Breaking News
light_mode

Kementerian Kebudayaan Terbitkan Buku Sejarah Baru, Luruskan Mitos Penjajahan 350 Tahun

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Jakarta, Minggu (14/12/2025). Peluncuran buku ini menandai upaya negara menghadirkan narasi sejarah Indonesia yang lebih kritis, berimbang, dan berbasis riset akademik mutakhir, termasuk merevisi anggapan lama bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, narasi penjajahan 350 tahun bukanlah fakta sejarah yang presisi. Menurutnya, klaim tersebut lahir dalam konteks perjuangan politik dan pembangunan kesadaran nasional di masa awal kemerdekaan. “Narasi itu memiliki fungsi historis untuk membangkitkan semangat perlawanan dan nasionalisme, tetapi secara akademik perlu diluruskan sesuai temuan para sejarawan,” ujarnya.

Dalam buku tersebut, sejarah Indonesia disajikan dengan menonjolkan dinamika perlawanan rakyat di berbagai wilayah Nusantara terhadap kekuatan kolonial, baik Belanda, Inggris, maupun Jepang. Fadli menekankan bahwa pengalaman kolonial tidak bersifat seragam. Ada daerah yang mengalami pendudukan singkat, ada yang lebih lama, bahkan terdapat wilayah yang tidak pernah sepenuhnya berada di bawah kekuasaan kolonial. Oleh karena itu, penyederhanaan sejarah ke dalam angka tunggal 350 tahun dinilai menyesatkan dan mengabaikan keragaman pengalaman sejarah bangsa.

Pendekatan ini sejalan dengan riset Profesor Hukum Internasional GJ Resink, yang sejak lama mengkritisi klaim penjajahan 350 tahun. Resink menunjukkan bahwa hingga akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 masih banyak kerajaan dan wilayah di Nusantara yang berdaulat dan tidak berada di bawah kontrol kolonial Belanda. Ia menyimpulkan bahwa angka 350 tahun lebih merupakan konstruksi politik ketimbang hasil perhitungan sejarah yang akurat.

Resink juga menelusuri asal-usul narasi tersebut, yang disebutnya berangkat dari pernyataan Gubernur Jenderal Hindia Belanda BC de Jonge dan kemudian diperkuat dalam pidato-pidato politik para tokoh pergerakan, termasuk Bung Karno. Menurutnya, penyebutan 350 tahun penjajahan digunakan sebagai alat retorika untuk menggugah kesadaran kolektif dan semangat melawan kolonialisme, bukan sebagai klaim akademik yang rinci.

Melalui penerbitan buku ini, Kementerian Kebudayaan berharap masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pemahaman sejarah yang lebih kritis dan kontekstual. Sejarah Indonesia tidak lagi dipahami semata sebagai kisah panjang penjajahan, melainkan sebagai rangkaian perjuangan, negosiasi, dan daya tahan bangsa dalam menghadapi arus global yang membentuk identitas Indonesia hingga hari ini. (Tim)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Udang di Balik Marina, Penyegelan BTID Picu Polemik, Antara Penegakan Lingkungan dan Kepastian Investasi di Bali

    Ada Udang di Balik Marina, Penyegelan BTID Picu Polemik, Antara Penegakan Lingkungan dan Kepastian Investasi di Bali

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    TABANAN — Langkah penyegelan yang dilakukan DPRD terhadap PT BTID memicu perdebatan tajam di ruang publik. Tindakan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan dugaan pembabatan kawasan mangrove, namun di sisi lain dinilai sejumlah pihak sebagai eksekusi sepihak yang berpotensi melanggar prosedur hukum dan menciptakan ketidakpastian investasi. Pemerhati kebijakan publik sekaligus tokoh masyarakat, Agung Wirapramana, menegaskan bahwa polemik […]

  • Teba Modern Disorot! Solusi Instan yang Berpotensi Jadi Bom Pencemaran Air Tanah

    Teba Modern Disorot! Solusi Instan yang Berpotensi Jadi Bom Pencemaran Air Tanah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR — Program pengelolaan sampah berbasis “teba modern” yang belakangan didorong pemerintah menuai kontroversi dari masyarakat dan akademisi. Skema ini dinilai bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga berpotensi memicu pencemaran lingkungan secara masif jika diterapkan tanpa edukasi dan standar teknis yang jelas. Sebelumnya, pemerintah melalui program DSDP (Denpasar Sewerage Development Project) berupaya mengintegrasikan pengolahan […]

  • Selat Hormuz Memanas, Dunia Cemas! AS Tahan Langkah Militer di Tengah Ancaman Krisis Energi Global

    Selat Hormuz Memanas, Dunia Cemas! AS Tahan Langkah Militer di Tengah Ancaman Krisis Energi Global

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR — Ketegangan di kawasan strategis Selat Hormuz terus meningkat setelah Iran dilaporkan menargetkan kapal-kapal dagang yang melintas di jalur vital tersebut. Aksi ini dipicu eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari, dan kini mulai berdampak luas terhadap stabilitas energi global. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu […]

  • Menulis sebagai Tanggung Jawab Sosial, Perspektif Komunikasi dalam Praktik Jurnalistik

    Menulis sebagai Tanggung Jawab Sosial, Perspektif Komunikasi dalam Praktik Jurnalistik

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    JAKARTA — Dalam perspektif teori komunikasi, aktivitas menulis tidak sekadar menyusun kata menjadi kalimat, melainkan merupakan proses konstruksi makna yang menuntut akurasi sekaligus tanggung jawab sosial. Gagasan ini sejalan dengan pemikiran Jürgen Habermas yang menempatkan komunikasi sebagai ruang publik untuk membangun pemahaman bersama secara rasional dan etis. Dalam praktik jurnalistik, konsep tersebut menjadi landasan penting […]

  • Underdog Aldi/Darsa Tantang Sugeng/Aji di Final Sengit PB Roberset 79 HUT RI ke-80

    Underdog Aldi/Darsa Tantang Sugeng/Aji di Final Sengit PB Roberset 79 HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    Denpasar, 23 Agustus 2025 – Kejutan besar terjadi di Kejuaraan Bulutangkis PB Roberset 79 dalam rangka HUT RI ke-80. Pasangan underdog Aldi/Darsa sukses melangkah ke partai final setelah menyingkirkan pasangan unggulan Ghea/Pujawan (Herbalife) pada laga semifinal yang berlangsung panas, dramatis, dan penuh ketegangan. Bertanding di GOR IRON, Tukad Citarum, Selasa (20/8), duel semifinal ini langsung […]

  • Tinggal Gratis, Balas dengan Maling! Diduga Pemuda Asal Riau Gondol Brankas Emas Senilai Rp300 Juta

    Tinggal Gratis, Balas dengan Maling! Diduga Pemuda Asal Riau Gondol Brankas Emas Senilai Rp300 Juta

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    DENPASAR – Niat tulus keluarga Ni Kadek Ariani (47) untuk menolong seorang pemuda yatim piatu asal Pekanbaru, Riau, justru berbuah pahit. Pemuda berinisial MF yang diberi tempat tinggal dan diperlakukan layaknya anak sendiri, diduga malah kabur membawa brankas berisi uang tunai, perhiasan emas, serta surat-surat berharga dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta. Aksi pencurian […]

expand_less