Breaking News
light_mode

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ilmuwan Indonesia yang Mendunia Lewat Teknologi Radar Satelit Canggih

  • account_circle Admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta – Nama Prof. Dr. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia berkelas dunia di bidang teknologi dan sains. Ilmuwan asal Indonesia yang kini berkarier di Jepang tersebut dikenal luas berkat berbagai inovasi di bidang radar dan satelit yang telah dimanfaatkan di banyak negara.

Salah satu karya yang mengangkat namanya di kancah internasional adalah pengembangan teknologi radar satelit pengamat bumi yang mampu bekerja dalam berbagai kondisi ekstrem. Teknologi tersebut memungkinkan pengamatan wilayah meski tertutup awan tebal, kabut asap, hingga membantu pemetaan kondisi permukaan dan bawah permukaan tanah untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mitigasi bencana hingga kepentingan strategis.

Meski telah lama menetap dan berkarier di Jepang, Josaphat tetap mempertahankan statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Dalam kuliah umum di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), ia menegaskan kecintaannya terhadap Tanah Air dan keinginannya untuk suatu saat kembali mengabdi di Indonesia.

“Jiwa saya tetap Indonesia. Mudah-mudahan umur 55 tahun saya bisa kembali dan mengabdi di Indonesia,” ujar Josaphat.

Saat ini, Josaphat mengajar di Chiba University, Jepang, dan telah diangkat sebagai pegawai negeri pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang. Selain mengajar, ia aktif memimpin berbagai riset pengembangan teknologi radar dan satelit.

Pemilik ratusan hak paten tersebut dikenal sebagai salah satu ilmuwan terkemuka di bidang Synthetic Aperture Radar (SAR), Ground Penetrating Radar, komunikasi satelit bergerak, dan mikrosatelit. Berbagai hasil penelitiannya telah dimanfaatkan oleh perusahaan maupun institusi pemerintah di berbagai negara.

Perjalanan menuju kesuksesan tersebut tidak diraih secara instan. Josaphat mengisahkan bahwa saat berusia 35 tahun, ia membutuhkan dana sekitar Rp15 miliar untuk merealisasikan salah satu proyek penelitiannya. Namun saat itu, dana yang tersedia hanya sekitar Rp300 juta.

Meski menghadapi keterbatasan, ia terus mengembangkan risetnya hingga berhasil menghasilkan teknologi yang mendapat pengakuan internasional. Ketekunan tersebut akhirnya menarik perhatian berbagai perusahaan dan lembaga pemerintah yang kemudian menawarkan kerja sama maupun dukungan pendanaan.

“Saat ini saya tidak mencari pekerjaan. Justru banyak perusahaan besar yang menawarkan pekerjaan dan kerja sama,” ungkapnya.

Di pusat riset yang dipimpinnya di Chiba University, Josaphat membawahi sekitar 50 peneliti. Salah satu capaian yang dibanggakannya adalah kemampuan mengembangkan satelit dengan biaya jauh lebih efisien dibandingkan produk sejenis yang beredar di pasar global.

Menurutnya, satelit yang umumnya bernilai Rp4 hingga Rp5 triliun dapat dikembangkan dengan biaya sekitar Rp25 miliar, namun tetap memiliki kemampuan yang kompetitif bahkan lebih baik dalam sejumlah aspek.

Meski telah meraih berbagai prestasi internasional, Josaphat tetap menampilkan sikap sederhana. Ia menilai kemajuan teknologi pada dasarnya lahir dari keberanian untuk terus belajar dan mencari solusi atas berbagai persoalan.

“Teknologi yang dianggap maju sebenarnya sering kali sederhana. Perbedaannya hanya pada siapa yang mengetahui dan mengembangkannya,” katanya.

Ia juga mendorong generasi muda Indonesia untuk terus melatih kemampuan berpikir kreatif dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Menurutnya, ide-ide besar lahir ketika seseorang memberi ruang bagi dirinya untuk terus belajar, berpikir, dan berinovasi.

Kisah Josaphat Tetuko Sri Sumantyo menjadi inspirasi bahwa dedikasi, konsistensi, dan semangat inovasi mampu membawa anak bangsa berkontribusi di panggung dunia tanpa harus kehilangan identitas dan kecintaannya terhadap Indonesia.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AS Dikabarkan Pertimbangkan Tinggalkan Cadangan Emas, Ancaman Dominasi BRICS Jadi Pemicu

    AS Dikabarkan Pertimbangkan Tinggalkan Cadangan Emas, Ancaman Dominasi BRICS Jadi Pemicu

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    WASHINGTON, DC – Amerika Serikat dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah radikal dalam struktur cadangan (reserve = cadangan atau aset negara yang disimpan untuk menjaga stabilitas mata uang) ekonominya. Dorongan ini muncul seiring meningkatnya pengaruh ekonomi blok BRICS dan akumulasi emas besar-besaran oleh China yang dinilai dapat menggeser dominasi dolar di panggung global. Sumber internal dari komunitas […]

  • Sekretaris ARUN Bali Gungde Geram! Unggahan Bikini dan Adegan Mesra Oknum DPD RI Disorot

    Sekretaris ARUN Bali Gungde Geram! Unggahan Bikini dan Adegan Mesra Oknum DPD RI Disorot

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Perbincangan hangat terjadi di beberapa group Whatsapp dan media sosial akibat unggahan pernyataan keras pengamat sosial yang juga Sekretaris Organisasi Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali terhadap sikap dan perilaku seorang Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI Bali yang mengunggah dirinya bermain di Pantai menggunakan pakaian renang ala bikini yang sangat terbuka. Dalam pernyataannya […]

  • Demer Ingatkan Pansus TRAP Jangan Ganggu Iklim Investasi, Soroti Surat Protes Kamar Dagang China ke Presiden Prabowo

    Demer Ingatkan Pansus TRAP Jangan Ganggu Iklim Investasi, Soroti Surat Protes Kamar Dagang China ke Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Bali, sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer mengingatkan agar kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali tidak menimbulkan ketakutan di kalangan investor dan memperburuk iklim investasi di Indonesia, […]

  • Dari Makassar PSI Menyusun Lompatan Politik! Mukernas Jadi Titik Awal Konsolidasi Nasional Menuju 2029

    Dari Makassar PSI Menyusun Lompatan Politik! Mukernas Jadi Titik Awal Konsolidasi Nasional Menuju 2029

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Makassar — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memanfaatkan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Makassar sebagai momentum strategis untuk menyusun lompatan politik nasional. Dari Kota Daeng, semangat baru dan soliditas kader digelorakan untuk menjadikan PSI sebagai kekuatan politik yang semakin diperhitungkan menjelang Pemilu 2029. Ketua Organizing Committee (OC) Mukernas PSI, Muamar Gandi Rusdi, menegaskan bahwa Makassar dipilih […]

  • Milad ke-6, Ponpes Harfan Mafatihil Billad Jembrana Gelar Haflatul Imtihan dan Santunan Yatim

    Milad ke-6, Ponpes Harfan Mafatihil Billad Jembrana Gelar Haflatul Imtihan dan Santunan Yatim

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    JEMBRANA – Pondok Pesantren Tahfidz Quran Yayasan Harfan Mafatihil Billad menggelar tasyakuran dan Haflatul Imtihan dalam rangka Milad ke-6, Sabtu (14/2/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan ponpes, Banjar Teluk Limo, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, itu dirangkaikan dengan pemberian santunan sembako bagi santri yatim/piatu, ustaz pengasuh, serta wali santri dan warga […]

  • Murni Karena Cinta Anjing, Nengah Suarni Banyak Selamatkan Anjing Terlantar

    Murni Karena Cinta Anjing, Nengah Suarni Banyak Selamatkan Anjing Terlantar

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    DENPASAR – Menemui awak media Gatra Dewata, Nengah Suarni yang mengaku menempati rumah lantai dua, lingkungan Desa Adat Pohgading, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, yang memelihara anjing lebih dari 50 ekor itu mengutarakan isi hatinya. Ia mengatakan kepada awak media, bahwa dirinya sudah menempati rumah itu hampir 6 tahun, “Ya saya menempati rumah itu […]

expand_less