Breaking News
light_mode

Superkonduktor Dinilai Jadi Kunci Efisiensi Listrik Nasional, Dukung Target Ambisius RUPTL PLN 2025–2034

  • account_circle Vaza Fernantha
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar – Indonesia tengah menghadapi momentum krusial dalam transformasi sektor energi. Kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi, di sisi lain dibayangi tekanan global untuk menekan emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi bersih.

Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PT PLN (Persero) menargetkan penambahan kapasitas energi baru terbarukan (EBT) sebesar 42.569 MW, dari total rencana pengembangan pembangkit mencapai 69.512 MW. Namun, tantangan efisiensi jaringan listrik dinilai masih menjadi hambatan utama.

Peneliti dan praktisi superkonduktor dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Andika Widya Pramono, menilai teknologi superkonduktor dapat menjadi solusi strategis untuk menjawab persoalan tersebut.

“Kerugian energi dalam transmisi dan distribusi masih signifikan. Superkonduktor mampu mengalirkan listrik tanpa hambatan, sehingga efisiensi sistem meningkat drastis,” ujarnya.

Teknologi Masa Depan untuk Efisiensi Energi

Superkonduktor merupakan material yang dapat menghantarkan listrik tanpa resistansi pada suhu tertentu. Sejak ditemukannya superkonduktor suhu tinggi pada 1986, teknologi ini semakin berkembang dan kini didukung sistem pendingin modern seperti cryocooler berbasis sirkuit tertutup.

Teknologi ini tidak lagi bergantung pada helium cair yang mahal, melainkan dapat menggunakan gas seperti nitrogen atau neon, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dalam konteks sistem kelistrikan, kabel superkonduktor mampu membawa daya besar tanpa kehilangan energi, meningkatkan stabilitas jaringan, serta memperkuat integrasi energi terbarukan seperti PLTS dan PLTB.

Relevan dengan Strategi RUPTL

RUPTL PLN juga mencakup pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 km, gardu induk 107.950 MVA, serta distribusi hampir 198 ribu km. Selain itu, PLN mengembangkan smart grid, battery energy storage system (BESS), dan green enabling transmission.

Superkonduktor dinilai dapat memperkuat seluruh infrastruktur tersebut dengan menekan rugi energi dan meningkatkan kapasitas jaringan tanpa perlu ekspansi besar-besaran.

Dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik sekitar 5,3% per tahun, efisiensi menjadi faktor kunci agar kapasitas pembangkit yang ada dapat dimanfaatkan optimal.

Peluang Industri Teknologi Tinggi

Indonesia juga memiliki potensi bahan baku superkonduktor dari mineral tanah jarang seperti lantanum dan yttrium. Hal ini membuka peluang pengembangan industri teknologi tinggi dalam negeri.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset dinilai penting untuk mempercepat penguasaan teknologi ini. Dukungan kebijakan seperti insentif fiskal, carbon credit, dan feed-in tariff juga diperlukan untuk menarik investasi.

“Superkonduktor bukan hanya soal efisiensi energi, tapi juga peluang industri masa depan,” kata Andika.

Bukti Implementasi Global

Di tingkat global, teknologi ini telah diterapkan di sektor industri. Di Jerman, penggunaan busbar superkonduktor pada industri elektrolisis mampu mengurangi kehilangan energi hingga 90 persen.

Efisiensi serupa dinilai dapat diterapkan di Indonesia, terutama pada sektor industri berat dan integrasi energi terbarukan di daerah terpencil, termasuk program pengurangan pembangkit diesel.

Dorong Transisi Energi Bersih

Dengan target bauran energi bersih mencapai 34,3% pada 2034, integrasi teknologi superkonduktor dinilai dapat mempercepat pencapaian tersebut.

Investasi besar dalam pembangkit, jaringan, dan sistem penyimpanan energi akan lebih optimal jika didukung efisiensi tinggi dari sisi transmisi dan distribusi.

Kesimpulan

Superkonduktor dipandang sebagai teknologi kunci untuk meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung target ambisius RUPTL PLN 2025–2034.

Dengan dukungan riset, kebijakan, dan investasi, Indonesia berpeluang menjadi pionir dalam penerapan teknologi ini di kawasan Asia Tenggara.

Integrasi superkonduktor tidak hanya mempercepat transisi energi bersih, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan industri teknologi tinggi yang berkelanjutan di masa depan. | Tim

Penulis

Prof. Dr. Ing. Andika Widya Pramono, M.Sc., Peneliti Ahli Utama

Andika Widya Pramono merupakan Peneliti dan Praktisi Superkonduktor di Badan Riset dan Inovasi Nasional. Ia juga merupakan Anggota Senat Akademik Institut Teknologi PLN Jakarta dan Anggota Dewan Pakar Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE).

Vaza Fernantha

Penulis

Berjalanlah bersamaku dengan akal sehat dan keadilan

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Diduga Atur Pengadaan Food Tray

    Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Diduga Atur Pengadaan Food Tray

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Vaza Fernantha
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan seorang perwira tinggi Polri aktif berpangkat Brigadir Jenderal, Lalu Muhammad Iwan (LMI), sebagai tersangka baru dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025–2026. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penetapan […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 4 WN Vietnam yang Ketahuan Jadi Terapis Spa Ilegal di Kuta

    Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 4 WN Vietnam yang Ketahuan Jadi Terapis Spa Ilegal di Kuta

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kembali menunjukkan ketegasannya dalam menindak pelanggaran izin tinggal oleh warga negara asing. Empat perempuan asal Vietnam dideportasi setelah terbukti bekerja secara ilegal sebagai terapis spa di wilayah Kuta, Badung. Deportasi dilakukan pada Rabu, 29 Oktober 2025 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan maskapai […]

  • ARUN Desak UMP Khusus PFII Bali, Jangan Cuma Untungkan Investor

    ARUN Desak UMP Khusus PFII Bali, Jangan Cuma Untungkan Investor

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    ARUN Minta Aturan Turunan UU PFII Wajib Lindungi Pekerja Lokal dan UMKM Bali DENPASAR – Organisasi Masyarakat (Ormas) ARUN Bali meminta pemerintah memastikan kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal. Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah pembentukan standar upah khusus di […]

  • Purnomo Ungkap Penghasilan YouTube, Netizen Pertanyakan Alasan Masih Diusut

    Purnomo Ungkap Penghasilan YouTube, Netizen Pertanyakan Alasan Masih Diusut

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    Purnomo menyatakan siap membuka rekening dan data penghasilan media sosial. Pendapatan dari kanal YouTube disebut selama ini turut menopang berbagai kegiatan sosial, termasuk perawatan ratusan ODGJ. LAMONGAN – Penghasilan dari kanal YouTube Purnomo Belajar Baik menjadi perhatian setelah Ipda Purnomo menyatakan kesiapannya membuka data pendapatan media sosial dan rekening apabila diperlukan. Purnomo selama ini dikenal […]

  • Mengenal Perbedaan Cheetah, Leopard, dan Jaguar! Tiga Kucing Besar dengan Corak yang Kerap Disamakan

    Mengenal Perbedaan Cheetah, Leopard, dan Jaguar! Tiga Kucing Besar dengan Corak yang Kerap Disamakan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dunia satwa liar menyimpan banyak spesies kucing besar yang memiliki penampilan sekilas mirip, namun sebenarnya memiliki ciri khas yang sangat berbeda. Tiga di antaranya adalah cheetah, leopard, dan jaguar yang kerap membuat masyarakat sulit membedakannya karena sama-sama memiliki pola tutul pada tubuhnya. Padahal, masing-masing satwa ini memiliki karakteristik fisik, habitat, hingga kemampuan berburu […]

  • Lonjakan Kasus Pelecehan di Bali, Turis Korsel Himbau Warganya Waspada Saat Berwisata ke Bali

    Lonjakan Kasus Pelecehan di Bali, Turis Korsel Himbau Warganya Waspada Saat Berwisata ke Bali

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 1Komentar

    Denpasar, Bali — Meningkatnya jumlah wisatawan asal Korea Selatan ke Bali mendapat perhatian khusus dari Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta. Melalui pernyataan resmi, pihak Kedutaan mengapresiasi tingginya minat warganya terhadap Pulau Dewata, namun sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan selama berada di destinasi wisata tersebut. Berita sebelumnya, Lonjakan Kasus Kekerasan Seksual terhadap WNA, Alarm Keras bagi […]

expand_less