LSPR Institute Perkuat Pendidikan Etika Komunikasi di Era Digital
- account_circle Ray
- calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, 5 September 2025 – Menyikapi kasus yang melibatkan salah satu alumninya, Laras Faizati Khairunnisa, terkait unggahan di media sosial, LSPR Institute of Communication and Business menegaskan kembali komitmennya dalam menumbuhkan komunikasi yang etis, kondusif, dan bertanggung jawab.
Rektor LSPR, Associate Professor Dr. Andre Ikhsano, menekankan bahwa unggahan tersebut merupakan opini pribadi Laras yang disampaikan melalui akun media sosial pribadinya. “Pernyataan itu sama sekali tidak mewakili sikap resmi LSPR dan tidak mencerminkan nilai-nilai inti yang kami junjung selama puluhan tahun,” tegasnya, Kamis (5/9).
Ia menambahkan, sivitas akademika LSPR—yang terdiri atas mahasiswa, dosen, staf, dan alumni—berkomitmen pada penggunaan komunikasi yang konstruktif, bukan untuk menyebarkan kebencian atau memicu kekerasan. Laras memang pernah menempuh pendidikan di LSPR, namun pada saat unggahan tersebut dibuat, ia sudah tidak berstatus mahasiswa.
Sejak awal berdiri, LSPR dibangun untuk mencetak komunikator profesional yang bukan hanya unggul secara teknis, tetapi juga berintegritas tinggi. Karena itu, kurikulum LSPR selalu menekankan etika profesi, tanggung jawab sosial, serta dampak komunikasi dalam ruang publik.
“Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan relevansi misi kami,” ujar Dr. Ikhsano. “Di tengah tantangan media digital, tanggung jawab seorang komunikator semakin besar. Kami akan memperkuat kembali pendidikan etika komunikasi digital agar sivitas akademika siap menghadapi kompleksitasnya.”
Sebagai langkah nyata, LSPR akan meluncurkan rangkaian seminar, kampanye, dan program edukasi terkait literasi digital, tanggung jawab etis, serta wacana publik yang sehat. Inisiatif ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kesadaran hukum dan moral dalam praktik komunikasi digital.
LSPR juga menaruh kepercayaan penuh pada proses hukum yang berjalan dan berharap kasus ini dapat diselesaikan secara adil. Fokus utama lembaga saat ini adalah menjaga lingkungan belajar tetap kondusif serta terus mencetak lulusan yang menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Tim)

https://shorturl.fm/nys0y
11 September 2025 7:18 PMhttps://shorturl.fm/jxUjs
11 September 2025 6:12 PM