Breaking News
light_mode

Komperasia 2 Siap Digelar! Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris yang Buka Jalan Menuju Prestasi Internasional

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dunia pendidikan kembali diramaikan dengan hadirnya Komperasia 2, ajang Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris yang dirancang khusus untuk mengasah kemampuan akademik serta membangun semangat berkompetisi sehat di kalangan pelajar Indonesia tingkat SD/MI dan SMP/MTs.

Setelah sukses pada gelaran sebelumnya, Komperasia kembali hadir dengan semangat baru dan hadiah yang lebih menarik. Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah untuk belajar bersama, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Peserta yang berhasil menembus Grand Final Tingkat Nasional berkesempatan meraih berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari trip edukatif ke Thailand dan Singapura, uang pembinaan jutaan rupiah, hingga medali emas, perak, dan perunggu.

Dengan tagline “Olimpiade untuk Masa Depan Cerah”, Komperasia 2 ingin menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan langkah awal menuju masa depan gemilang, di mana para pelajar tak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter unggul dan wawasan internasional.

Komperasia 2 dibuka untuk empat kategori tingkat pendidikan, yaitu:

Level 1: SD Kelas 1–2

Level 2: SD Kelas 3–4

Level 3: SD Kelas 5–6

Level 4: SMP Kelas 7–9

Pendaftaran akan segera dibuka, dan peserta diimbau untuk segera bersiap agar tidak ketinggalan kesempatan emas ini.

“Komperasia bukan sekadar lomba, melainkan gerakan pendidikan untuk melahirkan generasi cerdas, tangguh, dan berwawasan global,” ujar salah satu panitia penyelenggara.

Dengan semangat kompetisi dan kebersamaan, Komperasia 2 diharapkan menjadi momentum bagi pelajar Indonesia untuk terus berprestasi, menjalin persahabatan lintas daerah, dan membawa nama bangsa ke kancah internasional.

 

Ayo bergabung dalam Komperasia 2 dan buktikan bahwa masa depan cerah dimulai dari semangat belajar hari ini! (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (8)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monkey Forest Ubud Klarifikasi Video Instagram Toilet Rusak, Total Ada 15 Titik Toilet untuk Pengunjung

    Monkey Forest Ubud Klarifikasi Video Instagram Toilet Rusak, Total Ada 15 Titik Toilet untuk Pengunjung

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Pengelola menegaskan toilet yang viral di media sosial memang sedang dalam proses perbaikan. Secara keseluruhan, Monkey Forest Ubud memiliki 15 titik toilet yang tetap dapat digunakan pengunjung dan pengemudi selama renovasi berlangsung. UBUD – Ubud selalu menjadi magnet wisata Bali. Di antara deretan destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, Monkey Forest Ubud […]

  • Tere Liye Bela Alumni LPDP di Tengah Polemik Paspor Anak WNA: “Apa Dosanya?”

    Tere Liye Bela Alumni LPDP di Tengah Polemik Paspor Anak WNA: “Apa Dosanya?”

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    JAKARTA – Polemik mengenai unggahan paspor warga negara asing (WNA) milik anak seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berbuntut panjang di media sosial. Penulis novel ternama, Tere Liye, angkat bicara membela Dwi Sasetyaningtyas yang menjadi sasaran hujatan warganet dalam beberapa hari terakhir. Melalui akun Facebook pribadinya, Tere Liye mempertanyakan dasar kemarahan publik terhadap Dwi. […]

  • Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    Jejak Kelam Opium di Denpasar Tahun 1920, Antara Legalisasi dan Kerusakan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar – Sebuah potret lawas dari tahun 1920 mengungkap sisi lain kehidupan masyarakat Bali pada masa kolonial. Dalam foto arsip milik Leiden University tersebut, tampak aktivitas mengisap opium atau yang dikenal dengan istilah “madat”, yang kala itu menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, konsumsi opium tidak hanya terjadi […]

  • Mimpi Buruk di Gorontalo! Kisah Pilu Dua ART, Beta dan Ana, Korban Janji Palsu

    Mimpi Buruk di Gorontalo! Kisah Pilu Dua ART, Beta dan Ana, Korban Janji Palsu

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 4Komentar

    Rote Ndao – Beta dan Ana Oehandi, dua sahabat asal Rote Ndao, memberanikan diri merantau ke Gorontalo demi mengubah jalan hidup. Tergiur iming-iming manis dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja, mereka berharap bisa meraih impian sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) non-masak. Dengan bekal semangat dan harapan, mereka meninggalkan kampung halaman tercinta. Namun, sesampainya di Gorontalo, […]

  • Purbaya Soroti Kualitas Buruk Sistem Coretax: “Selevel Anak SMA”

    Purbaya Soroti Kualitas Buruk Sistem Coretax: “Selevel Anak SMA”

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara blak-blakan mengkritik kualitas sistem pelaporan pajak Coretax yang selama ini dikeluhkan publik. Ia menyebut program tersebut dibangun dengan mutu yang sangat rendah, bahkan menilainya “setara hasil kerja anak SMA.” Purbaya mengaku telah membentuk tim ahli teknologi informasi untuk menelusuri akar persoalan dan memperbaiki sistem tersebut. Namun, langkah […]

  • Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

    Dana Pungutan Wisatawan Asing Disorot, Arah Pemanfaatan Dinilai Mulai Bergeser

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar, Bali — Pemanfaatan Dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali mulai menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai arah kebijakan penggunaan dana tersebut berpotensi bergeser dari tujuan awalnya sebagai instrumen strategis untuk menjaga kualitas pariwisata Pulau Dewata. PWA sebelumnya dirancang sebagai sumber pendanaan khusus yang berasal dari kontribusi wisatawan mancanegara. Dana ini diharapkan dapat dikembalikan langsung […]

expand_less