Breaking News
light_mode

PBJT Dinilai Cekik UMKM, Susruta: Kebijakan Tanpa Nurani, Warung Rakyat Kena Pajak, Lounge Bandara Bebas!

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kebijakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang diatur dalam Pasal 16, khususnya terkait penjualan atau penyerahan makanan dan minuman, menuai kritik tajam dari tokoh masyarakat Anak Agung Susruta Ngurah Putra.

Ia menilai aturan ini berpotensi memberatkan pelaku usaha kecil hingga menengah di sektor kuliner, bahkan menunjukkan kurangnya keberpihakan pada rakyat kecil.

Pasal tersebut menetapkan bahwa penjualan makanan dan minuman oleh restoran, penyedia jasa boga, maupun katering akan dikenakan PBJT, dengan pengecualian terbatas bagi usaha beromzet di bawah Rp3 juta per bulan, penjualan di toko swalayan yang tidak khusus menjual makanan/minuman, pabrik makanan/minuman, serta fasilitas lounge bandara.

Sebagai ilustrasi Dagang bakso keliling bisa saja mengenakan pajak makanan dan minuman bagi pelanggannya.

“Artinya, dengan kata lain semua usaha makanan atau minuman, termasuk warung-warung, yang memiliki omzet lebih dari Rp3 juta per bulan akan dikenakan pajak PBJT. Ini tentu akan sangat memberatkan bagi para UMKM,” ujarnya, 8 Agustus 2025.

Susruta menilai batas omzet Rp3 juta terlalu rendah dan tidak mencerminkan realitas pelaku usaha kuliner yang baru berkembang.

“Banyak pelaku UMKM yang omzetnya sedikit di atas itu, tetapi keuntungan bersihnya tetap tipis. Pajak tambahan justru bisa membuat mereka gulung tikar,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan logika pengecualian pada fasilitas lounge bandara yang melayani segmen premium, sementara warung rakyat atau kedai kecil justru wajib membayar pajak begitu omzetnya melewati batas minimal.

“Ini ironis. Harusnya kebijakan ini disesuaikan dengan asas keadilan,” tambahnya.

Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa menurunkan daya beli masyarakat karena pelaku usaha kemungkinan akan menaikkan harga jual untuk menutup beban pajak, yang pada akhirnya berdampak negatif pada sektor kuliner dan pariwisata.

Susruta mengusulkan agar pemerintah daerah meninjau ulang besaran batas omzet dan memperluas kategori pelaku usaha yang dibebaskan dari PBJT, khususnya usaha kuliner rumahan atau berbasis komunitas.

“Jika pemerintah ingin menarik pajak, seharusnya dilakukan bertahap, disertai edukasi dan insentif. Bukan langsung memukul rata semua pelaku usaha,” tutupnya. (Ray)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (26)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wajib Tunda Penyidikan! Pemkab Buleleng Tempuh Jalur Perdata, Tirtawan Sebut Ne bis in idem

    Wajib Tunda Penyidikan! Pemkab Buleleng Tempuh Jalur Perdata, Tirtawan Sebut Ne bis in idem

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BULELENG – Polemik sengketa lahan di Banjar Dinas Batu Ampar, Desa Pejarakan, Gerokgak, Buleleng terus bergulir sampai ke meja hijau. Pemkab Buleleng melakukan langka strategis yakni melayangkan gugatan perdata kepada PT Coral Park dan sejumlah warga (Rahnawi dkk) ke Pengadilan Negeri (PN) Singaraja dengan register nomor 495/Pdt.G/2026/PN.Sgr, pada Selasa, 9 Juni 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) […]

  • Apakah Tuhan Marah Kalau Kita Jarang Sembahyang? Ini Penjelasan dalam Ajaran Hindu

    Apakah Tuhan Marah Kalau Kita Jarang Sembahyang? Ini Penjelasan dalam Ajaran Hindu

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Denpasar — Pertanyaan mengenai apakah Tuhan akan marah ketika umat jarang melakukan sembahyang kerap muncul di tengah masyarakat. Dalam perspektif ajaran Hindu, hal tersebut dipandang bukan sebagai persoalan emosi Tuhan, melainkan berkaitan dengan kondisi batin manusia itu sendiri. Dalam ajaran Hindu, Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa diyakini sebagai sumber kasih yang tidak terbatas. […]

  • Pelantikan DPW AWDI DKI Jakarta Diundur ke 11 November 2026, Budi Samsu Matangkan Persiapan

    Pelantikan DPW AWDI DKI Jakarta Diundur ke 11 November 2026, Budi Samsu Matangkan Persiapan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 3Komentar

    DPP AWDI menyempurnakan agenda pelantikan, koordinasi tamu undangan VIP, dan kesiapan teknis untuk memperkuat soliditas organisasi serta komitmen terhadap kebebasan pers. JAKARTA – Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPW AWDI) DKI Jakarta resmi diundur dari jadwal semula 29 Oktober menjadi 11 November 2026. Keputusan tersebut diambil dalam rapat persiapan yang dipimpin Ketua […]

  • Salah Tembak di Langit Kuwait, Tiga Jet Tempur AS Jatuh di Tengah Eskalasi Konflik Iran

    Salah Tembak di Langit Kuwait, Tiga Jet Tempur AS Jatuh di Tengah Eskalasi Konflik Iran

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    KUWAIT – Insiden salah tembak (friendly fire) mewarnai memanasnya konflik di kawasan Teluk setelah sistem pertahanan udara Kuwait secara tidak sengaja menembak jatuh tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat, Senin malam (2/3/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat ketiga pesawat tengah menjalankan operasi militer aktif di wilayah udara Kuwait, di tengah meningkatnya […]

  • Toyota Chaser JZX100 1998, Sedan Legendaris JDM yang Tetap Digandrungi Pecinta Performa

    Toyota Chaser JZX100 1998, Sedan Legendaris JDM yang Tetap Digandrungi Pecinta Performa

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Sedan sport asal Jepang, Toyota Chaser JZX100, kembali menjadi sorotan di kalangan pecinta otomotif, khususnya penggemar mobil JDM (Japanese Domestic Market). Diproduksi pada rentang 1996 hingga 2001, model tahun 1998 dari generasi keenam ini dikenal sebagai salah satu sedan performa terbaik di eranya. Mobil ini memadukan kenyamanan sedan empat pintu dengan karakter sporty […]

  • Sembilan Filosofi Jawa di Bulan Sura, Warisan Luhur untuk Menemukan Jati Diri dan Kedamaian Hidup

    Sembilan Filosofi Jawa di Bulan Sura, Warisan Luhur untuk Menemukan Jati Diri dan Kedamaian Hidup

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 18Komentar

    DENPASAR – Bulan Sura atau Suro dalam penanggalan Jawa memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Bulan pertama dalam kalender Jawa ini dianggap sebagai momentum untuk introspeksi, menyucikan batin, dan menata ulang nilai-nilai kehidupan. Di bulan penuh kontemplasi ini, masyarakat Jawa diajak untuk kembali memahami sembilan filosofi hidup yang secara turun-temurun diajarkan sebagai panduan moral dan […]

expand_less