Breaking News
light_mode

Ambisi Proyek LNG Korbankan Desa Adat Serangan, DPR RI Janjikan Tinjau Langsung Lokasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Prajuru Desa Adat Serangan menunjukkan sikap tegas terhadap rencana pembangunan terminal apung Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) di pesisir Serangan. Penolakan tersebut disampaikan melalui audiensi dengan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rabu, 8 April 2026.

Dalam forum tersebut, Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, memaparkan sejumlah keberatan masyarakat terhadap proyek tersebut. Ia menilai proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) hingga terbitnya Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) tidak melibatkan masyarakat terdampak secara optimal.

“AMDAL yang keluar itu tidak memperhatikan aspek kehidupan kami, baik sosial kultural maupun sosial ekonomi. Di sana ada kehidupan nelayan yang seharusnya menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas FSRU LNG berpotensi mengganggu ruang hidup masyarakat adat, aktivitas nelayan tradisional, serta titik-titik sakral yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat Serangan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan atau investasi. Warga hanya meminta agar lokasi proyek digeser menjauh dari kawasan aktivitas utama masyarakat pesisir.

Perwakilan masyarakat menyebutkan, titik lokasi FSRU yang direncanakan berjarak sekitar 3,5 kilometer dari garis pantai dinilai terlalu dekat. Mereka mengusulkan agar jaraknya diperluas menjadi sekitar 4,8 kilometer guna meminimalisasi dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Keberatan serupa disampaikan perwakilan nelayan Kampung Bugis Serangan, Muhammad Usman. Ia menilai nelayan kecil akan menjadi pihak paling terdampak jika proyek tetap berjalan di lokasi yang direncanakan saat ini.

Menurutnya, keberadaan kapal LNG dan zona pembatas di sekitarnya berpotensi menutup ruang tangkap nelayan tradisional. Selain itu, rencana pemasangan pipa bawah laut juga dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas melaut dalam jangka panjang.

“Kami sangat keberatan. Kalau ini terjadi, kami tidak tahu lagi ke mana nelayan kecil akan menyambung hidup,” katanya.

Audiensi tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto. Ia memastikan bahwa pihaknya menerima aspirasi masyarakat dan akan menindaklanjutinya melalui langkah konkret, termasuk kunjungan kerja langsung ke Pulau Serangan.

“Kami menerima aspirasi ini dan akan segera menjadwalkan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi di Serangan,” ujarnya.

Sugeng menegaskan, DPR akan menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran secara maksimal dalam merespons persoalan tersebut. Ia juga berkomitmen mendorong solusi yang berpihak pada masyarakat serta menjunjung prinsip transparansi dan keadilan.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya masyarakat adat Serangan untuk memastikan pembangunan yang direncanakan tidak mengorbankan ruang hidup, budaya, dan keberlanjutan ekonomi warga pesisir.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (2)

  • Lavada

    It’s ann awesoome article iin support off aall
    thhe internet viewers; tey wil obtain advantage ffrom iit I am sure.

    Check ouut my website; porn2021.biz

    Balas27 Mei 2026 6:15 AM
  • ufo777

    #ufo777 #situsjudiufo777 #ufo777terpercaya #slotgacorufo777 #ufo777indonesia #linkalternatifufo777 #daftaruafo777 #loginufo777 #promoufo777 #agenjudiufo777 #ufo777resmi

    Balas12 April 2026 12:30 PM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nuanu Creative City Himpun Tokoh Kuliner Bali, Bahas Standar dan Masa Depan Industri Gastronomi

    Nuanu Creative City Himpun Tokoh Kuliner Bali, Bahas Standar dan Masa Depan Industri Gastronomi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    BADUNG, 3 Maret 2026 – Nuanu Creative City menggelar forum diskusi bertajuk Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders pada 4 Maret 2026, menghadirkan para pemilik restoran, chef, dan pelaku industri hospitality terkemuka di Bali. Forum sehari ini dirancang sebagai ruang dialog strategis untuk membahas arah perkembangan sektor makanan dan minuman (F&B) di Bali agar tumbuh secara […]

  • Tanyakan Solusi Darurat Sampah? Negara Sediakan TPST Ratusan Miliar yang Terancam Jadi Monumen Usang

    Tanyakan Solusi Darurat Sampah? Negara Sediakan TPST Ratusan Miliar yang Terancam Jadi Monumen Usang

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Di tengah situasi darurat sampah yang kian terasa di Kota Denpasar, publik justru dihadapkan pada ironi besar. Sejumlah fasilitas pengolahan sampah modern yang dibangun dengan anggaran sangat besar dari pemerintah pusat hingga kini tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tiga fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yakni TPST Tahura Ngurah Rai, TPST Kesiman Kertalangu […]

  • Capung, Penjaga Alami dari Ancaman Nyamuk dan Penyakit

    Capung, Penjaga Alami dari Ancaman Nyamuk dan Penyakit

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    Denpasar – Keberadaan capung di lingkungan sekitar kerap dianggap biasa, bahkan tidak jarang diabaikan. Padahal, serangga yang dikenal dengan kemampuan terbang lincah ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus membantu mengendalikan populasi nyamuk yang berpotensi menularkan berbagai penyakit. Capung merupakan predator alami nyamuk yang sangat efektif. Dalam kondisi ideal, seekor capung dewasa dapat […]

  • Tiga Desa di Nunukan Bergeser ke Malaysia, Kesepakatan Batas RI–Malaysia Kembali Jadi Sorotan

    Tiga Desa di Nunukan Bergeser ke Malaysia, Kesepakatan Batas RI–Malaysia Kembali Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Isu pergeseran batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat setelah terungkap bahwa tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yakni Desa Kabungalor, Desa Lepaga, dan Desa Tetagas, kini sebagian wilayahnya masuk ke dalam teritori Malaysia. Pergeseran ini merupakan dampak dari penyelesaian Outstanding Boundary Problem (OBP) antara kedua negara yang telah berlangsung selama […]

  • RSU Bali Jimbaran dan FKIK Unwar Perkuat Kompetensi Medis Lewat Pelatihan PPI dan Resusitasi Bayi Baru Lahir

    RSU Bali Jimbaran dan FKIK Unwar Perkuat Kompetensi Medis Lewat Pelatihan PPI dan Resusitasi Bayi Baru Lahir

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR — Komitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kembali ditunjukkan RSU Bali Jimbaran melalui pelatihan intensif yang digelar Jumat, 7 November 2025. Bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar), kegiatan ini menghadirkan dua topik vital bagi tenaga medis, yakni Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Resusitasi Neonatus.   Kegiatan yang berlangsung […]

  • Tokoh Lingkungan Serangan Desak Kajian Ulang SKKL Proyek FSRU LNG di Pesisir Denpasar Selatan

    Tokoh Lingkungan Serangan Desak Kajian Ulang SKKL Proyek FSRU LNG di Pesisir Denpasar Selatan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Polemik rencana pembangunan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) di perairan Denpasar Selatan kian menguat. Tokoh pelestari lingkungan asal Desa Adat Serangan, I Wayan Patut, mendesak pemerintah melakukan kajian ulang terhadap Surat Keputusan Kesesuaian Lokasi (SKKL) Nomor 2832 Tahun 2025 tentang pembangunan dan pengoperasian terminal LNG berkapasitas 170 MMSCFD […]

expand_less