Breaking News
light_mode

Ganesha, Simbol Kecerdasan dan Kebijaksanaan dalam Tradisi Hindu

  • account_circle Admin
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GANESHA merupakan salah satu dewa paling dikenal dalam ajaran Hindu. Sosoknya mudah dikenali melalui kepala gajah, perut besar, empat lengan, serta kendaraan berupa seekor tikus. Bagi umat Hindu, figur ini bukan sekadar representasi artistik, melainkan simbol mendalam tentang kecerdasan, kebijaksanaan, serta keseimbangan hidup.

Dalam mitologi Hindu, Ganesha diyakini sebagai putra sulung Dewi Parwati dan Dewa Siwa. Namun kisah kelahirannya memiliki versi yang unik. Tradisi menyebutkan, Parwati menciptakan seorang anak laki-laki dari tanah karena keinginannya untuk menjadi seorang ibu, di tengah sikap Siwa yang tidak menghendaki kehadiran anak. Anak tersebut kemudian ditugaskan menjaga kediaman ibunya.

Konflik terjadi ketika Siwa kembali dan tidak diizinkan masuk oleh anak itu. Dalam kemarahan, Siwa memenggal kepala sang anak. Menyadari kesalahannya dan melihat kesedihan Parwati, Siwa memerintahkan pengikutnya mencari kepala makhluk hidup pertama yang mereka temui dalam keadaan tidur. Mereka menemukan seekor gajah dan membawa kepalanya. Kepala itu kemudian dipasangkan pada tubuh sang anak dan dihidupkan kembali. Sejak saat itu, Ganesha diangkat sebagai pemimpin para gana (kelompok) dan dimuliakan untuk disembah terlebih dahulu sebelum pemujaan kepada dewa-dewa lain.

Secara etimologis, nama Ganesha berasal dari dua kata Sanskerta, “Gana” yang berarti kelompok dan “Isha” yang berarti Tuhan, sehingga dimaknai sebagai “Pemimpin Kelompok” atau “Tuhan bagi Umat.” Makna ini memperkuat posisinya sebagai figur pelindung dan pembuka jalan dalam berbagai ritual Hindu.

Penampilan fisik Ganesha pun sarat simbolisme. Kepala gajah melambangkan kecerdasan dan daya pikir yang kuat. Taring yang patah dimaknai sebagai kemampuan mengatasi dualisme kehidupan. Telinga besar mencerminkan kebijaksanaan dan kesiapan mendengar doa serta aspirasi umat. Belalai yang melengkung menggambarkan potensi intelektual dan fleksibilitas dalam menghadapi persoalan.

Simbol trisula (trishula) yang sering digambarkan di dahinya melambangkan tiga dimensi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa depan. Sementara perutnya yang besar dipercaya merepresentasikan kemampuan menampung seluruh pengalaman hidup—baik suka maupun duka—serta menjaga keseimbangan batin.

Empat lengan Ganesha, yang dalam beberapa representasi artistik dapat berjumlah lebih, masing-masing memiliki makna filosofis. Lengan tersebut melambangkan pikiran, kecerdasan, ego, dan hati nurani—empat unsur penting dalam diri manusia. Dengan simbol-simbol tersebut, Ganesha dipandang sebagai representasi harmoni antara kekuatan intelektual dan spiritual.

Bagi umat Hindu, Ganesha bukan hanya dewa pembawa keberuntungan, melainkan lambang menyeluruh dari kosmos dan kehidupan manusia. Kehadirannya dalam setiap awal upacara keagamaan mencerminkan keyakinan bahwa setiap langkah kehidupan membutuhkan kebijaksanaan, keteguhan, dan keseimbangan.

Editor – Ray

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KUHP Baru! Zina, Chat Mesra, hingga Nikah Siri Tak Otomatis Pidana

    KUHP Baru! Zina, Chat Mesra, hingga Nikah Siri Tak Otomatis Pidana

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    DENPASAR — Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperketat pengaturan tindak pidana kesusilaan, mulai dari zina, perselingkuhan, hingga nikah siri dan poligami ilegal. Meski demikian, para praktisi hukum menegaskan bahwa tidak semua dugaan pelanggaran dapat serta-merta dipidana tanpa pembuktian yang sah. Praktisi hukum dari Kantor Hukum Gunkiss & Partner’s dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Astranawa, […]

  • Golkar Bali Tunjukkan Wajah Politik Karya Nyata, Fokus pada Generasi Muda, UMKM, dan Kepedulian Sosial Sambut HUT ke-61

    Golkar Bali Tunjukkan Wajah Politik Karya Nyata, Fokus pada Generasi Muda, UMKM, dan Kepedulian Sosial Sambut HUT ke-61

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Ray
    • 2568Komentar

    DENPASAR — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Bali menegaskan arah baru politik kekaryaannya. Di bawah kepemimpinan Gde Sumarjaya Linggih (Demer), Golkar Bali tidak ingin peringatan hari jadi partai berlambang beringin ini hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat peran partai dalam pemberdayaan masyarakat dan regenerasi […]

  • Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

    Man Tayax Bicara Lantang: Megawati–Soeharto Bukan Sekadar Dendam, Ini Luka Bangsa yang Belum Sembuh

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR — Pemikir kritis Bali, I Nyoman Sukataya alias Man Tayax, angkat bicara soal polemik reaksi keras Megawati Soekarnoputri terhadap penetapan Jenderal Besar H. Mohamad Soeharto sebagai pahlawan nasional oleh pemerintahan Prabowo–Gibran. Menurutnya, publik keliru jika melihat ini hanya sebagai drama politik atau dendam personal. Ia menegaskan bahwa satu generasi bangsa membawa luka sejarah yang […]

  • Medsos Picu Ketegangan di Desa Adat Pemogan, Jalan Upanisad Jadi Pilihan Damai

    Medsos Picu Ketegangan di Desa Adat Pemogan, Jalan Upanisad Jadi Pilihan Damai

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Kericuhan yang terjadi lantaran celotehan seorang warga desa Adat Pemogan yang bila diamati sangat biasa saja di dunia jagat maya. Kondisi ini membuat Bendesa Adat Pemogan AA Ketut Arya Ardana seperti kebakaran jenggot merasa tersinggung atas unggahan opini salah satu warganya. Dalam wawancara singkat dengan Wayan K. Sugita selaku yang menjawab postingan pemilihan […]

  • UVJF 2025 Day Two, Where Jazz Danced with Nature and Culture Took Flight

    UVJF 2025 Day Two, Where Jazz Danced with Nature and Culture Took Flight

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Ubud, Bali – Saturday, August 2, 2025 – The second evening of the Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 unfolded as a vibrant testament to the unifying power of music. Nestled in the tranquil village of Lodtunduh, the festival continued its 12-year tradition of fusing world-class jazz with Balinese soul—drawing thousands into a celebration […]

  • Banding Ditolak, Hukuman Nikita Mirzani Justru Bertambah Jadi 6 Tahun Penjara

    Banding Ditolak, Hukuman Nikita Mirzani Justru Bertambah Jadi 6 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR – Upaya banding yang diajukan selebritas Nikita Mirzani atas kasus pemerasan dan pengancaman melalui ITE justru berujung pada penambahan hukuman. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi memutuskan memperberat vonis dari sebelumnya 4 tahun menjadi 6 tahun penjara, setelah menyatakan Nikita terbukti bersalah tidak hanya dalam kasus ITE, tetapi juga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Putusan ini […]

expand_less