Gubernur Dedi Mulyadi Siap Evaluasi Total Program MBG Pasca Ratusan Siswa Keracunan
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
- print Cetak

Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG – Kasus keracunan massal akibat konsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang Jawa Barat. Setelah sebelumnya ratusan siswa di Kabupaten Garut menjadi korban, kini giliran 352 siswa di Kabupaten Bandung Barat yang mengalami gejala serupa usai menyantap menu MBG.
Total, tercatat 657 siswa di Garut dan 352 siswa di Bandung Barat harus mendapatkan perawatan medis. Tingginya angka ini membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan dan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.
“Senin saya akan mengundang Kepala MBG perwakilan wilayah Jawa Barat untuk membahas secara bersama-sama, mengevaluasi peristiwa-peristiwa yang terjadi,” kata Dedi saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bandung, Kamis (25/9/2025).
Menurut Dedi, evaluasi akan mencakup aspek higienitas dapur MBG, mutu bahan pangan yang digunakan, serta manajemen distribusi makanan. Audit dapur-dapur penyedia MBG akan segera dilakukan untuk memastikan standar kebersihan terpenuhi.
“Yang kedua evaluasi jenis-jenis bahan makanan, apakah bermutu atau tidak. Termasuk jam masak yang relatif terlalu lama. Kalau masak jam 00.00, lalu disajikan pukul 12.00 siang, tentu sangat berisiko,” ujarnya.
Lebih jauh, Dedi juga menyoroti sistem pengelolaan dapur MBG yang dinilai terlalu besar cakupan layanannya. Ia menyarankan agar dapur ditempatkan lebih dekat ke sekolah-sekolah, sehingga kualitas makanan bisa lebih terjaga.
“Harapan saya ke depan dapur itu didekatkan dengan sekolah, dan jumlah penerima layanan jangan terlalu besar. Mengelola ribuan porsi setiap hari jelas sangat berat dan berisiko,” tegasnya.
Dedi menambahkan, tidak menutup kemungkinan dapur MBG maupun SPPG yang terbukti mendistribusikan makanan tidak layak konsumsi akan diberikan sanksi, bahkan hingga penutupan.
Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi, mengingat program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, bukan malah membahayakan kesehatan mereka. (Tim)

https://shorturl.fm/MixRD
28 September 2025 11:34 PMhttps://shorturl.fm/mNVV8
26 September 2025 4:15 AM