Breaking News
light_mode

Penglingsir Bali Menagih Janji, Segera Bangun Bandara Internasional Bali Utara

  • account_circle Ray
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Buleleng, Bali – Ini cerita kilas balik di penutup tahun 2025. “Ada peristiwa yang menurut saya sangat bersejarah, ketika kami para penglingsir berkumpul di Puri Ageng Blahbatu, Gianyar pada pertengahan September 2025 lalu,” kenang AA Ngurah Ugrasena, Penglingsir Puri Agung Singaraja Buleleng kepada wartawan di penghujung kalendar 2025 (31/12/2025). “Sepertinya relevan untuk saya ceritakan kembali,” katanya lagi.

Pagi itu, Sabtu 15 September 2025 lalu, suasana Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar, terasa lebih hening dari biasanya. Para penglingsir puri dari berbagai penjuru Bali berkumpul. Mereka datang bukan membawa simbol kekuasaan, melainkan amanat panjang dari masyarakat Bali – khususnya Bali Utara – yang telah terlalu lama menunggu kepastian pembangunan.

Tiga belas penglingsir yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali (P3SB) sepakat menyampaikan satu pesan yang tegas kepada Presiden Prabowo Subianto: janji negara harus ditepati.

Janji itu bukan sekadar lisan. Ia telah dituangkan secara resmi dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang ditandatangani Presiden Prabowo pada 10 Februari 2025. Dalam dokumen tersebut, pembangunan Bandara Internasional Bali Utara secara eksplisit ditetapkan berlokasi di kawasan pesisir Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

“Kami sudah lelah dengan wacana dan spekulasi. Isi Perpres No. 12 Tahun 2025 sudah sangat jelas menetapkan pembangunan proyek bandara ini letaknya di kawasan pesisir Kubutambahan, Buleleng,” ujar Tjokorda Putra Nindya, Ketua Harian P3SB sekaligus Penglingsir Puri Agung Peliatan, Gianyar.

Menurut Tjokorda Putra Nindya, masyarakat adat Bali Utara kini tidak lagi membutuhkan perdebatan baru, melainkan kepastian waktu dan tindakan nyata, berupa groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan. “Peletakan batu pertama penting agar masyarakat tidak terus dibiarkan bertanya-tanya: apakah proyek ini benar-benar jalan, atau hanya janji politis,” tegasnya.

 

Bandara Bali Baru: Simbol Pemerataan, Bukan Proyek Politik

Para penglingsir menegaskan, bandara ini bukan proyek politik, melainkan simbol pemerataan pembangunan Bali yang selama dua dekade terakhir terlalu terpusat di wilayah selatan.

Data Bappenas tahun 2024 menunjukkan realitas yang mencolok: sekitar 87 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali disumbang wilayah selatan – Denpasar, Badung, dan Gianyar – sementara Bali Utara hanya berkontribusi sekitar 8 persen. Ketimpangan ini berdampak pada kesenjangan ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, hingga tekanan lingkungan yang semakin berat di Bali Selatan.

Karena itu, Bandara Internasional Bali Utara dipandang sebagai instrumen koreksi struktural: membuka akses baru, memicu pariwisata alternatif, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mengurangi beban Bandara I Gusti Ngurah Rai yang kapasitasnya kian tertekan.

 

Tidak Bebani APBN, Investor Sudah Siap

Para penglingsir juga menegaskan bahwa proyek bandara ini tidak akan membebani keuangan negara. Seluruh pembiayaan dirancang 100 persen dari investasi swasta, termasuk investor asing dari Tiongkok dan Timur Tengah.

Model pembiayaan ini dinilai justru mempercepat realisasi pembangunan tanpa harus menunggu atau mengganggu alokasi APBN maupun APBD. “Kalau investornya sudah siap dan regulasinya sudah jelas, lalu apa lagi yang ditunggu?” ujar AA Ngurah Ugrasena, Penglingsir Puri Agung Singaraja, Buleleng.

 

Risiko Ketidakpastian: Investor Menunggu, Warga Menunggu

Di tengah kepastian regulasi di tingkat pusat, para penglingsir menyesalkan munculnya sinyal ketidakpastian dari level daerah. Pernyataan pejabat daerah yang menyebut “lokasi belum pasti” dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik dan investor.

Pengamat ekonomi Putu Suasta mengingatkan bahwa ketidakpastian kebijakan adalah musuh utama investasi. “Siapa yang mau menanamkan modal jika arah kebijakan berubah-ubah setiap pergantian pejabat? Kita bicara proyek triliunan rupiah, bukan proyek kecil,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menghidupkan kembali wacana pemindahan lokasi ke wilayah lain, seperti Bali Barat, sama saja dengan menegasikan proses panjang yang telah dilakukan Bappenas dan masyarakat Bali Utara selama bertahun-tahun.

 

 Janji yang Pernah Disampaikan

Para penglingsir mengingatkan bahwa komitmen Presiden Prabowo bukan hal baru. Pada 13 Februari 2024, ketika masih menjabat Menteri Pertahanan dan berstatus calon presiden, Prabowo menerima seluruh penglingsir Bali di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, didampingi Ketua Wantimpres Wiranto.

Dalam pertemuan itu, Prabowo secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pembangunan bandara internasional baru di Bali Utara sebagai solusi atas keterbatasan Bandara Ngurah Rai dan sebagai jalan pemerataan pembangunan Bali.

 

 Siap Dieksekusi

Manajemen PT BIBU Panji Sakti, sebagai penggagas proyek, menegaskan kesiapan teknis dan pendanaan. “Investor sudah siap. MoU sudah kami tandatangani. Penetapan lokasi telah diajukan. Kami menargetkan runway pertama bisa beroperasi pada 2028,” ujar Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, CEO PT BIBU Panji Sakti.

Di akhir pertemuan, para penglingsir menegaskan bahwa seruan ini disampaikan bukan dengan amarah, melainkan dengan tanggung jawab moral sebagai penjaga keseimbangan Bali. “Kami percaya Presiden Prabowo akan menepati janjinya. Bali Utara siap menjadi episentrum pertumbuhan baru – demi keseimbangan Pulau Bali dan kemajuan bangsa,” pungkas AA Ngurah Ugrasena.

Bagi masyarakat Bali Utara, bandara ini bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah pengakuan, keadilan, dan harapan – yang kini menunggu untuk diwujudkan.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi Keuangan Desa, Peran Strategis BPD Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

    Digitalisasi Keuangan Desa, Peran Strategis BPD Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Yogyakarta – Digitalisasi sistem keuangan desa menjadi fokus utama dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia (BPDSI) yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (7/8/2025). Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Bank BPD DIY dengan mengusung tema “Implementasi Sistem Keuangan Desa Melalui BPDSI untuk Mendukung Tata Kelola Keuangan Desa.” Ketua […]

  • Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Kematian menandai berhentinya seluruh fungsi vital tubuh. Namun secara biologis, proses di dalam jasad belum sepenuhnya usai. Setelah dikuburkan, tubuh manusia mengalami serangkaian tahapan alami yang dalam dunia medis dan forensik dikenal sebagai proses dekomposisi atau penguraian. Secara ilmiah, perubahan itu dimulai dalam hitungan jam. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai oksigen ke seluruh […]

  • Keluarga Pasien Tuding Keracunan Obat, Kadis Kesehatan Rote Ndao Bantah: Itu Reaksi Alergi!

    Keluarga Pasien Tuding Keracunan Obat, Kadis Kesehatan Rote Ndao Bantah: Itu Reaksi Alergi!

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 2Komentar

    Rote Ndao – Insiden medis menimpa seorang ibu rumah tangga, Paulina Kiki (54), warga Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, usai mengikuti pengobatan gratis Puskesmas Keliling Batutua pada Selasa, 27 Agustus 2025. Pasien mengalami panas tinggi, gatal-gatal, dan pembengkakan kulit setelah mengonsumsi obat yang diberikan petugas kesehatan. Suami korban, Welhelmus Narang, menuturkan kekecewaannya kepada media. Ia […]

  • Kompensasi Rp1 Miliar Jadi Batu Sandungan, Kandang Babi vs Dapur Makan Gratis Memanas

    Kompensasi Rp1 Miliar Jadi Batu Sandungan, Kandang Babi vs Dapur Makan Gratis Memanas

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    SRAGEN – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sragen tersandung konflik sosial serius. Pemilik kandang babi di Dukuh Kedungbanteng RT 014, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, secara terbuka meminta kompensasi Rp1 miliar kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika usahanya harus dipindahkan. Permintaan itu hingga kini belum menemui titik temu dan memicu ketegangan di […]

  • Nuanu Creative City Satukan Tokoh Gastronomi, Perkenalkan Sutala sebagai Episentrum Kuliner Masa Depan Bali

    Nuanu Creative City Satukan Tokoh Gastronomi, Perkenalkan Sutala sebagai Episentrum Kuliner Masa Depan Bali

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    Bali, 4 Maret 2026 – Bali kian mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi pariwisata dan gaya hidup terkemuka dunia. Setelah dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia oleh TripAdvisor, sorotan internasional terhadap Pulau Dewata semakin tajam, termasuk pada sektor kulinernya yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah dinamika tersebut, Nuanu Creative City menggelar forum Nuanu […]

  • HARRIS Sunset Road Bali Gelar Buka Puasa Bersama 35 Anak Yatim, Awali Road to 14th Anniversary

    HARRIS Sunset Road Bali Gelar Buka Puasa Bersama 35 Anak Yatim, Awali Road to 14th Anniversary

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 11Komentar

    BALI – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, HARRIS Hotel & Residence Sunset Road Bali menggelar kegiatan buka puasa bersama 35 anak yatim, Kamis (20/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to 14th Anniversary yang puncaknya akan diperingati pada April mendatang. Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan […]

expand_less