Dua Tahun Prabowo-Gibran, De Gadjah Soroti Pemberantasan Korupsi dan Pembangunan Bali
- account_circle Admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
De Gadjah apresiasi komitmen pemberantasan korupsi dan penyelamatan kekayaan negara, sekaligus soroti pembangunan PSEL, energi surya, serta Sekolah Rakyat di Bali.
DENPASAR – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, menyampaikan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelang dua tahun masa pemerintahan.
Ia menyoroti komitmen pemberantasan korupsi, penyelamatan kekayaan negara, serta sejumlah program strategis yang dinilai penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Perhatian pemerintah pusat terhadap Bali turut menjadi sorotan De Gadjah. Sejumlah program yang mendapat perhatian di antaranya pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, pengembangan energi surya untuk memperkuat ketahanan energi, serta pembangunan dua Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan dan Karangasem.
Menurut De Gadjah, pembangunan tersebut perlu dikawal secara berkelanjutan agar tidak berhenti pada tahap perencanaan maupun pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai evaluasi terhadap kebijakan pemerintah tetap diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan rakyat.
“Yang baik kita apresiasi, yang kurang kita perbaiki, dan yang belum selesai kita perjuangkan bersama. Pada akhirnya, keberhasilan Presiden harus menjadi keberhasilan seluruh rakyat Indonesia,” ujar De Gadjah dalam pernyataan terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ia menegaskan, apresiasi terhadap pemerintah tidak berarti mengabaikan berbagai persoalan yang masih perlu diselesaikan. Sebaliknya, dukungan harus berjalan beriringan dengan upaya perbaikan, pengawasan, dan penyempurnaan kebijakan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Bagi Bali, pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik menjadi salah satu isu strategis karena berkaitan dengan persoalan persampahan sekaligus kebutuhan energi. Sementara itu, pengembangan energi surya dinilai relevan untuk memperluas pemanfaatan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Di bidang pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat di Tabanan dan Karangasem menjadi bagian dari perhatian terhadap akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Pelaksanaan program tersebut tetap memerlukan pengawalan agar kualitas layanan pendidikan dan manfaat sosialnya dapat berjalan optimal.
De Gadjah memandang dua tahun pemerintahan bukanlah titik akhir, melainkan momentum untuk memperkuat kerja bersama antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Evaluasi terhadap capaian yang sudah ada perlu dilakukan secara objektif, sementara program yang belum tuntas harus terus diperjuangkan.
Dengan demikian, apresiasi terhadap pemerintah diharapkan tidak hanya menjadi dukungan politik, tetapi juga dorongan agar agenda pemberantasan korupsi, pengelolaan sumber daya negara, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan semakin berdampak bagi masyarakat.
“Dua tahun bukan akhir, melainkan awal untuk terus bekerja, berbenah, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” demikian pesan De Gadjah dalam menyikapi perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Editor – Ray

Saat ini belum ada komentar