanan kembali ke habitat asalnya.
Masyarakat diharapkan turut menjaga habitat alami, melaporkan jika menemukan aktivitas perburuan ilegal, serta menjadikan fenomena migrasi burung ini sebagai pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar