Breaking News
light_mode

Kura Kura Bali dan Desa Adat Serangan Luncurkan SNOWI, Sampah Non-Organik Kini Bisa Jadi Tabungan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sistem digital SNOWI menghadirkan pengelolaan sampah yang transparan, mendorong ekonomi sirkular, serta memperkuat kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan Kura Kura Bali.

DENPASAR – PT Bali Turtle Island Development (BTID) melalui pengembangan kawasan Kura Kura Bali bersama Desa Adat Serangan resmi memperkenalkan Serangan Non-Organic Waste Initiative (SNOWI), sebuah sistem pengelolaan sampah non-organik berbasis digital yang dirancang untuk mengubah sampah menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.

Program ini menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Pulau Serangan. SNOWI mengintegrasikan seluruh proses mulai dari pengumpulan, penimbangan, pencatatan digital, penyimpanan sementara, hingga penyaluran sampah kepada mitra daur ulang.

Inisiatif tersebut lahir dari serangkaian diskusi antara Kura Kura Bali, Desa Adat Serangan, pengelola sampah, serta komunitas Nukari dan Angen mengenai perlunya sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan tidak hanya bersifat kegiatan sesaat.

Salah satu keunggulan SNOWI adalah penggunaan platform berbasis web yang memungkinkan seluruh transaksi dan data pengelolaan sampah tercatat secara digital, transparan, dan dapat dipantau secara real-time. Sistem ini mendokumentasikan data anggota, jenis sampah, berat sampah, hingga laporan transaksi dalam satu platform terpadu.

Perwakilan Nukari, I Wayan Patut, menilai sistem tersebut memudahkan masyarakat sekaligus memberikan kepastian administrasi dalam pengelolaan sampah.

“SNOWI itu simpel. Masyarakat bisa dengan mudah menggunakan aplikasinya. Yang paling menonjol adalah seluruh data pengelolaan sampah mereka terekam di dalam aplikasi,” ujar I Wayan Patut.

Ia menambahkan bahwa konsep tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Peluncuran SNOWI ditandai dengan demonstrasi sistem yang dihadiri Jro Bendesa Adat Serangan, Staf Ahli Wali Kota Denpasar Bidang Pemerintahan dan Hukum, manajemen BTID, perwakilan Nukari, siswa SMP Negeri 11 Serangan, serta masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dunia pendidikan, dan sektor swasta.

Staf Ahli Wali Kota Denpasar Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anak Agung Ngurah Oka Wiranata, yang mewakili Wali Kota Denpasar, mengungkapkan produksi sampah di Kota Denpasar terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas masyarakat.

“Meningkatnya aktivitas ekonomi menyebabkan volume sampah terus bertambah. Saat ini jumlah sampah di Kota Denpasar mencapai sekitar 1.033 ton per hari,” kata Oka Wiranata.

Ia mengapresiasi kehadiran SNOWI sebagai inovasi yang dinilai sederhana namun memiliki dampak besar.

“Saya mengapresiasi kegiatan SNOWI yang luar biasa dengan sistem yang sederhana. Saya yakin, dengan komitmen kuat dari Jro Bendesa dan Desa Adat Serangan, mekanisme seperti ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain,” tegasnya.

Oka Wiranata juga mengusulkan agar setelah masa uji coba selama satu bulan, SNOWI dapat berkolaborasi dengan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Serangan sehingga hasil penjualan sampah masyarakat dapat langsung disimpan dalam bentuk tabungan.

Sebelumnya, SMP Negeri 11 Denpasar telah menjadi lokasi uji coba program tersebut. Para siswa mengaku memperoleh pengalaman baru mengenai pentingnya memilah sampah sekaligus manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Perwakilan siswa, Kana, mengatakan:

“Senang karena hasil penukaran sampah bisa menjadi tabungan OSIS. Kami juga belajar memilah sampah sejak dini. Semoga program ini terus berjalan dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, menegaskan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Menurutnya, SNOWI menjadi langkah strategis untuk memberdayakan warga sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi sirkular.

“Dulu sampah ditukarkan dengan beras setiap bulan. Kini mekanismenya berbeda. Masyarakat nantinya bisa menabung di Lembaga Perkreditan Desa dan akan dibuatkan buku tabungan. Kami bekerja sama dengan putra-putri Serangan agar program ini terus berkembang,” ujar I Nyoman Gede Pariatha.

Melalui SNOWI, Kura Kura Bali dan Desa Adat Serangan berharap mampu membangun budaya pemilahan sampah sejak dari sumbernya sekaligus memperkuat ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi model pengelolaan sampah pesisir yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Bali.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pinjaman Berujung Jerat Hukum! Pemuda Bangka Belitung Dituntut 16 Tahun, Kasus Ryan Susanto Tuai Sorotan

    Pinjaman Berujung Jerat Hukum! Pemuda Bangka Belitung Dituntut 16 Tahun, Kasus Ryan Susanto Tuai Sorotan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    BANGKA BELITUNG — Kasus hukum yang menimpa seorang remaja berusia 20 tahun, Ryan Susanto, tengah menjadi perhatian publik. Perkara ini dinilai janggal oleh sejumlah pihak karena bermula dari hubungan pertemanan dan transaksi pinjam-meminjam, namun berujung pada tuntutan pidana berat. Peristiwa ini berawal ketika Ryan meminjamkan uang sebesar Rp40 juta kepada teman dekatnya yang dikenal dengan […]

  • Mau Terbangkan Apa? Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun 

    Mau Terbangkan Apa? Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun 

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DPR Pertanyakan Anggaran Fantastis, Menkop Tegaskan Pengadaan Bukan Kewenangan Kementerian JAKARTA – Isu dugaan pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai mencapai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta pemerintah […]

  • Bunga Telang, “Blue Matcha” Alami yang Memikat Mata dan Menyehatkan

    Bunga Telang, “Blue Matcha” Alami yang Memikat Mata dan Menyehatkan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR – “Blue matcha” adalah bubuk berwarna biru cerah yang berasal dari bunga butterfly pea atau bunga telang, tanaman tropis yang sudah lama dikenal di Indonesia. Meski namanya mengandung kata matcha, bahan ini sama sekali tidak berasal dari daun teh hijau. Blue matcha dibuat dari bunga telang yang dikeringkan dan dihaluskan, sehingga hampir tidak mengandung […]

  • Sulangai Bersatu! PORSENIDES 2025 Tutup Meriah Rayakan HUT RI ke-80

    Sulangai Bersatu! PORSENIDES 2025 Tutup Meriah Rayakan HUT RI ke-80

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    BADUNG – Sabtu (16/8/2025) malam, suasana Lapangan Desa Sulangai, Petang, dipenuhi gelak tawa, sorak gembira, dan semangat persaudaraan. Pekan Olahraga dan Seni Desa (PORSENIDES) Sulangai resmi ditutup dengan meriah, sekaligus menjadi rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tema “Sahitya Adhigana: Melalui Pekan Olahraga dan Seni Desa Sulangai Kita Wujudkan Sulangai […]

  • Demer Ingatkan Pansus TRAP Jangan Ganggu Iklim Investasi, Soroti Surat Protes Kamar Dagang China ke Presiden Prabowo

    Demer Ingatkan Pansus TRAP Jangan Ganggu Iklim Investasi, Soroti Surat Protes Kamar Dagang China ke Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 12Komentar

    DENPASAR — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Bali, sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer mengingatkan agar kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali tidak menimbulkan ketakutan di kalangan investor dan memperburuk iklim investasi di Indonesia, […]

  • Selat Bali Padat Saat Mudik, Wacana Jembatan Tuai Penolakan PHDI

    Selat Bali Padat Saat Mudik, Wacana Jembatan Tuai Penolakan PHDI

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JEMBRANA – Lonjakan arus mudik kembali memicu kepadatan di jalur penyeberangan Selat Bali. Antrean panjang kendaraan terlihat di Pelabuhan Gilimanuk, terutama didominasi sepeda motor yang digunakan pemudik dari Jawa menuju Bali. Sebagai jalur utama penghubung dua pulau, Selat Bali kerap menjadi titik krusial setiap musim mudik. Meski jaraknya relatif pendek, tingginya volume kendaraan menyebabkan waktu […]

expand_less