Breaking News
light_mode

Biji Jarak di Pinggir Jalan Ternyata Menyimpan Racun Mematikan

  • account_circle Ray
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bali — Tanaman jarak yang kerap tumbuh liar di pinggir jalan atau lahan kosong sering dianggap sebagai tanaman biasa. Namun di balik tampilannya yang sederhana, biji dari tanaman Ricinus communis menyimpan salah satu racun alami paling berbahaya yang pernah dikenal manusia.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa biji jarak mengandung racun kuat bernama Ricin, sejenis protein beracun yang mampu mengganggu proses vital dalam tubuh. Racun ini bekerja dengan cara menghentikan sel-sel tubuh memproduksi protein yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Ketika proses tersebut terhenti, sel-sel akan mati dan organ-organ penting seperti hati, ginjal, dan jantung dapat mengalami kegagalan fungsi.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa manusia termasuk makhluk yang sangat sensitif terhadap racun dari biji jarak. Dalam kondisi tertentu, konsumsi satu biji saja dapat menimbulkan dampak serius pada tubuh manusia. Sementara itu, hewan lain memiliki tingkat ketahanan yang berbeda. Seekor anjing diperkirakan membutuhkan sekitar 10 hingga 11 biji untuk menimbulkan efek fatal, sedangkan bebek yang dikenal lebih tahan terhadap berbagai zat beracun baru akan terdampak setelah mengonsumsi puluhan biji.

Para ahli juga menyebut racun ricin memiliki tingkat toksisitas yang sangat tinggi, bahkan sering disebut ribuan kali lebih beracun dibandingkan Cyanide dalam kondisi tertentu. Hingga saat ini, belum tersedia penawar khusus yang benar-benar efektif untuk menetralisir racun tersebut apabila sudah masuk ke dalam tubuh.

Yang menjadi perhatian para peneliti adalah fakta bahwa tanaman jarak bukanlah tanaman langka. Tanaman ini mudah ditemukan di berbagai wilayah tropis, termasuk di Indonesia, dan kerap tumbuh liar tanpa perawatan khusus. Karena tampilannya yang tidak mencolok, banyak masyarakat yang tidak menyadari potensi bahaya dari bijinya.

Pakar kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menyentuh atau mengonsumsi bagian tanaman yang tidak dikenal, terutama biji dari tanaman liar. Edukasi mengenai tanaman beracun dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Di balik keragaman hayati yang dimiliki alam, tersimpan pula potensi bahaya yang tidak selalu terlihat. Pengetahuan dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Lagi Jadikan PBNU Sebagai “Satpam Politik” Pemerintah

    Jangan Lagi Jadikan PBNU Sebagai “Satpam Politik” Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems. JAKARTA – PBNU itu sebaiknya bersikap kritis pada Pemerintahan Prabowo-Gibran yang tiap hari menjadi bahan pergunjingan masyarakat, karena berbagai kebijakan, program dan kinerja Pemerintah yang dinilai salah. Jangan lagi PBNU perbanyak bicara soal Perang Iran Vs. AS dan Israel, hanya karena Iran saat ini sedang ngetrend, didukung dan digandrungi oleh mayoritas […]

  • ADWITI Resmi Berdiri, Siap Bangun Standarisasi Layanan Dharma Wisata dan Tirta Yatra

    ADWITI Resmi Berdiri, Siap Bangun Standarisasi Layanan Dharma Wisata dan Tirta Yatra

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    DENPASAR – Pengukuhan Asosiasi Dharma Wisata dan Tirta Yatra Indonesia (ADWITI) telah resmi dilaksanakan di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali di Jl.Letjen S Parman, Renon, Selasa (2/6). Pengukuhan ini pimpin langsung oleh Anggota DPD RI Perwakilan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedekarna MWS III, SE, M.Si yang akrab disapa AWK, yang juga sebagai […]

  • Pansus Trap Hanya Rekomendasikan BTID? Publik Tanyakan Nasib Temuan Pelanggaran Lain

    Pansus Trap Hanya Rekomendasikan BTID? Publik Tanyakan Nasib Temuan Pelanggaran Lain

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Kinerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali kembali menjadi sorotan publik. Setelah sepanjang 2025 hingga 2026 gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak), penyegelan bangunan, hingga menemukan dugaan pelanggaran tata ruang dan perizinan di berbagai daerah di Bali, kini muncul pertanyaan besar terkait arah rekomendasi yang akan dibawa ke rapat […]

  • Ribuan Wisatawan Ditargetkan Padati Tanah Lot Art & Food Festival 2025

    Ribuan Wisatawan Ditargetkan Padati Tanah Lot Art & Food Festival 2025

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    TABANAN – Suasana kawasan wisata Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, pada Jumat (22/8) terasa berbeda dengan digelarnya Tanah Lot Art & Food Festival ke-6. Festival tahunan kebanggaan masyarakat Tabanan ini resmi dibuka oleh Bupati I Komang Gede Sanjaya yang diwakili Wakil Bupati I Made Dirga, menghadirkan perayaan besar seni, budaya, dan kuliner khas Bali. […]

  • Senja Kreatif di Serangan, Island Bazaar Kura Kura Bali Hadirkan Harmoni Budaya dan Ekonomi Lokal

    Senja Kreatif di Serangan, Island Bazaar Kura Kura Bali Hadirkan Harmoni Budaya dan Ekonomi Lokal

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menghadirkan ruang temu kreatif melalui gelaran Island Bazaar edisi kedua yang akan berlangsung pada 2–3 Mei 2026. Bertempat di UID Bali Campus, kawasan Serangan, kegiatan ini dijadwalkan mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA, menawarkan pengalaman pasar senja dengan nuansa budaya Bali yang kental. Mengusung tema […]

  • Terkikisnya Originalitas Hukum Adat

    Terkikisnya Originalitas Hukum Adat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Ditulis Oleh : Advokat I Made Somya Putra SH MH GIANYAR – Van Hollen Hoven disebut sebagai Bapak Hukum Adat Indonesia tanpa pernah ke Nusantara. Hanya duduk sambil membaca laporan dari para pembawanya di Hindia Belanda. Yang sebenarnya tujuannya adalah untuk kepentingan Hindia Belanda yang lebih dipergunakan untuk perpecahan atau (devide at impera) Hindia Belanda […]

expand_less