Rudal Hantam Kawasan Palm Jumeirah, Hotel Mewah di Dubai Terbakar di Tengah Eskalasi Iran–AS
- account_circle Admin
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUBAI – Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah sejumlah rudal dilaporkan menghantam kawasan Palm Jumeirah, Dubai, Sabtu (28/2/2026) malam waktu setempat. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Fairmont The Palm, hotel mewah yang berada di pulau reklamasi ikonik tersebut.
Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, mengklaim Washington melancarkan operasi militer besar di wilayah Iran.

Sumber-sumber regional menyebutkan serangan tersebut diduga merupakan respons Teheran atas operasi militer Amerika Serikat. Selain Uni Emirat Arab, sejumlah titik yang dikaitkan dengan fasilitas militer AS di kawasan Teluk—termasuk Qatar, Kuwait, dan Bahrain—dilaporkan berada dalam status siaga tinggi. Otoritas setempat belum merinci jumlah pasti korban di Dubai, namun laporan terpisah menyebut satu orang tewas di Abu Dhabi akibat tertimpa puing.
Muncul spekulasi bahwa hotel yang terdampak kerap menjadi lokasi menginap warga negara asing, termasuk personel militer. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai target spesifik serangan tersebut maupun keberadaan personel militer di lokasi saat kejadian.

Pemerintah Inggris melalui kantor luar negerinya (FCDO) mengeluarkan imbauan darurat kepada warganya di kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas setempat. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan negaranya tidak terlibat langsung dalam operasi tersebut, meski mengakui aset militer Inggris berada dalam posisi siaga di kawasan.
Eskalasi ini turut berdampak pada sektor penerbangan internasional. Sejumlah maskapai dilaporkan menyesuaikan rute dan jadwal akibat penutupan ruang udara di beberapa negara Teluk. Dampaknya dirasakan hingga Asia, termasuk potensi gangguan penerbangan menuju dan dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun otoritas Uni Emirat Arab terkait rincian teknis serangan. Situasi keamanan di kawasan dilaporkan masih berkembang dengan pengamanan diperketat di berbagai titik strategis.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar