Breaking News
light_mode

Tay Kak Sie Semarang, Jejak 280 Tahun Sejarah Pecinan dan Harmoni Budaya Nusantara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEMARANG — Di tengah kawasan Pecinan Semarang, Jawa Tengah, Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok berdiri sebagai salah satu penanda penting perjalanan sejarah masyarakat Tionghoa sekaligus kekayaan budaya Kota Semarang. Berdiri sejak abad ke-18, kelenteng ini hingga kini tetap menjadi ruang ibadah, pelestarian tradisi, sekaligus bagian dari wajah keberagaman kota.

Kelenteng Tay Kak Sie tercatat berdiri sejak 1746. Pemerintah Kota Semarang menyebut bangunan yang berada di Gang Lombok tersebut sebagai salah satu kelenteng tertua dan terbesar di kawasan Pecinan Semarang.

Sejumlah catatan sejarah menyebut bangunan pemujaan tersebut pada awalnya bernama Kwan Im Ting dan didedikasikan untuk Dewi Kwan Im atau Kwan Sie Im Po Sat. Pada 1771, bangunan tersebut dipindahkan ke kawasan yang kini dikenal sebagai Gang Lombok dan kemudian menggunakan nama Tay Kak Sie.

Perjalanan tersebut membuat sejarah Tay Kak Sie tidak dapat dilepaskan dari perkembangan kawasan Pecinan Semarang. Kehadiran kelenteng menjadi bagian dari dinamika komunitas Tionghoa yang sejak masa lalu memiliki peran dalam aktivitas perdagangan dan kehidupan perkotaan Semarang sebagai kota pelabuhan.

Nama Tay Kak Sie sendiri dikenal memiliki arti “Kuil Kesadaran Agung”. Makna tersebut tercermin dalam karakter kelenteng yang berkembang sebagai tempat ibadah dan ruang pelestarian tradisi masyarakat Tionghoa.

Dari sisi arsitektur, Tay Kak Sie mempertahankan karakter bangunan tradisional Tiongkok dengan dominasi warna merah dan emas serta berbagai ornamen khas. Ukiran, patung, altar, lampion, dan ragam hias yang terdapat di dalam kompleks kelenteng menjadi bagian dari identitas visual sekaligus simbolik bangunan tersebut.

Tay Kak Sie juga berkembang menjadi tempat pemujaan berbagai dewa dalam tradisi yang berkaitan dengan Buddhisme, Taoisme, dan Kong Hu Cu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut kelenteng ini sebagai bagian dari kehidupan umat Tri Dharma dan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Semarang.

Kepala Sekretariat Kelenteng Tay Kak Sie, Andre Wahyudi, sebelumnya menjelaskan bahwa pemindahan kelenteng ke Gang Lombok berkaitan dengan kondisi lokasi sebelumnya yang dianggap tidak lagi mencukupi untuk kegiatan peribadatan.

“Dilihat dari feng shui, dari geografisnya cukup memadai maka dipindahkanlah ke sini,” ujar Andre dalam keterangan yang dikutip Joglo Jateng.

Menurut Andre, nama Tay Kak Sie memiliki makna Kuil Kesadaran Agung dan memiliki akar sejarah dalam tradisi Buddhisme Mahayana.

“Kuil ini jelas ada Tri Ratna Buddha, karena pada dasarnya adalah kuil Buddhis, berarti ada Buddha masa lalu, masa sekarang, dan masa depan,” katanya.

Seiring perjalanan waktu, Tay Kak Sie tidak hanya menjadi ruang ibadah. Berbagai kegiatan keagamaan dan tradisi budaya terus berlangsung di kawasan tersebut, termasuk sejumlah perayaan dan ritual yang menjadi bagian dari kalender budaya masyarakat Tionghoa.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, menjelang Tahun Baru Imlek, Tay Kak Sie juga menjadi lokasi pelaksanaan tradisi keagamaan tertentu, termasuk upacara Siang Sin Giu Hokri untuk mengantarkan dewa-dewi ke kayangan.

Keberadaan Tay Kak Sie juga memperlihatkan bagaimana kawasan Pecinan Semarang terbentuk melalui perjalanan panjang interaksi sosial, ekonomi, agama, dan budaya. Karena itu, kelenteng tersebut tidak hanya memiliki nilai bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga menjadi bagian dari lanskap sejarah Kota Semarang.

Kementerian Agama Jawa Tengah dalam publikasinya mengenai peringatan 275 tahun Tay Kak Sie menempatkan keberadaan kelenteng tersebut dalam konteks kehidupan umat Tri Dharma serta penguatan toleransi. Eksistensi Tay Kak Sie dinilai turut memperkaya catatan historis perjalanan Kota Semarang.

Hampir tiga abad setelah pertama kali berdiri, Tay Kak Sie tetap menjadi salah satu titik penting di kawasan Pecinan. Aktivitas ibadah yang berlangsung di dalamnya berjalan berdampingan dengan keberadaan kawasan perdagangan, kuliner, dan aktivitas masyarakat di Gang Lombok.

Kini, Tay Kak Sie bukan sekadar bangunan tua dengan ornamen khas Tiongkok. Ia menjadi pengingat bahwa sejarah sebuah kota dibentuk oleh perjumpaan berbagai kelompok masyarakat, tradisi, dan keyakinan yang tumbuh berdampingan dalam ruang yang sama.

Di tengah perubahan wajah perkotaan Semarang, keberadaan Tay Kak Sie menjadi bagian dari warisan sejarah yang masih hidup. Dari altar dan tradisi keagamaan hingga arsitektur yang dipertahankan, kelenteng ini merekam perjalanan panjang komunitas Tionghoa sekaligus memperlihatkan warna keberagaman yang menjadi bagian dari identitas Kota Semarang.

Bagi generasi sekarang, menjaga Tay Kak Sie bukan semata mempertahankan sebuah bangunan bersejarah. Lebih dari itu, pelestarian kelenteng tersebut berarti merawat ingatan tentang perjalanan budaya, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang telah berlangsung lintas generasi.

Tay Kak Sie pada akhirnya menjadi salah satu simbol bahwa warisan sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Ia juga menjadi ruang tempat tradisi terus dijalankan dan nilai keberagaman diwariskan kepada generasi berikutnya.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unud dan Imigrasi Dirikan IMPACT untuk Perkuat Kebijakan Keimigrasian

    Unud dan Imigrasi Dirikan IMPACT untuk Perkuat Kebijakan Keimigrasian

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR — Universitas Udayana (Unud) dan Direktorat Jenderal Imigrasi resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat riset dan analisis kebijakan keimigrasian melalui pendirian Indonesian Immigration Policy and Analysis Center (IMPACT). Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Aula Theatre Lecture Building Universitas Udayana, Jimbaran, Selasa (2/12/2025), disaksikan pejabat pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan terkait. PKS […]

  • Kuasa Hukum Nilai Replik JPU Penuh Kelemahan, Siap Sajikan Duplik Balasan

    Kuasa Hukum Nilai Replik JPU Penuh Kelemahan, Siap Sajikan Duplik Balasan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 16Komentar

    DENPASAR – Sidang lanjutan perkara Anak Agung Ngurah Oka di Pengadilan Negeri Denpasar pada Kamis (14/8/2025) memanas setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan replik atau tanggapan atas nota pembelaan terdakwa. Pihak pembela menilai isi replik tersebut justru memperlihatkan kelemahan argumentasi jaksa dan tidak selaras dengan fakta persidangan. I Made Somya Putra, kuasa hukum Ngurah Oka, […]

  • Mahasiswa 18 Tahun Ini Raup Miliaran Rupiah, Kuliah Sambil Jadi Pengusaha Sukses

    Mahasiswa 18 Tahun Ini Raup Miliaran Rupiah, Kuliah Sambil Jadi Pengusaha Sukses

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    MIAMI — Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Zach Yadegari sudah menorehkan prestasi yang membuat banyak orang dewasa tercengang. Sambil menempuh pendidikan jurusan bisnis di University of Miami, Zach berhasil membangun sumber penghasilan yang luar biasa besar untuk remaja seusianya. Remaja asal California ini dikenal di dunia maya sebagai salah satu wajah muda di […]

  • Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg Dikembalikan Kejagung

    Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg Dikembalikan Kejagung

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah meminta seluruh barang yang disita dari rumah keluarganya, termasuk emas 74 kilogram dan uang tunai, dikembalikan dalam kondisi utuh. JAKARTA — Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan emas seberat 74 kilogram beserta uang […]

  • ARUN DPD Bali Turun Bersama Gubernur dalam Gerakan Bali Bersih, Dukung Imbauan Presiden Prabowo

    ARUN DPD Bali Turun Bersama Gubernur dalam Gerakan Bali Bersih, Dukung Imbauan Presiden Prabowo

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bali Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) ambil bagian dalam kegiatan bersih pantai di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Bali Bersih yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), TNI, Kepolisian, siswa sekolah, hingga desa adat, bersama Pemerintah Provinsi Bali. Aksi […]

  • Sat Samapta Polresta Denpasar Atur Lalu Lintas Pagi di Zona Rawan Macet, Arus Lancar dan Terkendali

    Sat Samapta Polresta Denpasar Atur Lalu Lintas Pagi di Zona Rawan Macet, Arus Lancar dan Terkendali

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 8Komentar

    DENPASAR — Dalam upaya mengurai kemacetan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Sat Samapta Polresta Denpasar menggelar kegiatan pengaturan lalu lintas (PH pagi) di sejumlah titik rawan macet di wilayah ZONA 8, Senin pagi (23/6). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Adnyana T.J., S.Sos., S.H., M.M., yang turun langsung […]

expand_less