Breaking News
light_mode

Ketika Kejujuran Dianggap Gangguan dan Kemunafikan Dipersepsikan sebagai Kesantunan

  • account_circle Ray
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR – Wakil Ketua Umum Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Vaza Fernantha, melontarkan kritik tajam terhadap fenomena yang menurutnya masih mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, yakni budaya kemunafikan yang kerap dianggap sebagai bentuk kesantunan dan cara aman untuk bertahan dalam lingkungan sosial.

Dalam sebuah pandangan yang disampaikan pada 31 Mei 2026, Vaza menilai kemunafikan tidak lagi sekadar dimaknai sebagai perilaku berbohong atau berpura-pura baik. Menurutnya, fenomena tersebut telah berkembang menjadi pola perilaku yang muncul akibat tekanan sosial, ekonomi, dan budaya yang tidak selalu memberi ruang bagi kejujuran.

“Kemunafikan adalah seni bertahan hidup dalam tradisi moralitas yang sering kali tidak memberikan ruang bagi kejujuran. Banyak orang memilih mengatakan hal yang aman dan menyenangkan untuk didengar dibandingkan menyampaikan kenyataan yang sebenarnya,” ujar Vaza.

Ia menilai sebagian masyarakat lebih mengutamakan kenyamanan dalam berkomunikasi daripada keterbukaan. Akibatnya, kata-kata yang disampaikan sering kali menjadi alat untuk menjaga citra dan menghindari konflik, bukan sebagai refleksi dari kondisi yang sesungguhnya.

Menurut Vaza, kondisi tersebut tumbuh dari berbagai ketakutan yang melekat dalam kehidupan sosial, mulai dari rasa takut mengalami kesulitan ekonomi, takut mendapatkan sanksi sosial, hingga khawatir dianggap tidak memiliki sopan santun atau melanggar norma yang berlaku.

“Pada akhirnya, banyak orang memilih berpura-pura atau diam karena dianggap sebagai jalan paling aman untuk bertahan dan diterima dalam lingkungan sosial,” katanya.

Lebih lanjut, Vaza menyoroti adanya paradoks dalam kehidupan masyarakat. Di ruang publik, nilai-nilai moralitas, etika, dan kehormatan sering dijunjung tinggi serta dijadikan simbol kebanggaan bersama. Namun di sisi lain, dalam praktik sehari-hari nilai-nilai tersebut tidak selalu diwujudkan secara konsisten.

Ia menilai moralitas kerap berhenti pada tataran slogan dan retorika, sementara perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut justru masih banyak ditemukan dalam kehidupan sosial.

Vaza juga menyoroti pandangan yang berkembang di masyarakat terkait kritik dan keterbukaan. Menurutnya, sikap berbicara secara jujur sering kali dianggap tidak sopan, sementara kritik konstruktif kerap dipersepsikan sebagai tindakan kurang ajar atau mengganggu stabilitas.

“Ketika kejujuran dianggap ancaman dan kritik dipandang sebagai gangguan, maka ruang publik kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat lahirnya gagasan dan perbaikan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa budaya kemunafikan yang terus berkembang dapat berdampak pada kualitas kehidupan sosial dan kepemimpinan. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi figur-figur manipulatif untuk tampil sebagai pemimpin melalui pencitraan yang kuat, meskipun tidak selalu didukung integritas yang memadai.

“Ketika kebenaran tidak mendapat tempat yang layak, masyarakat memang tampak rukun di permukaan. Namun di balik itu, terdapat kerapuhan yang berpotensi memunculkan konflik berkepanjangan,” kata Vaza.

Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk membangun budaya dialog yang lebih terbuka, jujur, dan berani menerima perbedaan pandangan.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga harmoni, tetapi juga oleh keberanian menghadapi kenyataan secara apa adanya.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBJT Dinilai Cekik UMKM, Susruta: Kebijakan Tanpa Nurani, Warung Rakyat Kena Pajak, Lounge Bandara Bebas!

    PBJT Dinilai Cekik UMKM, Susruta: Kebijakan Tanpa Nurani, Warung Rakyat Kena Pajak, Lounge Bandara Bebas!

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 22Komentar

    DENPASAR – Kebijakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang diatur dalam Pasal 16, khususnya terkait penjualan atau penyerahan makanan dan minuman, menuai kritik tajam dari tokoh masyarakat Anak Agung Susruta Ngurah Putra. Ia menilai aturan ini berpotensi memberatkan pelaku usaha kecil hingga menengah di sektor kuliner, bahkan menunjukkan kurangnya keberpihakan pada rakyat kecil. Pasal […]

  • LSPR Institute Perkuat Pendidikan Etika Komunikasi di Era Digital

    LSPR Institute Perkuat Pendidikan Etika Komunikasi di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    JAKARTA, 5 September 2025 – Menyikapi kasus yang melibatkan salah satu alumninya, Laras Faizati Khairunnisa, terkait unggahan di media sosial, LSPR Institute of Communication and Business menegaskan kembali komitmennya dalam menumbuhkan komunikasi yang etis, kondusif, dan bertanggung jawab. Rektor LSPR, Associate Professor Dr. Andre Ikhsano, menekankan bahwa unggahan tersebut merupakan opini pribadi Laras yang disampaikan […]

  • Pihak Jro Kepisah Resmi Laporkan Tindakan Dugaan Pengerusakan Pagar Tanah di Sesetan

    Pihak Jro Kepisah Resmi Laporkan Tindakan Dugaan Pengerusakan Pagar Tanah di Sesetan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Keluarga besar Jro Gede Kepisah tak surut menghadapi bertubi – tubinya permasalahan yang hadir. Kini dirinya melaporkan Anak Agung Eka Wijaya alias Turah Mayun dan kawan – kawannya ke Polresta Kota Denpasar atas perbuatan yang diduga telah merusak pagar tanah yang telah dikuasai secara turun – temurun oleh keluarga besar Jro Kepisah. Kejadian […]

  • Tanpa Beschikking, Penyegelan BTID Dinilai Berpotensi Abuse of Power

    Tanpa Beschikking, Penyegelan BTID Dinilai Berpotensi Abuse of Power

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Ray
    • 6Komentar

    DENPASAR – Langkah Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Bali yang turun langsung ke sejumlah wilayah seperti Buleleng, Gilimanuk, hingga Serangan dinilai sebagai terobosan progresif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat. Namun, di balik apresiasi tersebut, muncul kritik tajam terkait mekanisme hukum atas rekomendasi pansus yang diduga langsung diikuti tindakan penertiban di lapangan. Advokat […]

  • Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali

    Jejak Gelap di balikTragedi Hiace Bali, Sisi Buram Pengawasan Pariwisata Bali

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    DENPASAR – Masih dalam pembahasan jejak gelap di balik tragedi naas yang menghantam Pariwisata di Bali pada waktu yang lalu. Paket widata misterius, travel ilegal dan 5 turis asal Tiongkok harus meregang nyawa tanpa selembar asuransi dari pihak agen travel. Kecelakaan maut yang merenggut lima turis Tiongkok di jalur ekstrem Singaraja–Denpasar, Jumat (14/11), bukan sekadar […]

  • Peneliti Temukan Protein PDI, “Lem Mikroskopis” yang Berpotensi Memperlambat Penuaan Otak

    Peneliti Temukan Protein PDI, “Lem Mikroskopis” yang Berpotensi Memperlambat Penuaan Otak

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    SYDNEY – Tim ilmuwan dari Macquarie University, Australia, mengidentifikasi protein umum dalam sel tubuh manusia yang berpotensi menjadi senjata baru melawan penuaan otak. Protein ini dikenal sebagai disulphide isomerase atau PDI, yang berfungsi layaknya “lem mikroskopis” untuk memperbaiki kerusakan DNA sekaligus melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, dan motor neuron disease. Selama ini, […]

expand_less