Rosan Roeslani: PFII Mulai di Jakarta, Bali Jadi Pusat Finansial Global Bertahap
- account_circle Vaza Fernantha
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta Jadi Basis Awal, Bali Tetap Menjadi Tujuan Akhir Pengembangan
JAKARTA – CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, memastikan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) tidak akan langsung beroperasi di Bali. Pemerintah memilih memulai operasional dari Jakarta sebagai langkah transisi sebelum pusat finansial tersebut dikembangkan di Pulau Dewata.
Menurut Rosan, pembangunan pusat keuangan bertaraf internasional memerlukan persiapan matang, baik dari sisi infrastruktur, ekosistem bisnis, maupun kepercayaan investor global. Karena itu, Jakarta dinilai menjadi lokasi yang paling siap untuk menjalankan fase awal operasional.
“Dan memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi kan perlu ada persiapan mungkin selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat,” kata Rosan Roeslani di Istana Kepresidenan, Kamis (23/7).
Ia menjelaskan, selama masa transisi sekitar dua hingga tiga tahun, aktivitas operasional PFII akan dipusatkan di Jakarta. Danantara juga akan memanfaatkan Gedung Danareksa sebagai kantor operasional sementara sebagai bagian dari optimalisasi aset yang telah dimiliki.
Bali Tetap Menjadi Target Pengembangan
Rosan menegaskan, keputusan memulai operasional di Jakarta bukan berarti mengubah rencana menjadikan Bali sebagai pusat finansial internasional. Sebaliknya, strategi tersebut dilakukan agar pengembangan PFII memiliki fondasi yang kuat sebelum diperluas ke Bali.
“Bisa di Jakarta dan juga di Bali,” ujar Rosan mengenai skema pengembangan PFII pada tahap berikutnya.
Pernyataan tersebut membuka peluang penerapan konsep dual hub, di mana Jakarta dan Bali dapat saling melengkapi fungsi dalam ekosistem keuangan nasional maupun internasional.
Bangun Kepercayaan Investor
Strategi bertahap ini dinilai memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari penyempurnaan regulasi, penguatan ekosistem industri jasa keuangan, hingga menarik talenta global.
Selain itu, pendekatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap proyek PFII sebelum pengembangannya diperluas ke Bali.
Dengan memanfaatkan infrastruktur dan jaringan keuangan yang telah berkembang di Jakarta, pemerintah berharap proses menuju pusat finansial internasional dapat berjalan lebih efektif sekaligus mengurangi risiko implementasi.
Ke depan, Bali tetap diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pengembangan PFII sebagai destinasi pusat keuangan yang memiliki daya tarik global, sejalan dengan visi pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam industri jasa keuangan internasional.

Saat ini belum ada komentar