AWDI DKI Jakarta Siap Dilantik, Budi Wahyudin Syamsu Tegaskan Pers Harus Bermartabat dan Profesional
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AWDI, AWDI DKI Jakarta, Budi Wahyudin Syamsu, Pelantikan AWDI 2026, Organisasi Wartawan, Kemerdekaan Pers, Profesionalisme Wartawan, Demokrasi Indonesia, Kebebasan Pers, Pers Indonesia
JAKARTA – Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) bersiap memperkuat konsolidasi organisasi di Ibu Kota. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) AWDI DKI Jakarta dijadwalkan menjalani pelantikan pada 11 November 2026 di Gedung Kesbangpol Balai Kota DKI Jakarta, Ruang Elang Bondol Lantai 22.
Menjelang agenda tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AWDI, Budi Wahyudin Syamsu, menegaskan bahwa organisasi pers harus memiliki arah perjuangan yang jelas, tidak sekadar membangun struktur kepengurusan, tetapi juga memperjuangkan profesionalisme, integritas, serta perlindungan terhadap profesi wartawan.
Budi menilai, keberadaan organisasi pers harus memberikan manfaat nyata bagi anggotanya sekaligus berkontribusi terhadap kehidupan demokrasi. Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

“Pers harus bermartabat, wartawan harus profesional, dan demokrasi harus tetap terjaga. Organisasi pers memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kemerdekaan pers serta menjaga kehormatan profesi wartawan,” tegas Budi Wahyudin Syamsu dalam keterangan resmi DPP AWDI, 9 November 2026.
Pelantikan DPW AWDI DKI Jakarta Jadi Momentum Penguatan Organisasi Pers
Budi berpandangan, wartawan saat ini tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis jurnalistik. Pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, hukum pers, independensi, serta tanggung jawab sosial menjadi bagian penting yang harus melekat dalam pelaksanaan tugas profesi.
Dalam konteks demokrasi, AWDI menempatkan kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar penting yang harus terus dijaga. Namun, kebebasan menyampaikan informasi juga harus berjalan beriringan dengan akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik.
Organisasi pers, lanjutnya, juga harus mampu mengambil posisi sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah maupun masyarakat. Independensi tetap menjadi prinsip utama sehingga wartawan dapat menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa tekanan maupun kepentingan tertentu.
Pelantikan DPW AWDI DKI Jakarta diharapkan menjadi titik awal penguatan kelembagaan melalui konsolidasi internal, penyusunan program kerja, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
DPP AWDI juga mendorong kepengurusan yang akan dilantik untuk memperkuat solidaritas antarwartawan, memberikan perhatian terhadap perlindungan pelaksanaan tugas jurnalistik, serta mengembangkan pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kompetensi insan pers.
Selain itu, momentum pelantikan diharapkan membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan tokoh masyarakat, praktisi hukum, organisasi kemasyarakatan, organisasi pers, serta unsur pemerintahan.
Budi menegaskan bahwa perjuangan menjaga kemerdekaan pers bukan semata-mata tanggung jawab wartawan secara individual. Dibutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat agar kebebasan memperoleh dan menyampaikan informasi tetap terlindungi dalam kehidupan demokrasi.
Dengan membawa semangat Kongres AWDI di Gedung Juang 45 Menteng Raya, organisasi tersebut berharap pelantikan DPW AWDI DKI Jakarta dapat menjadi tonggak baru dalam memperkuat eksistensi organisasi sekaligus menghadirkan kontribusi konkret bagi perkembangan pers nasional.
Bagi AWDI, penguatan organisasi harus bermuara pada tiga komitmen utama: menjaga martabat pers, meningkatkan profesionalisme wartawan, dan mempertahankan demokrasi.
Sumber: Rilis Resmi DPP AWDI, 9 November 2026 | TIM

Saat ini belum ada komentar