Breaking News
light_mode

Datok Yan Djuna Soroti Etika Panitia Batubara Bertanjak VII di Istana Niat 5 Laras

  • account_circle Sudarman Syah
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Datok Yan Djuna menilai penempatan kursi VIP dalam pembukaan Batubara Bertanjak VII di Istana Niat Lima Laras perlu dievaluasi. Ia mengingatkan pentingnya profesionalitas panitia, ketertiban protokoler, serta pelestarian nilai adab dan penghormatan dalam budaya Melayu.

BATU BARA – Tokoh pemuda Melayu Sumatera Utara, Datok Yan Djuna, menyoroti etika dan profesionalitas panitia Batubara Bertanjak VII dalam melayani tamu undangan. Ia mengaku kecewa dengan penempatan kursi VIP yang dinilainya kurang tertib dan tidak mencerminkan penghormatan terhadap tamu resmi.

Kritik tersebut disampaikan Yan Djuna setelah menghadiri pembukaan Batubara Bertanjak VII di Istana Niat Lima Laras, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (10/10).

Kegiatan yang berlangsung hingga 16 Oktober 2026 itu dibuka Dr. Ngatemin, S.Pd., M.Si. adalah Direktur Politeknik Pariwisata Medan (Poltekpar Medan), yang hadir mewakili Kementerian Pariwisata RI. Hadir pula Ketua DPRD Batu Bara Safi’i, S.H., yang juga Ketua MABMI Batu Bara, perwakilan bupati, unsur Muspika, serta sejumlah tokoh pemuda dan budaya Melayu.

Pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan tari persembahan Melayu secara kolosal. Sejumlah kegiatan seni dan budaya turut memeriahkan perhelatan yang mengangkat tanjak atau tengkulok sebagai identitas Melayu tersebut.

Yan Djuna yang datang dari Medan bersama tokoh pemuda Melayu Kota Medan, H. Muhammad Fadly Nasution, S.T., mengaku antusias menghadiri kegiatan itu setelah menerima undangan resmi panitia.

Yan Djuna yang menyandang gelar Datok Setia Nara Seni Diraja sebagai perangkat Kerajaan Kejeruan Metar Bilad Deli itu juga dikenal sebagai penyiar program Resam Melayu di RRI Pro 4 FM Medan, Suara Budaya Sumatera Utara.

“Saya sangat antusias menerima undangan Batubara Bertanjak ke-7, walau jarak tempuh naik 3 jaman dari Kota Medan ke Istana Niat Lima Laras Tanjung Tiram. Apalagi, kegiatan ini disebut mendapat dukungan Kementerian Pariwisata dan masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Bagi saya, ini suatu kehormatan, apalagi ini kali perdana saya hadir,” ujarnya.

Namun, menurut Yan Djuna, kemeriahan acara seharusnya diimbangi pelayanan yang baik kepada tamu undangan. Ia mengaku kecewa karena menilai penempatan kursi VIP tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Bukan soal gila hormat tapi jangan sampai tamu yang datang atas undangan resmi justru merasa diabaikan, sementara orang yang bukan undangan resmi bisa menempati kursi VIP. Tamu datang dari jauh, mengeluarkan biaya akomodasi sendiri dan menghadapi risiko perjalanan. Seharusnya ada penghormatan yang layak kepada tamu,” tegasnya.

Yan Djuna meminta panitia mengevaluasi sistem penerimaan dan penempatan tamu, terutama di area VIP. Menurutnya, protokoler harus diatur secara jelas agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap tamu.

“Kalau memang ada ketentuan tempat duduk VIP, terapkan secara konsisten. Semua harus diatur dengan baik, beretika, dan bermartabat terkecuali bukan tamu undangan khusus. Jangan sampai persoalan teknis seperti ini mencederai nilai-nilai budaya Melayu yang menjunjung tinggi adab dan penghormatan, apalagi sampai umpama kata mewakili Kerajaan seperti Kejeruan Metar Bilad Deli,” katanya.

Selain menyoroti pelayanan panitia, Yan Djuna juga mengingatkan pentingnya pelestarian Istana Niat Lima Laras sebagai warisan sejarah Melayu. Istana tersebut dibangun pada 1907 dan selesai pada 1912 oleh Datuk Matyoeda Sri Diraja atau Datuk Muhammad Yuda, Raja Kerajaan Lima Laras ke-XII.

Menurutnya, kondisi bangunan bersejarah itu perlu mendapat perhatian serius agar pelaksanaan kegiatan budaya tidak hanya menjadikan istana sebagai lokasi seremonial, tetapi juga mendorong pelestarian warisan sejarah secara berkelanjutan.

Yan Djuna berharap Batubara Bertanjak terus berkembang menjadi agenda budaya yang membanggakan masyarakat sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah.

“Keberhasilan acara bukan hanya diukur dari kemeriahan panggung, penampilan artis, atau banyaknya pengunjung. Pelayanan kepada tamu, ketertiban protokoler, dan penghormatan terhadap undangan juga menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraan,” ujarnya.

Ia berharap kritik tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia agar pelaksanaan Batubara Bertanjak berikutnya semakin baik.

“Budaya Melayu mengajarkan kita untuk memuliakan tetamu. Jangan sampai kegiatan yang membawa nama besar budaya Melayu justru mengabaikan nilai adab dan penghormatan. Semoga ke depan kemegahan acara berjalan seiring dengan kemuliaan adat dan budi pekerti Melayu,” pungkasnya.

Tim

Sudarman Syah

Penulis

Berbuatlah seperti akar, hilang tertanam tanpa ada yang perlu tau apapun yang telah kamu lakukan.

Komentar (1)

  • healthy aging and joint health

    The section on gradual exercise progress is helpful, since it can help make routines more manageable.

    Balas15 Oktober 2026 9:28 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Highlighting British YouTuber’s Content, Somya: Chasing Sensation, Should Be on Immigration Watchlist Play Button

    Highlighting British YouTuber’s Content, Somya: Chasing Sensation, Should Be on Immigration Watchlist

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3796Komentar

    DENPASAR – A recent video by British YouTuber and influencer Zoe Rae has sparked backlash among Balinese locals and cultural figures, after she claimed that Bali was not as beautiful as it appears on social media. Rae abruptly left the island just two days after arriving, opting instead to celebrate her wedding anniversary in Dubai. […]

  • Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    Ketika Burung Kecil Memicu Tragedi Besar, Kesalahan Fatal Mao Zedong yang Berujung Kelaparan Massal di China

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    TIONGKOK – Burung gereja (Passer montanus) selama ini dikenal sebagai satwa kecil yang akrab dengan kehidupan manusia, beterbangan di pemukiman, sawah, dan ruang-ruang kota. Namun siapa sangka, burung yang tampak sepele ini pernah menjadi pusat dari salah satu kesalahan kebijakan terbesar dalam sejarah modern yang berujung pada bencana kelaparan massal di China dan menewaskan puluhan […]

  • Gaji Tembus Rp50 Juta, Profesi Sopir Bus di Jepang Kian Diminati Pekerja Indonesia

    Gaji Tembus Rp50 Juta, Profesi Sopir Bus di Jepang Kian Diminati Pekerja Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 597Komentar

    Jakarta – Peluang kerja di Jepang semakin menarik perhatian tenaga kerja Indonesia. Di tengah krisis kekurangan sekitar 30.000 sopir bus yang melanda Negeri Sakura, pemerintah dan perusahaan transportasi Jepang mulai membuka lebih banyak kesempatan bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia. Tingginya kebutuhan tenaga kerja tersebut membuat profesi sopir bus menjadi salah satu pekerjaan yang paling […]

  • Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi Play Button

    Rebut Paksa Gunakan Ormas, Pihak Jro Kepisah Tahan diri Akan Laporkan ke Polisi

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 18Komentar

    DENPASAR – Upaya paksa menguasai dari pihak Puri Jambe Suci terjadi kembali terhadap tanah waris yang sudah ditempati secara turun temurun oleh keluarga besar Puri Jro Gde Kepisah. Terlihat pihak Puri Jambe Suci merusak pagar yang telah dipasang dan menurunkan tanah puing untuk mengisi tanah yang awalnya sudah penuh dengan pohon pisang, Jumat 11/7/2025. Keesokan […]

  • Warga Pemaron Laporkan PLTD ke Komnas HAM dan Ombudsman, Desak Operasi Dihentikan

    Warga Pemaron Laporkan PLTD ke Komnas HAM dan Ombudsman, Desak Operasi Dihentikan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    Buleleng, Bali — Polemik operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pemaron kembali memanas. Warga Perumahan Nirwana, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, bersama YLBHI–LBH Bali melaporkan dugaan dampak lingkungan, kesehatan, ekonomi, maladministrasi hingga pelanggaran hak asasi manusia yang mereka kaitkan dengan pengoperasian PLTD Pemaron. Pengaduan tersebut disampaikan pada 7 September 2026 kepada sejumlah lembaga, mulai dari Pemerintah […]

  • Garda Media Group Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Banjir Denpasar

    Garda Media Group Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Banjir Denpasar

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Wilayah yang Belum Terjamah Bantuan Pemerintah Kini Dapat Perhatian DENPASAR – Banjir besar yang melanda sejumlah titik di Kota Denpasar dalam beberapa hari terakhir meninggalkan luka mendalam bagi warga. Tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, bencana ini juga memutus akses jalan, membuat banyak keluarga kesulitan memperoleh kebutuhan dasar. Ironisnya, hingga kini masih ada sejumlah […]

expand_less