Breaking News
light_mode

Menelusuri Proses Ilmiah Penguraian Jasad di Dalam Kubur

  • account_circle Admin
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kematian menandai berhentinya seluruh fungsi vital tubuh. Namun secara biologis, proses di dalam jasad belum sepenuhnya usai. Setelah dikuburkan, tubuh manusia mengalami serangkaian tahapan alami yang dalam dunia medis dan forensik dikenal sebagai proses dekomposisi atau penguraian.

Secara ilmiah, perubahan itu dimulai dalam hitungan jam. Ketika jantung berhenti berdetak, suplai oksigen ke seluruh jaringan terhenti. Kulit berangsur pucat karena sirkulasi darah berhenti, suhu tubuh perlahan turun mengikuti suhu lingkungan, dan darah mengendap di bagian tubuh terbawah sehingga menimbulkan warna keunguan.

Dalam dua hingga enam jam pertama, otot-otot mulai kaku, sebuah kondisi yang dikenal sebagai rigor mortis. Di saat yang sama, sel-sel tubuh mulai mengalami autolisis, yakni proses penghancuran diri akibat kerja enzim dari dalam sel.

Memasuki hari ketiga, fase pembusukan awal mulai tampak jelas. Bakteri yang secara alami berada di dalam usus berkembang tanpa kendali karena sistem imun tidak lagi bekerja. Aktivitas bakteri ini menghasilkan gas yang membuat bagian perut membengkak.

Warna kulit berubah kehijauan, terutama di area abdomen, dan muncul pola menyerupai marmer pada permukaan kulit. Lepuhan dapat terbentuk, disertai bau khas yang muncul akibat pelepasan gas dan senyawa kimia hasil pembusukan.

Dalam rentang satu hingga tiga minggu, proses memasuki tahap pembusukan lanjut. Jaringan lunak perlahan mencair, organ-organ dalam mengalami kehancuran signifikan, dan gas yang sebelumnya terperangkap mulai keluar sehingga pembengkakan berkurang.

Jika kondisi tanah memungkinkan, mikroorganisme serta serangga turut mempercepat penguraian. Pada fase ini, sebagian besar jaringan lunak telah rusak.

Seiring berjalannya waktu, tubuh memasuki tahap pengeringan. Setelah satu bulan hingga bertahun-tahun kemudian, jaringan lunak umumnya telah habis. Yang tersisa adalah tulang, rambut, dan gigi. Tulang sendiri tidak serta-merta hilang; proses pelapukan berlangsung sangat lama dan dipengaruhi kondisi tanah.

Dalam lingkungan tertentu, tulang dapat bertahan puluhan tahun sebelum akhirnya rapuh dan terurai.

Kecepatan seluruh proses tersebut sangat bergantung pada sejumlah faktor. Suhu tanah yang hangat cenderung mempercepat dekomposisi, demikian pula tingkat kelembapan dan keberadaan mikroorganisme.

Jenis peti mati juga berpengaruh; peti yang tertutup rapat dapat memperlambat proses alami. Sementara itu, tindakan pembalseman dirancang khusus untuk menunda pembusukan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam kajian forensik, pemahaman terhadap tahapan penguraian ini menjadi penting untuk memperkirakan waktu kematian dan kondisi lingkungan pemakaman.

Namun di luar kepentingan ilmiah, proses tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari siklus alam, fase akhir tubuh manusia yang kembali menyatu dengan tanah.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Premanisme, ARUN Bali Mantapkan Jalur Advokasi dan Siapkan Event Gaungkan Tumpek Uye ke Dunia

    Bukan Premanisme, ARUN Bali Mantapkan Jalur Advokasi dan Siapkan Event Gaungkan Tumpek Uye ke Dunia

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Rapat koordinasi dan evaluasi akhir tahun Organisasi Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Provinsi Bali mengevaluasi kinerja satu tahun yang lalu. Dalam visi dan misi -nya ARUN Bali telah ditegaskan oleh ketua umum ARUN Pusat Bob Hasan, yang juga seorang Politikus Partai Gerindra sebagai Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI periode 2024-2029, yakni memberikan […]

  • Man Tayax Menggugat! Kritik Cadas untuk PSI dan Pembelaan Terbuka untuk Megawati

    Man Tayax Menggugat! Kritik Cadas untuk PSI dan Pembelaan Terbuka untuk Megawati

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Pemikir kritis Bali, I Nyoman Sukataya atau Man Tayax, melontarkan kritik yang tajam dan tanpa tedeng aling-aling terhadap Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, setelah pernyataannya yang menyebut Megawati Soekarnoputri sebagai “nenek-nenek”. Bagi Man Tayax, ini bukan sekadar serangan politik, melainkan penghinaan terhadap martabat perempuan dan bentuk diskriminasi yang tidak bisa ditoleransi. Man Tayax […]

  • Ironi di Rote Ndao! Tersangka Korupsi Regina Kedoh Justru Diberi Penghargaan Bupati

    Ironi di Rote Ndao! Tersangka Korupsi Regina Kedoh Justru Diberi Penghargaan Bupati

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Deda Henukh
    • 3Komentar

    ROTE NDAO — Publik Rote Ndao digegerkan dengan langkah kontroversial Bupati Paulus Henuk yang memberikan penghargaan kepada Regina Kedoh, Kepala Dinas P3AP2KB yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Alih-alih diproses hukum secara tegas, Regina justru menerima penghargaan dari orang nomor satu di daerah tersebut. Kasus ini bermula dari dugaan korupsi di Dinas P3AP2KB saat […]

  • ACS Bali Launches in Kura Kura Bali SEZ, Blending Academic Excellence with Community Values

    ACS Bali Launches in Kura Kura Bali SEZ, Blending Academic Excellence with Community Values

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Serangan, Bali – July 28, 2025 — The prestigious Anglo-Chinese School (ACS) officially opened its new campus in the Kura Kura Bali Special Economic Zone (SEZ) today, marking a major milestone in Bali’s educational landscape. This expansion brings a 139-year tradition of holistic learning from Singapore to Indonesia, where the school aims to nurture not […]

  • Dari Dapur MasterChef ke Jeruji Besi, Eks Finalis Etiqah Dipenjara 34 Tahun atas Pembunuhan ART Asal Indonesia

    Dari Dapur MasterChef ke Jeruji Besi, Eks Finalis Etiqah Dipenjara 34 Tahun atas Pembunuhan ART Asal Indonesia

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Ray
    • 4Komentar

    Sabah, Malaysia – Nama Etiqah Siti Noorashikeen pernah melejit sebagai salah satu finalis berbakat dalam ajang kuliner bergengsi MasterChef Malaysia tahun 2012. Namun kini, namanya kembali menjadi sorotan publik bukan karena prestasi, melainkan karena tragedi hukum yang mengguncang nurani. Etiqah bersama suaminya, Mohammad Ambree Yunos, dijatuhi hukuman 34 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Kota Kinabalu […]

  • Kisruh Narasi Bandara Internasional Bali Utara, Ada apa Dengan Pemprov Bali?

    Kisruh Narasi Bandara Internasional Bali Utara, Ada apa Dengan Pemprov Bali?

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    DENPASAR – Proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara kembali menjadi bola panas. Padahal, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 telah dengan jelas mencantumkan “Pembangunan Bandara Internasional Bali Baru/Bali Utara” sebagai salah satu program strategis. Namun, pernyataan pejabat Pemerintah Provinsi Bali justru menimbulkan keraguan publik. Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda, menegaskan […]

expand_less