China Tambah Cadangan Emas, Analis Nilai Strategi Kurangi Ketergantungan Dolar AS
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beijing – Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) kembali melanjutkan aksi beli emas pada Agustus 2025. Berdasarkan data resmi, tambahan 0,06 juta troy ons membuat total cadangan emas Negeri Tirai Bambu kini menyentuh angka 74,02 juta troy ons. Ini menjadi bulan ke-10 berturut-turut Beijing memperkuat kepemilikan emasnya.
Ekonom senior Asia Pasifik, Liang Wei, menilai konsistensi PBOC membeli emas bukan sekadar langkah teknis, melainkan strategi jangka panjang.
“China ingin menegaskan emas sebagai penopang penting cadangan nasional. Aksi akumulasi ini jelas diarahkan untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global,” ujarnya, Sabtu (14/9/2025).
Menurut Liang, diversifikasi cadangan negara melalui emas memberi keuntungan ganda. Di satu sisi, Beijing memperkuat stabilitas keuangan domestik. Di sisi lain, cadangan emas yang besar menjadi tameng ketika perekonomian global diguncang ketidakpastian nilai tukar dan suku bunga Amerika Serikat.
“Selama ketegangan geopolitik dan risiko resesi masih membayangi dunia, emas akan tetap dipandang sebagai aset lindung nilai yang paling aman. China paham betul hal itu, sehingga strategi akumulasi emas akan terus berlanjut,” tambahnya.
Pengamat pasar keuangan internasional, Zhao Ming, juga menyebut langkah ini sebagai sinyal politik ekonomi. “China ingin mengurangi ketergantungan pada sistem berbasis dolar. Semakin besar cadangan emas, semakin kuat posisi Beijing dalam negosiasi global, termasuk dalam perdagangan internasional,” jelasnya.
Dengan langkah konsisten tersebut, para analis memperkirakan emas akan semakin menjadi instrumen strategis bagi China dalam menghadapi dominasi dolar, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi mereka di mata dunia. (Tim)

xjw5zp
21 September 2025 7:43 AM