Breaking News
light_mode

UMP Bali Tertinggal Jauh dari Jakarta, ARUN Bali Soroti Ketimpangan di Tengah Maraknya Hotel Kelas Dunia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Ketimpangan upah minimum antara Bali dan Jakarta kian mencolok dalam satu dekade terakhir. Jika pada tahun 2010 Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Bali berada di kisaran Rp1,11 juta, hampir setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp1,18 juta, kini jurangnya melebar signifikan.

Data terbaru menunjukkan UMP Bali berada di angka sekitar Rp3,2 juta, sementara UMP Jakarta telah menembus Rp5,7 juta. Selisih lebih dari Rp2,5 juta ini memicu kritik tajam dari berbagai kalangan, terutama aktivis sosial dan ekonomi kerakyatan.

Sekretaris Advokasi Rakyat untuk Nusantara Bali, Anak Agung Gede Aryawan atau yang akrab disapa Gung De, menilai kondisi ini sebagai bentuk ketimpangan struktural yang tidak sejalan dengan realitas ekonomi Bali saat ini.

“Bali ini bukan daerah miskin. Kita punya industri pariwisata kelas dunia, hotel-hotel jaringan internasional, okupansi tinggi sebelum pandemi, bahkan harga properti dan biaya hidup terus naik. Tapi kenapa upah pekerjanya tertinggal jauh?” tegas Gung De.

Surga Pariwisata, Tapi Upah Tertinggal

Bali dikenal sebagai destinasi wisata global dengan ratusan hotel berbintang, termasuk jaringan internasional yang setara dengan standar Singapura, Dubai, hingga Eropa. Kawasan seperti Nusa Dua, Seminyak, dan Ubud dipenuhi hotel mewah, vila eksklusif, hingga beach club berkelas dunia.

Namun ironisnya, menurut berbagai laporan ekonomi dan ketenagakerjaan, pertumbuhan sektor pariwisata tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja lokal.

Gung De menilai, dominasi investasi besar dan kepentingan korporasi global di Bali justru tidak diimbangi dengan keberpihakan kebijakan terhadap pekerja.

“Yang menikmati kue ekonomi itu siapa? Investor besar, jaringan hotel internasional. Sementara pekerja lokal masih bergulat dengan upah minimum yang bahkan belum mencerminkan biaya hidup riil di Bali,” ujarnya.

Biaya Hidup Bali Disebut Sudah Mendekati Kota Besar Dunia

Sejumlah riset biaya hidup menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok, sewa tempat tinggal, hingga gaya hidup di Bali, terutama di kawasan pariwisata, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan di beberapa area, biaya hidup disebut sudah mendekati kota-kota besar internasional.

Kondisi ini memperparah tekanan ekonomi bagi pekerja sektor pariwisata, UMKM, hingga pekerja informal.

Kritik Kepemimpinan dan Kebijakan Upah

Gung De secara tegas menyebut bahwa ketimpangan ini tidak bisa dilepaskan dari arah kebijakan dan keberpihakan pemimpin daerah.

“Kalau benar berpihak pada wong cilik, mestinya ada keberanian untuk mendorong UMP yang lebih adil. Tahun 2010 saja kita bisa hampir setara Jakarta. Kenapa sekarang justru makin tertinggal?” kritiknya.

Ia juga menyoroti lemahnya posisi tawar pekerja di Bali serta minimnya tekanan terhadap pelaku industri besar untuk meningkatkan standar kesejahteraan tenaga kerja.

Dorongan Revisi Kebijakan Upah

ARUN Bali mendorong evaluasi menyeluruh terhadap formula penetapan upah minimum di Bali, termasuk mempertimbangkan:

1. Lonjakan biaya hidup di kawasan pariwisata

2. Besarnya investasi dan keuntungan sektor hospitality

3. Kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja

“Jangan sampai Bali hanya indah untuk wisatawan, tapi keras bagi rakyatnya sendiri,” pungkas Gung De.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siluman Pegunungan Tinggi, Jejak Tak Terlihat Sang Macan Tutul Salju

    Siluman Pegunungan Tinggi, Jejak Tak Terlihat Sang Macan Tutul Salju

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    DENPASAR – Di bentang alam pegunungan tinggi Asia, kehadiran macan tutul salju nyaris tak pernah terdeteksi. Predator langka ini bukan sekadar sulit ditemukan, melainkan seolah “dirancang” untuk menghilang di habitat alaminya. Dengan bulu abu-abu berasap yang dipenuhi pola roset, tubuhnya mampu menyatu sempurna dengan lanskap berbatu, salju, dan bayangan lereng pegunungan. Kamuflase alami ini berfungsi […]

  • UHA Futsal Competition 2026 Jadi Ajang Pererat Solidaritas Pelaku Perhotelan di Ubud

    UHA Futsal Competition 2026 Jadi Ajang Pererat Solidaritas Pelaku Perhotelan di Ubud

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    GIANYAR – Ubud Hotels Association kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kebersamaan antar pelaku industri pariwisata melalui penyelenggaraan UHA Futsal Competition 2026. Turnamen futsal tahunan tersebut resmi dibuka pada 21 Mei 2026 dan akan berlangsung selama empat hari, yakni 22-23 Mei serta 25-26 Mei 2026 di Dewata Mas Futsal, Ubud. Ajang olahraga yang menjadi agenda rutin […]

  • Jaga Bhisama Radius Kesucian Pura Sakenan, KEK Kura-Kura Bali Pasti Rahayu

    Jaga Bhisama Radius Kesucian Pura Sakenan, KEK Kura-Kura Bali Pasti Rahayu

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 6Komentar

    DENPASAR – Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali di Pulau Serangan terus berprogres sebagai proyek strategis pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Kawasan yang dikembangkan oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) ini dirancang menghadirkan marina internasional, pusat pendidikan, fasilitas komersial, hingga ruang terbuka publik yang terintegrasi. Di tengah geliat pembangunan tersebut, tokoh masyarakat, Anak […]

  • Irlandia Tawarkan Duit Hingga Rp1,5 Miliar untuk Hidup dan Renovasi Rumah di Pulau Terpencil

    Irlandia Tawarkan Duit Hingga Rp1,5 Miliar untuk Hidup dan Renovasi Rumah di Pulau Terpencil

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR – Irlandia meluncurkan program ambisius “Our Living Islands” yang menyediakan hibah hingga €84.000 atau sekitar Rp1,5 miliar bagi siapa saja bersedia merenovasi rumah kosong di pulau-pulau terpencilnya. Ini bukan uang gratis, melainkan dana khusus untuk memperbaiki bangunan tua yang sudah lama kosong.Program ini bertujuan menghidupkan kembali komunitas pulau kecil yang semakin menurun penduduknya akibat […]

  • Dianpinru Kwarcab Denpasar 2025 Digelar, Cetak Pemimpin Muda Pramuka Berkarakter

    Dianpinru Kwarcab Denpasar 2025 Digelar, Cetak Pemimpin Muda Pramuka Berkarakter

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 13Komentar

    DENPASAR — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Denpasar resmi menggelar kegiatan Geladian Pemimpin Regu (Dianpinru) Tahun 2025 yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Denpasar. Kegiatan pembinaan kepemimpinan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Desember 2025, dan diikuti oleh puluhan Pramuka Penggalang dari berbagai gugusdepan di Kota Denpasar. Sebanyak 82 peserta yang merupakan […]

  • Meutya Hafid Tekankan Kolaborasi Kampus dan Pemerintah dalam Akselerasi AI di Universitas Udayana

    Meutya Hafid Tekankan Kolaborasi Kampus dan Pemerintah dalam Akselerasi AI di Universitas Udayana

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Jimbaran, 28 Agustus 2025 – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid, B.Eng., M.I.P., hadir memberikan kuliah umum di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana (Unud), Jimbaran. Lebih dari 1.500 mahasiswa baru dari jenjang S1, S2, hingga Program Pendidikan Dokter Spesialis antusias mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Digital dan Peran Kecerdasan Buatan untuk […]

expand_less