Breaking News
light_mode

KETUM PSI KAESANG PANGAREP KECEWA! “Kenapa Tidak Dari Dulu Wayan Suyasa Jadi Ketua DPW PSI Bali”

  • account_circle Ray
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG – Agenda Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali, yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI se-Bali, di The Trans Resort, Badung, Sabtu (24/1).

Dalam sambutannya, Kaesang menekankan kepada seluruh pengurus PSI Bali agar mampu menjalankan amanah partai dengan penuh tanggung jawab serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sempat Kaesang mengecoh para pengurus, kader dan simpatisan yang hadir dengan mengatakan diri kecewa, yang berakhir mengatakan bahwa dirinya kecewa kenapa tidak dari dulu saja I Wayan Suyasa tidak menjadi Ketua DPW PSI Bali.

Wayan Suyasa, Ketua DPW PSI Bali.

“Ditangan Pak Wayan Suyasa pembentukan DPW sampai ke paling bawah DPC sudah lengkap 100%, 57 DPC sudah lengkap, struktur PSI Bali sudah lengkap, ” Puji Kaesang.

Ia juga memohon secara langsung agar PSI harus punya manfaat yang sangat-sangat besar untuk masyarakat di Provinsi Bali.

Kaesang juga menceritakan logo PSI yang baru ini lahir di Bali, tepatnya di Kabupaten Tabanan. Logo ini mengalami proses yang tidak mudah dan penuh pertimbangan.

“Sekitar 3 minggu sebelum Kongres kita kosongan tanpa logo, ketika itu Dewan Pembina Ibu Grace (Grace Natalie Louisa) mengusulkan memakai logo gajah, lahirlah logo PSI yang baru, ” Ucap Kaesang.

Awalnya ingin menggunakan logo Kuda Sembrani (pegasus bukan Unicorn), kemudian berubah lagi merpati, burung elang dan lainnya akhirnya memilih logo gajah dengan warna hitam pada badan dan merah pada kepala, yang melambangkan persatuan, kesetiaan dan kekuatan.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, dalam sambutannya menekankan kader PSI harus bermental seperti gajah, dia kuat, setia pada kawanan dam tangguh. Bila nanti PSI duduk di Parlemen, maka PSI bisa wujudkan kesejahteraan. Ia juga percaya ditangan Wayan Suyasa Bali akan memiliki kursi untuk suara DPR RI nantinya.

Ia juga menegaskan agar PSI Bali jangan sampai bertentangan dengan adat dan istiadat yang sudah ada, harus mampu berbaur. Apalagi merubah Bali seperti provinsi yang memiliki sumber daya alam.

“Kita hadir tidak ingin merubah apapun, justru PSI harus belajar pada pemangku – pemangku adat yang ada agar PSI dapat hadir memberikan kesejahteraan serta Bali harus tetap sebagai Bali yang berbasis budaya yang adi luhung, ” Pungkasnya.

Dalam acara tersebut ada juga teatrikal yang membawakan cerita lahirnya seorang yang perkasa Bima, ia lahir dalam cangkang yang keras. Dengan bantuan Batara Guru menghadirkan putranya Gajah Sena yang ditugaskan untuk memecahkan bungkus (selaput) kelahiran Bima (Werkudara) yang tidak bisa hancur oleh senjata apa pun. Setelah memecahkan bungkus tersebut, roh Gajah Sena menyatu ke dalam tubuh Bima.

I Made Edi Wirawan, S.E., Ketua DPD PSI Kabupaten Tabanan.

Menemui tokoh I Made Edi Wirawan, S.E., mantan Wakil Bupati Tabanan menyebutkan PSI Bali khususnya Tabanan menjadi gabungan antara generasi muda dan tua nantinya. Saat ditanya Tabanan juga merupakan lahir dari logo Gajah PSI.

“Kami apresiasi sekali, saatnya Tabanan dan Bali menjadi tempat yang baik dalam memeilihara Gajah (sebutan bagi kader PSI), ” Pungkasnya.

Editor – Ray

Ray

Penulis

Jurnalis! Ajang silahturahmi dengan segala elemen.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajik ARUN Bali Desak Bongkar Data 1.480 Siswa Tercecer, Dugaan Jalur Titipan SPMB Disorot

    Ajik ARUN Bali Desak Bongkar Data 1.480 Siswa Tercecer, Dugaan Jalur Titipan SPMB Disorot

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 1Komentar

    Gung De Pertanyakan Validitas Data Siswa Tercecer, Minta Dinas Pendidikan Transparan dan Tegakkan Sistem Penerimaan yang Adil DENPASAR – Polemik ribuan siswa yang dikategorikan sebagai “siswa tercecer” dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Bali kembali memanas. Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali mempertanyakan validitas data 1.480 siswa tercecer yang beredar di ruang […]

  • Desa Serangan Tak Mau Diadu Domba, Bandesa Adat Bongkar Dugaan Oknum Tunggangi Isu Penyegelan KEK Kura Kura Bali

    Desa Serangan Tak Mau Diadu Domba, Bandesa Adat Bongkar Dugaan Oknum Tunggangi Isu Penyegelan KEK Kura Kura Bali

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 4Komentar

    DENPASAR – Polemik penyegelan proyek nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali berbuntut panjang. Bandesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, angkat suara keras dan membantah klaim adanya dukungan warga Serangan terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali. Ditemui di Kantor Desa Adat Serangan, Jumat (24/4/2026), Pariatha menegaskan bahwa pihak-pihak yang mengatasnamakan “Warga […]

  • Kembali Beraksi! MSP Salurkan Sembako dan Kursi Roda di Bangli dan Buleleng

    Kembali Beraksi! MSP Salurkan Sembako dan Kursi Roda di Bangli dan Buleleng

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BANGLI – Semangat berbagi kembali ditunjukkan Tim Creative MSP melalui kegiatan sosial yang digelar pada Minggu, 5 April 2026. Dalam keterbatasan waktu dan cakupan wilayah yang luas, tim relawan membagi diri menjadi dua kelompok guna menjangkau masyarakat di tiga desa berbeda, yakni Desa Songan, Desa Sukawana, dan Desa Madenan. Kegiatan ini difokuskan pada dua bentuk […]

  • Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

    Perut sebagai Simbol Kehormatan, Ritual Ka’el Suku Bodi di Lembah Omo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 5Komentar

    DENPASAR — Standar kecantikan dan keperkasaan pria tidak selalu identik dengan tubuh atletis. Di pedalaman Lembah Omo, ukuran perut justru menjadi tolok ukur utama kehormatan dalam tradisi tahunan Suku Bodi melalui ritual Ka’el. Ritual ini memperlihatkan bagaimana tubuh gemuk dipandang sebagai simbol kemakmuran, kekuatan, dan prestise keluarga. Setiap tahun, satu pria lajang dari tiap keluarga […]

  • Bijak Menyikapi Pujian dan Celaan, Pesan Keseimbangan dari Siddhartha Gautama

    Bijak Menyikapi Pujian dan Celaan, Pesan Keseimbangan dari Siddhartha Gautama

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar — Di tengah derasnya arus opini publik dan dinamika sosial yang kian cepat, pesan tentang ketenangan batin kembali mengemuka. Ajaran klasik dari Siddhartha Gautama atau Buddha mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan diri, terutama saat menghadapi pujian maupun celaan. Dalam kutipan yang kerap digaungkan, Buddha menekankan bahwa manusia tidak dapat menghindari penilaian dari orang lain. Pujian […]

  • Pansus TRAP dan Babak Uji Kebijaksanaan Hukum di Bali

    Pansus TRAP dan Babak Uji Kebijaksanaan Hukum di Bali

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Ray
    • 2Komentar

    Advokat I Made Somya Putra, SH., MH. DENPASAR – Dinamika penanganan persoalan tata ruang Bali kembali mengemuka setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah. Di tengah keresahan publik terkait rusaknya pengelolaan ruang dan lingkungan, DPRD Bali membentuk Pansus Tata Ruang (Pansus TRAP). Harapan publik naik seketika—terlebih ketika temuan awal menyinggung bangunan besar seperti UC Silver, Mal […]

expand_less