Belasan OTK Serang Kantor BPJS Kesehatan Denpasar, Spanduk “Walikota Pembohong” Terpasang
- account_circle Admin
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar – Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Denpasar didatangi sekelompok orang tak dikenal (OTK), Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Belasan orang tersebut memasang spanduk bertuliskan “Walikota Pembohong” serta melempari kantor dengan batu sebelum akhirnya membubarkan diri.
Kepala Bagian SDMUK BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, menyebut aksi berlangsung singkat dan dilakukan secara tiba-tiba. Para pelaku mengenakan helm dan masker sehingga sulit dikenali.
“Mereka datang, pasang spanduk, melempar batu, lalu langsung pergi dan bubar,” ujar Rendy saat ditemui di lokasi kejadian.

Rendy mengaku tidak berada di kantor saat insiden terjadi. Ia mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima laporan dari petugas keamanan yang berjaga, lalu segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Setelah dapat laporan dari satpam, saya langsung ke sini dan cek CCTV. Setelah pelemparan, mereka langsung meninggalkan tempat,” katanya.
Dari hasil pengecekan sementara, tidak ditemukan kerusakan kaca maupun kerugian materiil yang signifikan. Namun, papan akrilik logo BPJS Kesehatan di bagian depan pintu masuk mengalami kerusakan akibat lemparan batu.
“Kerusakan kaca tidak ada, hanya papan akrilik logo yang rusak,” tambahnya.
Terkait motif aksi tersebut, pihak BPJS Kesehatan mengaku belum mengetahui tujuan para pelaku.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurutnya, informasi awal diperoleh dari laporan petugas keamanan melalui grup WhatsApp yang juga terpantau oleh Bhabinkamtibmas setempat. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan barang bukti berupa dua spanduk serta sejumlah batu yang diduga digunakan dalam aksi pelemparan.
“Rekaman CCTV sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan. Saat security mendekat, para pelaku sudah meninggalkan lokasi,” ujarnya.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian guna mengungkap identitas dan motif di balik aksi yang menyasar kantor layanan publik tersebut.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar