Breaking News
light_mode

Tenang! Menabung 100 Miliar per Hari Selama 212 Tahun Kamu akan menyamai Kekayaan Elon Musk

  • account_circle Ray
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kekayaan Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah perhitungan terbaru menunjukkan nilainya mencapai sekitar Rp 7.728 triliun. Angka yang begitu besar hingga sulit dibayangkan oleh orang biasa. Untuk memberi gambaran ekstrem, jika seseorang menabung Rp 100 miliar setiap hari, ia masih membutuhkan waktu sekitar 212 tahun untuk menyamai total kekayaan Musk. Sebuah ilustrasi yang menegaskan betapa masifnya nilai aset pengusaha eksentrik tersebut.

Sumber kekayaan Musk tidak berdiri pada satu pilar saja, melainkan bertumpu pada ekosistem bisnis yang ia bangun dalam berbagai sektor strategis, antara lain:

1. Tesla, produsen mobil listrik terbesar di dunia yang mendongkrak posisinya sebagai raja industri EV global.

2. SpaceX, perusahaan antariksa yang tak hanya mengirim roket ke orbit, tetapi juga mengembangkan jaringan internet satelit Starlink yang kini digunakan di berbagai negara.

3. Neuralink, perusahaan yang mengembangkan teknologi antarmuka otak-komputer, dengan ambisi mengubah masa depan teknologi medis dan augmentasi manusia.

4. The Boring Company, pemain infrastruktur yang membuat terowongan transportasi berkecepatan tinggi untuk mengatasi kemacetan kota modern.

Selain empat perusahaan utamanya, kekayaan Musk juga terus terdongkrak oleh lonjakan nilai saham, investasi pribadi, proyek futuristik, serta kepemilikan perusahaan lain seperti X (sebelumnya Twitter) yang meski masih berada dalam fase transisi, tetap menjadi aset bernilai strategis.

Musk juga dikenal agresif dalam berinvestasi pada teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan, energi terbarukan, serta proyek eksplorasi luar angkasa. Kombinasi visi, inovasi, dan keberanian mengambil risiko membuat nilai kekayaannya terus tumbuh—hingga pada titik mustahil dikejar hanya dengan “menabung”, sekalipun nilainya ratusan miliar per hari.

Pertanyaannya kini: sampai sejauh mana kekayaan Musk akan terus meningkat, dan sektor revolusioner mana lagi yang akan ia dobrak berikutnya? (Tim)

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (10)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBJT Dinilai Cekik UMKM, Susruta: Kebijakan Tanpa Nurani, Warung Rakyat Kena Pajak, Lounge Bandara Bebas!

    PBJT Dinilai Cekik UMKM, Susruta: Kebijakan Tanpa Nurani, Warung Rakyat Kena Pajak, Lounge Bandara Bebas!

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 26Komentar

    DENPASAR – Kebijakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang diatur dalam Pasal 16, khususnya terkait penjualan atau penyerahan makanan dan minuman, menuai kritik tajam dari tokoh masyarakat Anak Agung Susruta Ngurah Putra. Ia menilai aturan ini berpotensi memberatkan pelaku usaha kecil hingga menengah di sektor kuliner, bahkan menunjukkan kurangnya keberpihakan pada rakyat kecil. Pasal […]

  • Golkar Bali Genjot Kursi Legislatif dan Eksekutif, Demer Tantang Kader Potensial

    Golkar Bali Genjot Kursi Legislatif dan Eksekutif, Demer Tantang Kader Potensial

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR – Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, menegaskan target ambisius partainya: memperbesar jumlah kursi legislatif dan eksekutif di seluruh tingkatan. Dalam pengarahan usai upacara mecaru dan syukuran di wantilan DPD Golkar Bali, Minggu (10/8/2025), politisi yang akrab disapa Demer itu menantang seluruh kader berpotensi untuk maju sebagai calon legislatif maupun eksekutif. “Kita […]

  • “Kurawa dan Prabu Salya” di Bali, Hibah Pemda kepada Penegak Hukum Dinilai Rawan Ganggu Independensi

    “Kurawa dan Prabu Salya” di Bali, Hibah Pemda kepada Penegak Hukum Dinilai Rawan Ganggu Independensi

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    DENPASAR — Kisah klasik dalam epos Mahabharata tentang hubungan Kurawa dan Prabu Salya dinilai masih relevan untuk membaca dinamika kekuasaan modern, termasuk relasi antara pemerintah daerah dan instansi penegak hukum di Indonesia (Instansi vertikal) Prabu Salya sebenarnya memiliki kedekatan dengan Pandawa. Namun sebelum perang Bharatayuda dimulai, ia lebih dahulu menerima jamuan dan penghormatan dari pihak […]

  • Aksi Mahasiswa di Jakarta Memanas, Wakil Ketua BEM UI Desak Polisi Beri Ruang

    Aksi Mahasiswa di Jakarta Memanas, Wakil Ketua BEM UI Desak Polisi Beri Ruang

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Ketegangan terjadi saat massa mahasiswa meluber ke jalur Transjakarta di depan Plaza UOB, Jakarta Pusat. Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra meminta polisi memberi ruang agar ia dapat mengatur massa. JAKARTA – Ketegangan mewarnai aksi demonstrasi mahasiswa di depan Plaza UOB, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Fathimah Azzahra terlibat adu […]

  • Narasi Kontra Soal PHK di Sektor Pariwisata Bali, Data Optimis vs Waspada Realistis

    Narasi Kontra Soal PHK di Sektor Pariwisata Bali, Data Optimis vs Waspada Realistis

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Isu PHK di Tengah Pulihnya Pariwisata Bali DENPASAR – Pernyataan yang kontras antara Gubernur Bali I Wayan Koster pada acara penutupan Bung Karno VII dan Instagram Ketua DPR RI Puan Maharani menunjukkan dua sudut pandang berbeda atas dinamika terkini sektor pariwisata Bali. Di satu sisi, Gubernur Koster menepis isu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menyebut […]

  • KPK Buka Peta Gelap Gratifikasi, Bongkar Sektor Rawan Korupsi di Layanan Publik

    KPK Buka Peta Gelap Gratifikasi, Bongkar Sektor Rawan Korupsi di Layanan Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan Peta Kerawanan Praktik Gratifikasi sebagai senjata baru membongkar kebiasaan korupsi yang selama ini dianggap lumrah di birokrasi. Diluncurkan di Gedung ACLC KPK, Selasa (17/12), peta ini bukan sekadar dokumen teknokratis, melainkan alat telanjang untuk membaca pola risiko, memprediksi titik rawan, dan mengungkap sektor pelayanan publik yang diam-diam menjadi […]

expand_less