Breaking News
light_mode

Rudal Korut Mengguncang Asia Timur, Konflik AS–Iran Memanas! Stabilitas Keamanan Global Kian Tertekan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat setelah dua perkembangan besar terjadi hampir bersamaan di Asia Timur dan Timur Tengah. Aktivitas peluncuran rudal oleh Korea Utara serta memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan internasional.

Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik

Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Pyongyang meluncurkan sekitar 10 rudal balistik tak teridentifikasi ke arah perairan Laut Jepang atau Laut Timur pada Sabtu (14/3/2026).

Menurut keterangan resmi Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, rudal-rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Sunan di dekat ibu kota Pyongyang sekitar pukul 13.20 waktu setempat.

“Sekitar 10 rudal balistik tak teridentifikasi diluncurkan dari area Sunan menuju Laut Timur,” demikian pernyataan resmi militer Seoul.

Hingga kini pemerintah Korea Utara yang dipimpin Kim Jong Un belum memberikan penjelasan mengenai jenis maupun tujuan spesifik dari rudal tersebut.

Analis keamanan menilai peluncuran ini diduga sebagai bentuk protes terhadap latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat yang selama ini rutin digelar di kawasan semenanjung Korea.

Sebelumnya militer Korea Utara juga sempat mengeluarkan ancaman keras bahwa latihan militer tersebut dapat memicu konsekuensi serius bagi pihak lawan.

Jepang Aktifkan Pemantauan Pertahanan

Kementerian Pertahanan Jepang segera memantau lintasan proyektil yang diluncurkan Pyongyang guna memastikan tidak ada ancaman langsung terhadap wilayahnya.

Melalui sistem komunikasi darurat, pemerintah di Tokyo juga memberikan peringatan dini kepada masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan.

Namun setelah dilakukan pemantauan, otoritas Jepang memastikan bahwa seluruh proyektil tersebut jatuh di perairan dan tidak memasuki wilayah kedaulatan Jepang.

Meski demikian, aksi militer Pyongyang dinilai semakin memperburuk hubungan diplomatik antara Korea Utara dan Korea Selatan yang dalam beberapa waktu terakhir berada dalam kondisi sangat tegang.

Konflik AS–Iran Tambah Ketidakpastian Global

Ketegangan geopolitik juga meningkat di kawasan Timur Tengah seiring memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Pengamat politik dari University of Chicago, Robert Pape, menilai langkah militer Washington yang menyerang pusat ekspor minyak Iran menunjukkan tekanan strategis yang dihadapi pemerintah AS.

“Sulit untuk memahami pikiran siapa pun, apalagi pikiran Donald Trump,” ujar Pape dalam analisisnya.

Salah satu target utama operasi militer Amerika Serikat disebut berada di Pulau Kharg, fasilitas vital yang mengelola sebagian besar ekspor minyak mentah Iran.

Pulau tersebut selama ini menjadi tulang punggung ekonomi energi Teheran sehingga setiap serangan terhadap kawasan itu dinilai memiliki dampak strategis besar.

Iran Dinilai Lebih Tangguh dari Perkiraan

Pada awalnya Washington memperkirakan operasi militer terhadap Iran hanya akan berlangsung singkat. Namun perkembangan di lapangan menunjukkan ketahanan militer dan politik Iran jauh lebih kuat dari yang diprediksi.

Ambisi Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel, untuk menghentikan program nuklir Iran serta melemahkan pemerintahan ulama di Teheran hingga kini belum tercapai.

Meski beberapa tokoh penting Iran dilaporkan tewas dalam operasi militer, struktur pemerintahan negara tersebut dinilai tetap stabil.

Bahkan setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, sistem suksesi kepemimpinan yang diatur oleh Dewan Ulama melalui Majelis Pakar memungkinkan proses transisi berjalan relatif terorganisir.

Dunia Waspadai Eskalasi

Kombinasi meningkatnya aktivitas militer Korea Utara di Asia Timur dan konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah kini menjadi perhatian utama komunitas internasional.

Para analis menilai dua krisis tersebut berpotensi memperluas ketegangan global apabila tidak segera diimbangi dengan langkah diplomasi yang efektif.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspadai Diduga Jadikan Akses Jalan Kantor, Proyek Normalisasi Sungai Ngenjung Terlalu Lebar

    Waspadai Diduga Jadikan Akses Jalan Kantor, Proyek Normalisasi Sungai Ngenjung Terlalu Lebar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Mengutip di beberapa akun media sosial terkait polemik kasus 106 sertifikat mangrove yang dikatakan oleh Kajati Bali Ketut Sumedana bahwa akan naik sidik, ini merupakan kasus yang patut dikawal secara luas oleh masyarakat Bali. Kasus semacam ini merupakan kasus perusakan Tata Ruang Bali dan hutan Mangrove yang akan alih fungsi kawasan, serta berpotensi […]

  • Polisi Malaysia Musnahkan 1.069 Mesin Tambang Bitcoin Ilegal, Kerugian Negara Tembus Rp28 Miliar

    Polisi Malaysia Musnahkan 1.069 Mesin Tambang Bitcoin Ilegal, Kerugian Negara Tembus Rp28 Miliar

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MIRI — Kepolisian Malaysia bersama petugas Sarawak Energy Berhad (SEB) mengungkap praktik penambangan Bitcoin ilegal berskala besar di wilayah Miri, Sarawak. Dalam operasi yang digelar sepanjang Februari hingga April 2021, aparat menyita sebanyak 1.069 unit mesin tambang kripto yang beroperasi menggunakan listrik curian. Ribuan perangkat tersebut diketahui merupakan mesin ASIC mining, yakni alat khusus yang […]

  • Doa dari Bali Utara untuk Nusantara! Ketika Para Penglingsir, Sulinggih, dan Tokoh Lintas Iman Menyatukan Harapan Bangsa

    Doa dari Bali Utara untuk Nusantara! Ketika Para Penglingsir, Sulinggih, dan Tokoh Lintas Iman Menyatukan Harapan Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    KUBUTAMBAHAN– Sabtu pagi, 17 Januari 2026, Pura Penyusuan (Puseh Penegil Dharma) di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, tak sekadar menjadi tempat persembahyangan. Pura ini menjelma ruang perjumpaan kesadaran kolektif, tentang alam, tentang keseimbangan, dan tentang masa depan Indonesia. Sejak pukul 10.00 WITA, doa-doa dipanjatkan dalam sebuah peristiwa bertajuk “Doa Bersama untuk Negeri, dari Bali Utara untuk Nusantara.” […]

  • Dari Bencana ke Bencana

    Dari Bencana ke Bencana

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Oleh Ichsanuddin Noorsy JAKARTA – Sejurus kekalahan Al Gore (Capres AS dari Partai Demokrat) melawan George W Bush (Capres AS dari Partai Republik) pada Pemilu Presiden AS November 2004, dunia disajikan isu perubahan iklim. Sebagai “hiburan” atas kekalahannya, Al Gore mendapat hadiah untuk berkampanye _An Unconvenient the Truth_ ke sepenjuru dunia. Propaganda ini menguraikan bahwa […]

  • FKPEN Bali Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Tolak Isu SARA di Pulau Dewata

    FKPEN Bali Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Tolak Isu SARA di Pulau Dewata

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Ray
    • 5Komentar

    DENPASAR | Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi isu SARA menyusul kericuhan saat unjuk rasa di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu, 30 Agustus 2025. Ketua FKPEN Bali, A.A. Bagus Ngurah Agung, menegaskan bahwa penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus dilakukan sesuai ketentuan […]

  • Pelestarian Budaya Bertumpu pada Rakyat Kecil, Gung De Dorong Intervensi Pemerintah

    Pelestarian Budaya Bertumpu pada Rakyat Kecil, Gung De Dorong Intervensi Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    BADUNG – Ujian kenaikan tingkat Sanggar Tari Semara Duta yang digelar di Pura Desa lan Puseh Padang Luwih, Minggu (15/2/2026), tak sekadar menjadi ajang evaluasi bagi 162 anak penari dari Denpasar dan Badung. Di balik gerak gemulai dan sorot mata penuh percaya diri para peserta, tersimpan potret sosial tentang siapa sesungguhnya yang menopang pelestarian budaya […]

expand_less