Breaking News
light_mode

Sampah Bali! Komang Takuaki Banuartha: “Jangan Jadikan Masyarakat Korban Kepanikan Kebijakan”

  • account_circle Ray
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR — Persoalan sampah di Bali kembali menjadi sorotan. Politisi Bali, Komang Takuaki Banuartha, menilai penanganan sampah di Pulau Dewata saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan bahkan bisa menjadi “bom waktu” yang seharusnya telah diantisipasi sejak satu dekade lalu.

Menurutnya, larangan sistem open dumping yang sudah diberlakukan sejak tahun 2008 seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih matang. Namun, hingga kini persoalan mendasar justru masih terjadi di lapangan, terutama terkait konsistensi kebijakan dan implementasinya.

Ia menyoroti upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat memilah sampah menjadi organik, plastik, dan residu. Meski imbauan tersebut sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, kepercayaan masyarakat justru menurun karena praktik di lapangan tidak sejalan. “Saat masyarakat sudah mau memilah, justru saat pengangkutan sampah kembali dicampur. Ini membuat masyarakat enggan melanjutkan kebiasaan memilah,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan bank sampah di sejumlah banjar di Denpasar dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan dalam mengatasi persoalan sampah plastik. Program tersebut masih menghadapi keterbatasan dalam skala dan efektivitas.

Terkait kebijakan terbaru pengolahan sampah berbasis sumber melalui konsep tebe modern, Komang mengapresiasi inovasi tersebut. Namun, ia menilai pendekatan yang diterapkan pemerintah terkesan tunggal dan kurang mempertimbangkan kondisi riil masyarakat Bali. “Tidak semua masyarakat memiliki lahan luas untuk menerapkan konsep ini. Apalagi di Bali, sampah organik tidak hanya dari sisa makanan, tetapi juga dari sarana upacara yang hampir setiap hari dihasilkan,” jelasnya.

Ia juga mengkritik pendekatan pemerintah yang dinilai terlalu menekan masyarakat melalui kewajiban dan ancaman sanksi, seperti tindak pidana ringan (tipiring). Menurutnya, kebijakan yang bersifat mendadak tanpa kesiapan matang justru mencerminkan kepanikan, bukan solusi jangka panjang.

“Seharusnya pemerintah hadir dengan berbagai opsi, bukan hanya satu solusi yang dipaksakan. Jangan sampai masyarakat yang sudah berkontribusi melalui pajak justru menjadi objek penderita,” tegasnya.

Komang menambahkan bahwa dirinya menyampaikan kritik sebagai bentuk tanggung jawab, tidak hanya sebagai warga yang membayar pajak, tetapi juga sebagai pelaku yang turut berkontribusi dalam sektor pariwisata Bali.

Di akhir pernyataannya, ia mempertanyakan arah kepemimpinan dalam menangani persoalan krusial ini. “Apakah ini cerminan pemimpin yang bijaksana untuk Bali yang selama ini menjadi sorotan dunia?” pungkasnya.

Polemik ini menegaskan bahwa persoalan sampah di Bali tidak hanya membutuhkan kebijakan cepat, tetapi juga perencanaan matang, konsistensi implementasi, serta pendekatan yang berpihak pada kondisi masyarakat.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Kartini, PKK Banjar Kemenuh Kangin Gelar Tirtayatra ke Tiga Pura di Bali Barat

    Semangat Kartini, PKK Banjar Kemenuh Kangin Gelar Tirtayatra ke Tiga Pura di Bali Barat

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    GIANYAR – Memperingati Hari Kartini Tahun 2026, PKK Banjar Kemenuh Kangin, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan tirtayatra ke sejumlah pura di Bali Barat, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus mempererat kebersamaan warga banjar. Rangkaian tirtayatra diawali dengan persembahyangan di Pura Luhur Srijong yang terletak di Desa […]

  • USS Abraham Lincoln Seliweran Dekat RI, Trump Mau Cari Gara-Gara Apa Lagi?

    USS Abraham Lincoln Seliweran Dekat RI, Trump Mau Cari Gara-Gara Apa Lagi?

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketegangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik kembali memanas. Amerika Serikat mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln untuk berpatroli di kawasan Laut China Selatan (LCS), wilayah strategis yang berada tak jauh dari perairan Indonesia. Langkah ini memicu spekulasi luas, manuver apa lagi yang tengah disiapkan Washington di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump? USS […]

  • Wisata Halal Kian Menguat, Studi Soroti Kebutuhan Khusus Turis Muslim Indonesia di Eropa Barat

    Wisata Halal Kian Menguat, Studi Soroti Kebutuhan Khusus Turis Muslim Indonesia di Eropa Barat

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar, Bali — Potensi wisatawan Muslim Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, seiring pertumbuhan kelas menengah yang kian aktif melakukan perjalanan ke luar negeri. Sebuah studi bertajuk Empirical Study of Indonesian Moslem Travelers to West Europe on a Group Tour menyoroti pentingnya pemahaman terhadap kebutuhan spesifik wisatawan Muslim, khususnya saat berkunjung ke destinasi non-Muslim di […]

  • Lima Pasien Meningitis Dirawat di RSUD Buleleng, Dokter Ingatkan Waspada Konsumsi Daging Babi Mentah

    Lima Pasien Meningitis Dirawat di RSUD Buleleng, Dokter Ingatkan Waspada Konsumsi Daging Babi Mentah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BULELENG – Kasus meningitis kembali menjadi perhatian di Kabupaten Buleleng. Saat ini, sedikitnya lima pasien meningitis tengah menjalani perawatan di RSUD Buleleng. Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan jumlah tersebut masih dalam kategori wajar dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, Jumat (27/2/2026), menjelaskan bahwa kasus yang […]

  • Sampoerna Resmi Hengkang dari Bursa, Analis Sebut Arah Baru Konglomerasi Mulai Terlihat

    Sampoerna Resmi Hengkang dari Bursa, Analis Sebut Arah Baru Konglomerasi Mulai Terlihat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 14Komentar

    DENPASAR – Langkah Grup Sampoerna melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 65,72% di PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kepada Posco International Corporation menandai berakhirnya jejak panjang keluarga Sampoerna di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui transaksi strategis tersebut, Grup Sampoerna kini tidak lagi memiliki satu pun perusahaan tercatat di BEI. Sebelumnya, keluarga Sampoerna juga telah melepas kepemilikan […]

  • Kesaksian di PN Gianyar Ungkap Jejak Lama Tanah Subak Petulu, ARUN Soroti Praktik Kotor Gunakan Pajak Untuk Klaim SHM

    Kesaksian di PN Gianyar Ungkap Jejak Lama Tanah Subak Petulu, ARUN Soroti Praktik Kotor Gunakan Pajak Untuk Klaim SHM

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 81Komentar

    GIANYAR – Sidang perkara sengketa tanah di kawasan Subak Petulu Andong kembali bergulir di Pengadilan Negeri Gianyar, Senin (15/12/2025). Agenda pemeriksaan saksi justru membuka tabir lama penguasaan lahan yang kini disengketakan, sekaligus memunculkan tudingan serius soal praktik mafia tanah yang dinilai merugikan masyarakat kecil. Dalam persidangan tersebut, majelis hakim mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan pihak […]

expand_less