Breaking News
light_mode

“Bali Merdeka Saja Kalo Begini” Tokoh Bali Mendesak Presiden Realisasikan Ground Breaking Bandara Bali Utara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Tokoh Masyarakat Bali, Para Penglingsir Bali dan masyarakat secara luas mendesak Presiden segera merealisasikan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng. Desakan itu mencuat dalam pertemuan antara jajaran PT BIBU dengan sejumlah tokoh puri dan masyarakat Bali, Kamis (12/2), di Jalan Soputan, Denpasar.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Penglingsir Puri Jambe Anak Agung Rai Iswara selaku tuan rumah, Anak Agung Ugrasena dari Puri Buleleng, Anak Agung Kakarsana dari Puri Blahbatuh, Cokorde Dibya dari Puri Agung Petak, Direktur Utama PT BIBU Erwanto Hari Wibowo, mantan Wakil Bupati Buleleng Gede Wardana, tokoh Buleleng Ketut Mister, Gede Mahaputra, serta pemerhati pariwisata Jro Mangku Badra.

Dalam forum tersebut, Penglingsir Puri Jambe Anak Agung Rai Iswara menegaskan pembangunan bandara di Bali Utara harus memiliki tiga sandaran utama.

“Pertama, harus bersandar pada peraturan perundang-undangan. Kedua, kepastian pendanaan jangan sampai rekomendasi keluar tetapi dana tidak tersedia. Ketiga, harus memenuhi standar kewajaran,” ujarnya.

Ketut Mister mempertanyakan mandeknya proyek tersebut meski seluruh proses dinilai telah ditempuh. Ia bahkan meyakini mayoritas masyarakat Buleleng mendukung pembangunan bandara.

“Kalau dilakukan polling, saya yakin 95 persen masyarakat Buleleng setuju. Bandara akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Jro Mangku Badra menilai kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mengalami kelebihan kapasitas. Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan dan pesawat berbadan lebar menuntut adanya bandara baru.

“Bandara Ngurah Rai sudah sangat padat. Perlu solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pembangunan di laut jika di darat menghadapi banyak kendala,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas antar bandara serta dukungan infrastruktur, termasuk akses darurat dan fasilitas akomodasi kru.

Anak Agung Ugrasena mengungkapkan gagasan pembangunan bandara di Buleleng sebenarnya sudah muncul sejak era Soekarno. Saat itu, rencana awal bandara disebut berada di Bali Utara sebelum akhirnya dipindahkan ke Tuban, Badung. Ia juga menyinggung peristiwa Konferensi APEC 2013 pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika keterbatasan kapasitas Bandara Ngurah Rai membuat sejumlah pesawat tamu negara harus parkir di luar Bali.

Menurutnya, saat itu kajian lokasi sempat mengarah ke Kubutambahan, Buleleng.
Mantan Wakil Bupati Buleleng Gede Wardana menambahkan, pembangunan Bandara Bali Utara penting untuk menyeimbangkan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara. Ia mendorong masyarakat terus menyuarakan aspirasi tersebut hingga terealisasi.

Menanggapi berbagai masukan itu, Direktur Utama PT BIBU Erwanto Hari Wibowo menyatakan proyek telah berproses dan mendapatkan dukungan politik. Ia mengungkapkan bahwa pada 13 Februari 2025, pihaknya bersama para penglingsir puri bertemu Presiden Prabowo, yang saat kampanye berkomitmen membangun bandara di Buleleng.

“Pendanaan dari investor Tiongkok sudah disiapkan sekitar 3 miliar dolar AS. Kami bahkan mendampingi penandatanganan dengan investor di KBRI di Tiongkok,” jelasnya.

Erwanto menambahkan, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden terkait pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kubutambahan–Singapadu–Kintamani–Bangli–Denpasar sebagai bagian dari dukungan infrastruktur. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu penetapan lokasi (penlok) dan jadwal ground breaking.

“Penglingsir puri se-Bali sudah menyurati Presiden untuk menanyakan kepastian waktu ground breaking. Jika terlalu lama, investor bisa menilai pemerintah tidak serius,” tegasnya.

Banyak dari tokoh masyarakat yang hadir sepertinya dongkol, begitu lama dan bertele-telenya birokrasi untuk kemajuan daerah Bali yang masih tertinggal.

“Bali Merdeka Saja Kalo Begini terus, apa sih lagi kurang? Tidak makan uang negara juga loh ini, untuk kesejahteraan Buleleng, ” Teriak salah satu masyarakat yang tidak diketahui namanya yang didengar banyak orang itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah pusat terkait jadwal pasti dimulainya pembangunan Bandara Bali Utara.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Jro Kepisah! Tuntutan Tak Berdasar, Kuasa Hukum Tegaskan Turah Oka Tak Bersalah

    Kasus Jro Kepisah! Tuntutan Tak Berdasar, Kuasa Hukum Tegaskan Turah Oka Tak Bersalah

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    DENPASAR – Tuntutan tiga bulan penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Isa Ulinnuha terhadap A.A. Ngurah Oka alias Turah Oka dinilai tidak mencerminkan fakta-fakta hukum yang terungkap selama persidangan. Hal ini ditegaskan oleh kuasa hukum terdakwa, I Kadek Duarsa, yang menyebut tuntutan tersebut sarat asumsi dan mengabaikan bukti-bukti nyata di ruang sidang. “Tuntutan ini […]

  • Kasus Dugaan Pelanggaran Penggunaan Jalur Utilitas Jababeka Resmi Naik ke Penyidikan

    Kasus Dugaan Pelanggaran Penggunaan Jalur Utilitas Jababeka Resmi Naik ke Penyidikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    JAKARTA – Laporan Pidana PT Mastertama Adhi Properti (MAP) terhadap PT Jababeka di Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran hukum penggunaan lahan telah dinaikan statusnya menjadi Penyidikan pada September 2025. Kasus ini berawal dari jaringan pipa atau utilitas milik PT Jababeka Tbk yang berada di atas lahan seluas 176.525 meter persegi milik PT MAP di […]

  • AWDI Perkuat Peran Jurnalis dan Advokasi Publik di Era Digital

    AWDI Perkuat Peran Jurnalis dan Advokasi Publik di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 April 2026 — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran jurnalis sekaligus meningkatkan fungsi advokasi masyarakat, dalam acara silaturahmi dan Halal Bihalal yang digelar di kantor pusat DPP AWDI, Jumat (10/4). Ketua Umum AWDI, Budi Wahyudin Syamsu, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa sejak hasil kongres terakhir, organisasi ini […]

  • Risiko Sudah Tertulis, Mangrove Terlanjur Terbelah, Dokumen FSRU LNG Sidakarya Bongkar Fakta yang Tak Lagi Bisa Ditutup

    Risiko Sudah Tertulis, Mangrove Terlanjur Terbelah, Dokumen FSRU LNG Sidakarya Bongkar Fakta yang Tak Lagi Bisa Ditutup

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Ray
    • 17Komentar

    DENPASAR — Apa yang selama ini tampak samar dari citra satelit kini menemukan pijakan resminya. Koridor sepanjang sekitar 835 meter hingga 1 kilometer yang membelah kawasan mangrove Sidakarya bukan sekadar dugaan aktivitas biasa. Berita sebelumnya: Monitor Langit Terkuak! Koridor 835 Meter Belah Mangrove Sidakarya, Akses Adat atau Jejak Proyek Energi? Dokumen lingkungan proyek FSRU LNG […]

  • Lonjakan Kasus Pelecehan di Bali, Turis Korsel Himbau Warganya Waspada Saat Berwisata ke Bali

    Lonjakan Kasus Pelecehan di Bali, Turis Korsel Himbau Warganya Waspada Saat Berwisata ke Bali

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 0Komentar

    Denpasar, Bali — Meningkatnya jumlah wisatawan asal Korea Selatan ke Bali mendapat perhatian khusus dari Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta. Melalui pernyataan resmi, pihak Kedutaan mengapresiasi tingginya minat warganya terhadap Pulau Dewata, namun sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan selama berada di destinasi wisata tersebut. Berita sebelumnya, Lonjakan Kasus Kekerasan Seksual terhadap WNA, Alarm Keras bagi […]

  • Sampoerna Resmi Hengkang dari Bursa, Analis Sebut Arah Baru Konglomerasi Mulai Terlihat

    Sampoerna Resmi Hengkang dari Bursa, Analis Sebut Arah Baru Konglomerasi Mulai Terlihat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Langkah Grup Sampoerna melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 65,72% di PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kepada Posco International Corporation menandai berakhirnya jejak panjang keluarga Sampoerna di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui transaksi strategis tersebut, Grup Sampoerna kini tidak lagi memiliki satu pun perusahaan tercatat di BEI. Sebelumnya, keluarga Sampoerna juga telah melepas kepemilikan […]

expand_less