Breaking News
light_mode

Tanpa Beschikking, Penyegelan BTID Dinilai Berpotensi Abuse of Power

  • account_circle Ray
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Langkah Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Bali yang turun langsung ke sejumlah wilayah seperti Buleleng, Gilimanuk, hingga Serangan dinilai sebagai terobosan progresif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Namun, di balik apresiasi tersebut, muncul kritik tajam terkait mekanisme hukum atas rekomendasi pansus yang diduga langsung diikuti tindakan penertiban di lapangan.

Advokat Bali, Made Somya Putra, menegaskan bahwa secara hukum tata pemerintahan, rekomendasi pansus tidak dapat disamakan dengan keputusan tata usaha negara (beschikking) yang memiliki kekuatan eksekutorial.

“Rekomendasi pansus itu bukan beschikking. Ia bukan penetapan tertulis yang konkret, individual, dan final yang menimbulkan akibat hukum. Jadi tidak bisa langsung dijadikan dasar tindakan di lapangan,” tegas Somya dalam akun tiktoknya, Senin, 4 Mei 2026.

Menurutnya, pansus merupakan instrumen politik dan pengawasan DPRD yang bertugas menghimpun data, melakukan kajian, serta menyerap aspirasi publik. Hasil kerja tersebut semestinya diformalkan terlebih dahulu melalui rapat paripurna DPRD sebelum disampaikan kepada kepala daerah.

“Secara mekanisme, rekomendasi pansus harus dibawa ke paripurna. Setelah itu diserahkan kepada Gubernur Bali sebagai pemegang kekuasaan eksekutif untuk ditindaklanjuti. Tidak bisa dilangkahi,” ujarnya.

Somya juga menyoroti peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dalam beberapa kasus disebut melakukan tindakan penertiban pasca pembacaan rekomendasi pansus di lapangan. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi menyalahi prosedur apabila tidak didasarkan pada keputusan resmi pemerintah daerah.

“Satpol PP tidak bisa bertindak hanya berdasarkan rekomendasi pansus. Harus ada dasar hukum yang jelas, termasuk proses administrasi dan penyelidikan oleh PPNS. Semua pihak harus dipanggil, diperiksa, ada tahapan yang sah,” jelasnya.

Ia menambahkan, data yang dihimpun pansus sejatinya masih berada dalam ranah pengawasan dan aspirasi, bukan hasil penyelidikan hukum. Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran seharusnya ditindaklanjuti melalui mekanisme yang melibatkan aparat penegak hukum.

“Kalau belum ada proses penyelidikan resmi, itu masih sebatas aspirasi dan pengawasan. Jangan sampai ada kesan eksekusi didorong oleh tekanan atau bahkan ‘deal-deal’ di belakang. Hukum harus tetap menjadi panglima,” tegas Somya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah progresif pansus dalam merespons persoalan masyarakat. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga batas kewenangan antar lembaga agar tidak menimbulkan persoalan hukum baru.

“Fungsi pengawasan DPRD itu penting. Tapi harus tetap dalam koridor hukum. Jangan sampai niat baik justru berujung pada pelanggaran prosedur,” pungkasnya.

Perdebatan ini menegaskan pentingnya kejelasan mekanisme antara legislatif dan eksekutif, agar setiap kebijakan dan tindakan di lapangan memiliki legitimasi hukum yang kuat serta menjamin kepastian dan keadilan bagi semua pihak.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (1)

  • ketut jana

    Reklamasi mega projec btid sudah berjalan puluhan tahun kenapa baru ngeh ?

    kemana saja angota dewan selama ini
    projec btid yang utara pura beji ada tanah due pura sakenan .
    situs tunggak tiing kemana status tanahnya sekarang ?
    jangan bikin yang baru ya ?
    Tanah laba pura sakenan
    Tetap milik pura ,

    Balas5 Mei 2026 3:13 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umat Hindu Khawatir Kondisi Pura Agung Pulaki Kian Terpuruk

    Umat Hindu Khawatir Kondisi Pura Agung Pulaki Kian Terpuruk

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BULELENG – Kekhawatiran mendalam kini dirasakan umat Hindu terkait kondisi Pura Agung Pulaki, salah satu pura besar di Bali Utara. Bukan hanya soal kelestarian fisik pura, melainkan juga citra dan wibawa spiritualnya yang belakangan ini terguncang. Pasalnya, nama seorang penasehat pengempon pura terseret dalam dugaan kasus hukum yang kini ditangani Polres Buleleng. Persoalan hukum ini […]

  • Ketua PWI Bekasi Ade Muksin Diduga Menipu Warga Malaysia dengan Modus KTA PPWI

    Ketua PWI Bekasi Ade Muksin Diduga Menipu Warga Malaysia dengan Modus KTA PPWI

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta – Kasus dugaan penipuan lintas negara kembali mencuat setelah seorang warga Malaysia, Nor Hafiz bin Nor Hazam, melaporkan tindak pidana penipuan yang diduga kuat dilakukan oleh seorang warga Indonesia bernama Ade Muksin, S.H., yang diketahui menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi. Laporan tersebut diterima oleh Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), […]

  • Glamor Media Sosial Retak, Selebgram Diduga Jadi Bagian Jaringan Narkoba Jelang Konser Bali

    Glamor Media Sosial Retak, Selebgram Diduga Jadi Bagian Jaringan Narkoba Jelang Konser Bali

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Citra gemerlap media sosial kembali runtuh setelah selebgram Donna Fabiola ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan peredaran narkotika yang disiapkan menjelang konser musik internasional di Bali, Desember 2025. Penangkapan ini menegaskan bahwa peredaran narkoba tak mengenal kelas sosial dan mampu menyusup ke lingkaran figur publik dengan pengaruh besar. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim […]

  • Megawati Instruksikan Kader PDIP Dukung Pemerintahan Prabowo Subianto

    Megawati Instruksikan Kader PDIP Dukung Pemerintahan Prabowo Subianto

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Nusa Dua, Bali — Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan kepada seluruh kader partai agar memberikan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, dalam keterangan di Nusa Dua, Bali, Kamis (31/7/2025). Menurut Deddy, Megawati menilai dukungan tersebut penting selama kebijakan pemerintah sejalan dengan upaya […]

  • Program Jaga Desa, Strategi Humanis Kejagung Cegah Penyalahgunaan Dana Desa

    Program Jaga Desa, Strategi Humanis Kejagung Cegah Penyalahgunaan Dana Desa

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Dalam mencegah tindak pidana korupsi di lembaga desa, pihak Kejaksaan Agung RI melalui JAM Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani meluncurkan Program Jaga (Jaksa Garda) Desa di Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis 11 September 2025 pukul 09.00 Wita. Jaga Desa merupakan program humanis Kejaksaan Agung, selain penerapan restorative justice. Lewat program ini Kejaksaan dapat melakukan […]

  • Silsilah Hanya Pelengkap Bukan Kepemilikan, Saksi Ahli Hukum Bungkam Klaim Tanah Waris Jero Jambe Suci

    Silsilah Hanya Pelengkap Bukan Kepemilikan, Saksi Ahli Hukum Bungkam Klaim Tanah Waris Jero Jambe Suci

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Sengketa tanah warisan antara AA Eka Wijaya (Jero Jambe Suci) dan AA Ngurah Oka (Jero Kepisah) kembali memasuki babak penting dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (15/7/2025). Sidang yang menyoroti dugaan pemalsuan silsilah ini menghadirkan saksi ahli hukum pertanahan dan administrasi negara dari Universitas Udayana, Dr. Made Gde Subha Karma Resen, […]

expand_less