Breaking News
light_mode

Hampir Capai 10 Laporan di Polda Bali, Dede Oknum Wartawan Terkesan Kebal Hukum

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, 12 Juli 2025 — Kasus dugaan intimidasi terhadap jurnalis Jawa Pos Radar Bali, Andre S, saat peliputan Hari Bhayangkara ke-79, kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Polda Bali dan komunitas pers.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., memastikan bahwa insiden yang melibatkan oknum Polwan Polda Bali, Aipda Putu EA, serta seorang pemilik media bernama I Nyoman S alias Dede, tengah ditangani secara internal oleh Divisi Propam.

Wartawan Radar Bali Andre (kanan) baju putih.

“Kami langsung mengambil langkah. Yang bersangkutan sudah diperiksa, bahkan tanpa harus menunggu laporan resmi. Ini masuk ranah kode etik dan disiplin,” tegas Ariasandy saat dikonfirmasi awak media Gatra Dewata.

Peristiwa ini bermula saat Andre S mengaku mendapat intimidasi verbal dari Dede dan dipertanyakan secara interogatif oleh Aipda Putu EA mengenai sebuah pemberitaan. Berita tersebut memuat dugaan pencemaran nama baik terhadap Dede, namun telah memenuhi prinsip jurnalistik dengan konfirmasi berimbang dari semua pihak.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bali, Djoko Heru Setiyawan.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bali, Djoko Heru Setiyawan, mengecam keras tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers.

“Ini bukan semata-mata serangan terhadap Andre, tapi terhadap profesi jurnalistik dan nilai-nilai demokrasi,” tegasnya.

Dalam diskusi lanjutan, Ariasandy menyayangkan insiden tersebut. Ia menyatakan dirinya berlatar belakang media, memiliki sertifikasi resmi dari ANTARA dan SCTV.

“Saya sangat menghargai kerja jurnalistik. Jika terjadi miskomunikasi, mari kita luruskan bersama. Jangan sampai dimanfaatkan pihak-pihak luar,” ujarnya.

Ia juga menampik informasi simpang siur yang beredar di luar Bali, termasuk kaitan peristiwa ini dengan isu pertambangan.

“Saya ada di lokasi, tapi tidak menyaksikan langsung kejadiannya. Setelah berdialog dengan Andre, saya memahami konteks sebenarnya,” jelasnya.

Dukungan terhadap Andre mengalir dari berbagai organisasi pers, seperti PENA NTT Bali, IJTI, SMSI Bali, dan Ukhuwah Jurnalis Bali (UJB). Ketua PENA NTT Bali, Apollo, menyatakan pihaknya akan mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Ini bukan sekadar konflik personal. Ini soal marwah profesi. Kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya. Pelaporan resmi ke Polda Bali dijadwalkan berlangsung Senin (14/7).

Selain itu, dugaan pemerasan dan intervensi oleh Dede terhadap jurnalis lain juga turut disorot. Komunitas pers menilai penegakan hukum atas insiden ini harus dilakukan tegas untuk memberikan efek jera serta menjaga integritas profesi jurnalistik.

Menutup pernyataannya, Ariasandy menyampaikan pesan dari Kapolda Bali bahwa institusi kepolisian tidak akan mentolerir penyimpangan.

“Salah tetap salah, dan kami akan proses sesuai aturan. Tidak ada tebang pilih,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara pers dan aparat melalui keterbukaan dan saling menghormati peran masing-masing.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas. Selain proses hukum, komunitas pers juga menyerukan evaluasi etika profesi dan penguatan pengawasan internal guna menjaga citra pers yang independen dan bertanggung jawab.

Intimidasi terhadap wartawan bukan hanya menyasar individu, tetapi juga merupakan ancaman terhadap kebebasan berekspresi di negara demokrasi.

Dikonfirmasi terpisah, I Nyoman Sariana alias Dede rupanya enggan berkomentar banyak terkait beberapa pertanyaan awak media. Dia hanya menyarankan untuk konfirmasi ke pihak berwajib, “Tanyakan ke penyidik,” singkat lelaki sapaan Dede.

Berdasarkan penelusuran terhadap Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, sedikitnya enam laporan membelit dede (dikutip dari baliberkarya.com)

Tercatat, laporan itu yakni No. Reg. : STPL/1228/v1/2025/SPKT/POLDA BALI; No.Reg.: STPL/ 805/V/2025/SPKT/POLDA BALI; STPLP/B/337/V/2025/SPKT/POLDA BALI; STPL/841 /V/2025/SPKT/POLDA BALI; STPL/907/v/2025/SPKT/POLDA BALI; dan STPL/906/V/2025/SPKT/POLDA BALI.

Info terkini,

Didampingi tim kuasa hukum dari Solidaritas Jurnalis Bali (SJB), Andre melayangkan laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali pada Jumat (11/7/2025). Laporan tersebut teregister dengan Nomor: STPDL/1309/VII/2025/SPKT/Polda Bali.

(Ray)

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • * * * $3,222 credit available! Confirm your transfer here: https://somaarttattoo.ru/index.php?5yyqly * * * hs=489eb79e8cc148f7d731608620730bf1* ххх*

    gqkt11

    Balas6 November 2025 12:38 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajati Bali Chatarina Muliana Dimutasi, Baru Enam Bulan Menjabat

    Kajati Bali Chatarina Muliana Dimutasi, Baru Enam Bulan Menjabat

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Pergantian pimpinan terjadi di tubuh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Chatarina Muliana yang baru sekitar enam bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, dimutasi dari jabatannya. Posisi Chatarina kini digantikan oleh Setiawan Budi Cahyono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung. Sementara itu, Chatarina […]

  • 15 Laporan! Chief Security Bertopeng Wartawan, Polda Belum Ambil Tindakan Tegas Play Button

    15 Laporan! Chief Security Bertopeng Wartawan, Polda Belum Ambil Tindakan Tegas

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 20Komentar

    DENPASAR – Kelakuan oknum chief Security di The Cakra Hotel (info Markom Hotel) yang kini merangkap sebagai wartawan terbongkar, kini banyak masyarakat yang mengadukan kelakuannya di Polda Bali. Dari dugaan pelaporan pemerasan, perlakuan kasar, ancaman diviralkan dan lain sebagainya untuk sejumlah uang. Masyarakat berani bertindak karena diduga oknum bekingan aparatnya telah dilucuti di Internal Polri, […]

  • Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

    Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR — Pemikir kritis Bali, I Nyoman Sukataya alias Man Tayax, angkat bicara soal polemik reaksi keras Megawati Soekarnoputri terhadap penetapan Jenderal Besar H. Mohamad Soeharto sebagai pahlawan nasional oleh pemerintahan Prabowo–Gibran. Menurutnya, publik keliru jika melihat ini hanya sebagai drama politik atau dendam personal. Ia menegaskan bahwa satu generasi bangsa membawa luka sejarah yang […]

  • Putusan Sela Ditolak, Koalisi Advokasi Bali Soroti Ancaman terhadap Demokrasi dan Hak Sipil

    Putusan Sela Ditolak, Koalisi Advokasi Bali Soroti Ancaman terhadap Demokrasi dan Hak Sipil

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Denpasar, 9 April 2026 — Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi menyatakan keprihatinan serius atas putusan sela Pengadilan Negeri Denpasar dalam perkara yang menjerat Tomy Priatna Wiria. Putusan yang dibacakan di Ruang Kartika tersebut dinilai mencerminkan wajah peradilan yang kaku serta mengabaikan konteks sosial-politik yang melatarbelakangi kasus. Dalam sidang tersebut, majelis hakim menolak seluruh nota perlawanan […]

  • Sidang Perdana Aktivis Aksi Kamisan Bali Disorot, Kehadiran Banyak Aparat Dianggap Intimidatif

    Sidang Perdana Aktivis Aksi Kamisan Bali Disorot, Kehadiran Banyak Aparat Dianggap Intimidatif

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar, 25 Maret 2026 — Sidang perdana aktivis Aksi Kamisan Bali, Tomy Priatna Wiria, dalam perkara Nomor 287/Pid.Sus/2026/PN Dps di Pengadilan Negeri Denpasar menuai sorotan dari Koalisi Advokasi Bali untuk Demokrasi. Koalisi menilai proses hukum yang berlangsung sejak awal menunjukkan indikasi kuat kriminalisasi terhadap suara kritis masyarakat sipil. Dalam keterangan resminya, Koalisi menyebut bahwa penggunaan […]

  • Saat Dipaksa Mandiri, Pemerintah Juga Ancam Sanksi Warga! Somya: Akar Masalah TPST Tak Optimal

    Saat Dipaksa Mandiri, Pemerintah Juga Ancam Sanksi Warga! Somya: Akar Masalah TPST Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Permasalahan sampah di Bali kian menunjukkan kompleksitas yang mengkhawatirkan. Di tengah upaya pemerintah mendorong pengelolaan berbasis sumber, masyarakat justru berada di posisi paling terdampak—bahkan terancam sanksi hukum saat berupaya mencari solusi mandiri. Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang direncanakan sejak Desember lalu menjadi titik krusial yang membuka persoalan laten pengelolaan sampah di […]

expand_less