Kebakaran Gudang Rongsokan Nakula Belum Padam, 11 Motor dan 2 Mobil Hangus
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Api kembali berkobar hingga melalap rumah warga, water canon Polresta Denpasar dikerahkan dan 11 saksi telah diperiksa polisi.
DENPASAR – Kebakaran hebat yang melanda kawasan bedeng dan gudang rongsokan di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Klod, Denpasar Barat, belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Hingga Rabu (2/9), petugas masih berjibaku mengatasi sejumlah titik api dan bara yang tersembunyi di balik tumpukan material bekas.

Kebakaran yang pertama kali terjadi pada Senin (31/8) sekitar pukul 22.30 Wita tersebut menghanguskan kawasan seluas kurang lebih tiga hektare. Tidak hanya gudang rongsokan dan bangunan semi permanen, kobaran api juga merusak sejumlah rumah warga serta kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan pendataan sementara Polresta Denpasar, sedikitnya dua mobil, 11 sepeda motor dan tiga sepeda gayung terbakar. Dua mobil yang diketahui menjadi korban masing-masing Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia warna putih bernomor polisi DK 1508 GQE.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan penanganan di lokasi masih terus dilakukan karena api belum sepenuhnya padam.
“Untuk perkembangan situasi, petugas masih melakukan penanganan di TKP. Beberapa titik masih terdapat api sehingga dilakukan pemadaman dan pendinginan,” kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Material rongsokan yang menumpuk di lokasi menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Barang-barang bekas yang mudah terbakar menyebabkan kobaran api dengan cepat menjalar dari satu bagian ke bagian lainnya.

Sejumlah rumah bedeng yang dihuni warga juga ikut terdampak. Perabotan rumah tangga, perangkat elektronik hingga dokumen penting milik korban tidak luput dari kobaran api.
Andre, 25, salah seorang warga yang menjadi korban, mengaku baru mengetahui rumahnya terbakar setelah pulang bekerja. Ketika tiba di lokasi, bangunan tempat tinggalnya sudah dilalap api dan petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan kobaran.
Kondisi lebih menegangkan dialami Candra Setiawan, 35. Rumah orang tuanya yang berada di kawasan tersebut ikut terbakar setelah api merembet dari gudang rongsokan.
Candra sempat panik dan langsung mencari kedua orang tuanya karena khawatir masih berada di dalam bangunan. Setelah diperiksa, keduanya ternyata tidak berada di rumah. Candra kemudian menghubungi orang tuanya dan mendapat kepastian bahwa mereka sedang keluar membeli makanan.
“Orang tua saya ternyata sedang di luar membeli makanan,” ujar Candra.
Sementara itu, Siswanto alias Sis Botol mengungkapkan bahwa kobaran api pertama kali diketahui ketika dirinya sedang berada di gudang botol sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, dia bersama sejumlah karyawan tengah memilah botol.

Setelah salah seorang karyawan melihat api dari arah selatan gudang, Siswanto berusaha melakukan pemadaman menggunakan air keran melalui celah pembatas bambu.
“Saya mencoba menyiram titik api menggunakan air keran melalui celah pembatas bambu,” ungkap Siswanto.
Namun, usaha tersebut tidak mampu menghentikan laju api. Kobaran justru semakin besar dan mulai merambat ke gudangnya. Siswanto bersama karyawan akhirnya memilih menyelamatkan diri ke gudang lain yang berada tidak jauh dari lokasi.
Upaya pemadaman kembali menghadapi kendala setelah titik api muncul lagi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 15.30 Wita di bagian barat kawasan yang terbakar. Petugas pemadam yang masih bersiaga langsung melakukan penanganan.
Kondisi angin yang cukup kencang membuat api kembali membesar dan merembet ke area di sekitarnya. Armada pemadam kebakaran Kota Denpasar kemudian diperkuat petugas dari Kabupaten Badung.
Sekitar pukul 18.00 Wita, api kembali menjalar dan membakar dua bangunan rumah semi permanen milik Niman di sisi barat lokasi. Padahal, dua bangunan tersebut sebelumnya tidak terdampak kebakaran.
Memasuki Rabu (2/9), proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Dua unit ekskavator dikerahkan untuk membongkar dan mengurai puing serta tumpukan rongsokan yang berpotensi menyimpan bara.
Polresta Denpasar juga mengerahkan personel Sat Samapta dengan kendaraan water canon. Semprotan air bertekanan digunakan untuk menjangkau sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap, api maupun bara di antara material yang terbakar.
Selain memastikan seluruh titik api padam, polisi masih mendalami penyebab kebakaran. Hingga perkembangan terakhir, sebanyak 11 saksi telah dimintai keterangan.
Polisi juga masih melakukan pendataan terhadap kendaraan, bangunan dan barang milik warga yang terbakar untuk menghitung total kerugian material.
Dengan luas area terdampak sekitar tiga hektare, proses penanganan membutuhkan waktu karena api masih berpotensi muncul dari tumpukan rongsokan. Petugas gabungan tetap bersiaga untuk memastikan bara benar-benar padam dan mencegah api kembali menjalar ke permukiman maupun bangunan lain di sekitar lokasi.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar