Warga Keluhkan Shelter Tampung Anjing Liar 50an Ekor, Diduga tak Miliki Izin
- account_circle Ray
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- print Cetak

Terlihat beberapa anjing menyalak kepada awak media saat mendatangi tempat yang diduga shelter tersebut, Senin 23 Februari 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Keluhan warga masyarakat di lingkungan Desa Adat Pohgading, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara terhadap keberadaan shelter yang diduga tak berizin diantara pemukiman penduduk mendapat sorotan.
Awak media mendatangi rumah yang dimaksud tersebut mendapatkan keterangan dari penjaga rumah yang dijadikan sheter anjing tersebut. Rumah itu dengan ciri – ciri berlantai 2 dengan bangunan minim halaman luar.

Bangunan rumah lantai 2 ini diduga dijadikan shelter anjing liar yang tak berizin. (Foto dilakukan dari luar pagar, dikarenakan anjing menyalak keras)
Dalam pengamatan awak media, rumah tersebut diluar pagar tercium aroma binatang yang sangat kuat dan mengganggu. Belum lagi limbah yang dikeluhkan oleh warga masyarakat terutama sebelah bersebelah dengan shelter tersebut.
Menemui penjaga rumah tersebut menyebutkan bahwa tempatnya digunakan untuk penyelamatan anjing liar yang terluka.
“Kami menolong anjing liar pak, kalo mau ada yang mengadopsi kami akan berikan, ” Sebutnya.
Ditanyakan berapa banyak anjing yang berada didalam rumah tersebut, ia menyebutkan kurang lebih ada 50 an ekor. Awak media mensinyalir tempat tersebut bukan penampungan seperti yang mereka katakan, karena dari jenis anjing yang sepintas terlihat bukan jenis anjing liar, melainkan jenis anjing peliharaan yang cukup punya nilai.
Dalam beberapa waktu yang lalu ada pemberitaan bahwa Bali merupakan pemasok daging anjing terbesar ke wilayah Jakarta. Belum lagi isu tentang penyiksaan anjing sebagian yang dipelihara untuk mencari donasi di luar negeri sebagai penampung anjing jalanan.
Dalam isu yang berhembus dana yang didapat diduga sangat besar yang menyebabkan banyaknya praktek – praktek terselubung semacam ini.
Shelter yang dikeluhkan warga sekitar ini sepertinya tidak memiliki plang nama, izin resmi karena berada diwilayah perumahan.
Sampai berita ini turun belum ada konfirmasi resmi dari pejabat setempat.
Editor – Ray
*Nama narasumber untuk saat ini masih dirahasiakan, untuk menjaga privasi masing- masing pihak yang berseteru.

Saat ini belum ada komentar