Breaking News
light_mode

Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Standar kecantikan dan keperkasaan pria tidak selalu identik dengan tubuh atletis. Di pedalaman Lembah Omo, ukuran perut justru menjadi tolok ukur utama kehormatan dalam tradisi tahunan Suku Bodi melalui ritual Ka’el.

Ritual ini memperlihatkan bagaimana tubuh gemuk dipandang sebagai simbol kemakmuran, kekuatan, dan prestise keluarga. Setiap tahun, satu pria lajang dari tiap keluarga dipilih untuk mengikuti proses khusus yang berlangsung sekitar enam bulan.

Selama periode tersebut, peserta diisolasi secara total. Mereka dilarang berinteraksi dengan perempuan dan dibatasi aktivitas fisiknya. Fokus utama mereka hanya satu: menambah berat badan sebanyak mungkin dalam waktu singkat demi membawa nama baik keluarga.

Pola konsumsi para peserta pun ekstrem. Setiap hari mereka harus mengonsumsi campuran susu dan darah sapi segar. Darah diambil tanpa membunuh hewan, namun proses ini tetap menjadi tantangan berat. Selain harus diminum dalam jumlah besar sebelum menggumpal, banyak peserta mengalami muntah hingga kesulitan bernapas. Meski demikian, tekanan sosial dan kehormatan keluarga membuat mereka tetap menjalani proses tersebut.

Puncak ritual Ka’el ditandai dengan festival yang menampilkan para peserta di hadapan masyarakat. Tubuh mereka yang telah berubah drastis, dengan perut membuncit dan gerak melambat, dilumuri abu serta tanah liat sebelum dipamerkan dalam parade.

Para tetua adat kemudian menilai peserta berdasarkan ukuran tubuh, daya tahan, serta kemampuan mereka menjalani proses ekstrem tersebut. Pemenang tidak menerima hadiah materi, melainkan status sebagai pria paling terhormat di komunitasnya, gelar yang melekat seumur hidup.

Meski tubuh para peserta umumnya kembali normal dalam beberapa minggu setelah ritual, status sosial yang mereka peroleh tetap bertahan. Namun, tradisi ini kini menghadapi tantangan seiring perubahan lingkungan dan masuknya modernisasi di kawasan Lembah Omo, yang perlahan memengaruhi cara hidup masyarakat setempat.

Ritual Ka’el menjadi pengingat bahwa standar nilai dan kehormatan manusia sangat beragam, bergantung pada budaya dan konteks sosial yang melingkupinya.

Editor – Ray

*Ritual Ka’el adalah tradisi unik Suku Bodi di Ethiopia, Afrika Timur, yang digelar untuk merayakan Tahun Baru Bodi (Kael). Ritual ini melibatkan kontes pria tergemuk yang dipilih dari pria lajang, di mana mereka mengasingkan diri selama 6 bulan dan mengonsumsi darah serta susu sapi.

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris ARUN Bali Protes Keras Kebijakan Koster Soal Lift Kelingking: “Apakah Tidak Ada Kepastian Hukum Investasi di Tanah Bali?”

    Sekretaris ARUN Bali Protes Keras Kebijakan Koster Soal Lift Kelingking: “Apakah Tidak Ada Kepastian Hukum Investasi di Tanah Bali?”

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 8Komentar

    DENPASAR – Sekretaris Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali, A.A. Gede Agung Aryawan, S.T. (Gung De) melontarkan protes keras terhadap keputusan Gubernur Bali periode sebelumnya, Wayan Koster, yang memerintahkan pembongkaran lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, paling lambat enam bulan ke depan. Ia menilai kebijakan tersebut mencerminkan ketidakkonsistenan pemerintah dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai […]

  • Bali Kesatuan Utuh, Gung De Aryawan Bersuara Keras: Jangan Monopoli Lapangan Kerja Pariwisata

    Bali Kesatuan Utuh, Gung De Aryawan Bersuara Keras: Jangan Monopoli Lapangan Kerja Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pengamat Kebijakan Publik, A A Gede Agung Aryawan atau yang akrab disapa Gung De, melontarkan kritik tajam terhadap praktik monopoli lapangan kerja di sektor pariwisata Bali. Ia menegaskan, Bali adalah satu kesatuan wilayah yang tidak boleh terpecah oleh kepentingan egosektoral. Dalam pernyataannya di Denpasar, Sabtu (11/1), Gung De yang juga merupakan Sekretaris Advokasi […]

  • Royal Ambarrukmo Yogyakarta Rayakan Pergantian Tahun dengan “A Night of Rhapsody”

    Royal Ambarrukmo Yogyakarta Rayakan Pergantian Tahun dengan “A Night of Rhapsody”

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    YOGYAKARTA — Royal Ambarrukmo Yogyakarta sukses menggelar perayaan malam pergantian tahun bertajuk “A Night of Rhapsody” pada Januari 2026. Bertempat di Kasultanan Ballroom, acara ini menghadirkan pengalaman menyambut tahun baru yang memadukan musik, seni pertunjukan, kuliner premium, serta nuansa kebersamaan dalam balutan suasana elegan dan penuh makna. Perayaan malam tahun baru tersebut dimeriahkan oleh beragam […]

  • BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

    BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar – Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali terasa di Kampung Bugis, Desa Serangan. PT Bali Turtle Island Development (BTID) mendukung kegiatan buka puasa bersama yang digelar warga di Masjid As-Syuhada, salah satu ikon sejarah perkembangan Islam di Pulau Serangan. Kampung Bugis sendiri merupakan permukiman muslim bersejarah yang didirikan oleh nelayan Bugis-Makassar sejak abad […]

  • Ilmuwan NASA Ungkap Skenario Mengerikan Jika Bumi Tiba-Tiba Berhenti Berputar

    Ilmuwan NASA Ungkap Skenario Mengerikan Jika Bumi Tiba-Tiba Berhenti Berputar

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    JAKARTA – Apa jadinya jika Bumi mendadak berhenti berputar? Pertanyaan itu sempat dibahas oleh para peneliti NASA Earth Science Division. Dalam laporan berjudul “What If Earth Stopped Spinning?” (nasa.gov), para ilmuwan menggambarkan dampak dahsyat yang akan terjadi. “Jika rotasi Bumi terhenti secara tiba-tiba, semua benda di permukaan akan terlempar ke arah timur dengan kecepatan lebih […]

  • Datangi Polda Bali, Kuasa Hukum Desa Adat Serangan Beri Keterangan atas Laporan Dugaan Penggelapan Aset Desa

    Datangi Polda Bali, Kuasa Hukum Desa Adat Serangan Beri Keterangan atas Laporan Dugaan Penggelapan Aset Desa

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR — Polemik dugaan penggelapan aset Desa Adat Serangan kini memasuki tahapan klarifikasi di kepolisian. Kuasa hukum Desa Adat Serangan secara resmi mendatangi Polda Bali untuk memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan terkait laporan dugaan penggelapan aset desa oleh bendesa adat sebelumnya. Kuasa hukum Desa Adat Serangan, Made Somya Putra, SH, MH, menyampaikan bahwa kehadiran […]

expand_less