Kepala SD di Salatiga Pertanyakan Harga Menu Program MBG, Video Perdebatan Viral
- account_circle Admin
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Salatiga — Sebuah video yang memperlihatkan seorang kepala sekolah dasar negeri di Salatiga mempertanyakan harga dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Sikap tegas kepala sekolah tersebut menuai perhatian publik karena dinilai berani menyoroti dugaan ketidaksesuaian harga makanan yang disajikan untuk siswa.
Dalam rekaman yang beredar luas, kepala sekolah tampak berdiskusi dengan pihak penyedia makanan di lingkungan sekolah. Ia memperlihatkan beberapa menu yang disiapkan bagi para siswa, termasuk roti dan makanan ringan.

Dalam percakapan tersebut, kepala sekolah menyoroti harga roti yang dinilai jauh lebih mahal dibandingkan harga di pasaran. Dengan nada tegas, ia mempertanyakan selisih harga yang cukup mencolok.
“Ini roti harganya Rp3.500? Biasanya sekitar Rp750. Kalau seperti ini, selisihnya untuk apa?” ujarnya dalam percakapan yang disampaikan menggunakan bahasa Jawa.
Pernyataan itu langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan kepada kepala sekolah tersebut karena dianggap menjalankan fungsi pengawasan terhadap program pemerintah yang menggunakan anggaran besar.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin. Program ini diharapkan dapat mendukung kesehatan sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar para siswa.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, program tersebut juga kerap menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai laporan terkait kualitas menu serta dugaan ketidaksesuaian harga bahan makanan.
Sejumlah warganet menilai pengawasan dari pihak sekolah sangat penting agar pelaksanaan program benar-benar memberikan manfaat optimal bagi siswa.
Mereka juga mendorong adanya transparansi dalam pengadaan bahan makanan serta mekanisme distribusinya.
Di sisi lain, sejumlah pihak meminta pemerintah bersama penyedia makanan melakukan evaluasi terhadap sistem pengadaan dalam program tersebut.
Kejelasan harga bahan pangan dinilai penting untuk mencegah munculnya kecurigaan di tengah masyarakat.
Peristiwa di Salatiga ini menjadi pengingat bahwa pengawasan di tingkat sekolah memiliki peran penting dalam memastikan program nasional berjalan sesuai tujuan.
Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kesehatan sekaligus kualitas belajar anak-anak Indonesia.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar