Breaking News
light_mode

Kritik Sistem UKW dan Verifikasi Media, Majelis Pers Serukan Dewan Pers Kembali ke Koridor Regulasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR — Sejumlah pimpinan organisasi kewartawanan nasional mendorong penguatan kembali peran Majelis Pers sebagai wadah pemersatu sekaligus pengontrol kinerja Dewan Pers. Seruan tersebut mengemuka dalam Temu Wicara dan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalis yang digelar Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia di Wisma Arga Muncar, Ciawi, Bogor, 27 Juni 2021.

Kegiatan yang diinisiasi FWJ Indonesia bersama sejumlah organisasi kewartawanan seperti KWRI, AWDI, KO-WAPPI, AWPI, AWI, IPJI, dan IWARI itu menghasilkan komitmen bersama untuk mewujudkan “Pers Bermartabat” melalui penguatan etika dan profesionalisme jurnalis.

Sekretaris Jenderal Majelis Pers yang juga Ketua Umum KWRI, Ozzy Sulaiman Sudiro, diwakili Ketua Umum AWDI Budi Wahyudin, menegaskan pentingnya peran Majelis Pers sebagai penyeimbang dalam ekosistem pers nasional. Hal senada disampaikan Sekretaris Eksekutif Majelis Pers Mustofa Hadi Karya, Dewan Penasehat FWJ Indonesia Djoko Irianto, serta sejumlah tokoh perumus Kode Etik Jurnalistik seperti Hans M Kawangian, Adji, dan Ardhi Solehudin.

Dalam forum tersebut, peserta diklat juga menyepakati pembentukan Lembaga Diklat Profesi (LDP) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas dan standar kompetensi wartawan. Ketua lembaga profesi KO-WAPPI, Adji, menyebut LDP akan menjadi instrumen penting dalam mengukur kapasitas jurnalis secara terstruktur.

“Dengan LDP, peningkatan kualitas wartawan dapat dikontrol melalui materi yang terarah, sehingga menghasilkan capaian profesional yang jelas,” ujar Adji.

Ia juga menyoroti posisi Dewan Pers yang dinilai belum optimal dalam membangun karakter pers nasional. Menurutnya, selama ini Dewan Pers kerap dianggap membatasi ruang gerak jurnalis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Sementara itu, Hans M Kawangian mengingatkan bahwa Majelis Pers memiliki peran historis penting dalam perjalanan kebebasan pers di Indonesia, terutama pasca reformasi 1998. Ia menuturkan bahwa Majelis Pers lahir dari gerakan puluhan organisasi kewartawanan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pers.

“Majelis Pers menjadi bagian penting dalam upaya menghidupkan kembali Dewan Pers yang saat itu dinilai tidak independen dan cenderung menjadi alat kepentingan politik,” jelas Hans.

Dari sisi praktik jurnalistik, Djoko Irianto menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar sebagai pilar demokrasi. Selain menyampaikan informasi, pers juga berperan sebagai pengawas penggunaan anggaran negara.

“Pers adalah profesi mulia yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun dalam praktiknya, jurnalis kerap menghadapi intimidasi hingga ancaman serius ketika mengungkap fakta di lapangan,” kata Djoko.

Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap wartawan, terutama dalam peliputan investigatif yang berisiko tinggi. Menurutnya, Dewan Pers harus hadir secara adil dan tidak tebang pilih dalam memberikan perlindungan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum AWPI Ardhi Solehudin menyoroti pentingnya penguatan manajemen media sebagai penopang kesejahteraan jurnalis. Ia menilai keberlanjutan media sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan tata kelola yang akuntabel.

Menutup kegiatan, Mustofa Hadi Karya yang akrab disapa Opan menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM jurnalis menjadi kunci dalam mengembalikan marwah pers Indonesia. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi melalui forum-forum diskusi yang berkelanjutan.

“Majelis Pers harus menjadi indikator kekuatan moral dan profesionalisme pers. Ke depan, peningkatan kualitas jurnalis akan menjadi isu strategis yang perlu terus dikawal,” ujarnya.

Tim

Penulis

Pesonamu Inspirasiku

Komentar (1)

  • Hildred

    A person essentially elp to make severly articles I might state.
    Thhat is tthe verey firdst time I frequeted your wweb pagye andd
    so far? I surprised with thee analyzis yoou made tto make this partiucular pput up amazing.
    Faantastic job!

    Look info my webpahe – asian.roloflix.com

    Balas28 Mei 2026 7:43 AM

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

    BTID Dukung Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Serangan, Sekaligus Gerakkan UMKM Warga

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 3Komentar

    Denpasar – Semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali terasa di Kampung Bugis, Desa Serangan. PT Bali Turtle Island Development (BTID) mendukung kegiatan buka puasa bersama yang digelar warga di Masjid As-Syuhada, salah satu ikon sejarah perkembangan Islam di Pulau Serangan. Kampung Bugis sendiri merupakan permukiman muslim bersejarah yang didirikan oleh nelayan Bugis-Makassar sejak abad […]

  • Discovery Kartika Plaza Hotel, A Timeless Icon of Balinese Hospitality in the Heart of Kuta

    Discovery Kartika Plaza Hotel, A Timeless Icon of Balinese Hospitality in the Heart of Kuta

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Ray
    • 7Komentar

    KUTA, BALI — In the ever-evolving landscape of Bali’s tourism industry, Discovery Kartika Plaza Hotel stands as a timeless icon, an enduring five-star sanctuary that continues to captivate global travelers with its authentic charm, beachfront elegance, and exceptional service. Since opening its doors in 1990, the hotel has maintained its reputation as one of Kuta’s […]

  • Sungguh Miris Nasib Nyoman dan Ketut Diujung Kepunahan, Ditindas Program KB

    Sungguh Miris Nasib Nyoman dan Ketut Diujung Kepunahan, Ditindas Program KB

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Ray
    • 3Komentar

    DENPASAR – Sungguh sangat nikmat menyeruput kopi hitam disaat senja, sambil ditemani godoh maupun jajanan Bali, apalagi sambil mendengarkan lagu pop Bali masa kini “Emoni”, dengan judul Ketut Garing. Tetapi dalam perjalanan lagu tersebut, sontak saja terpikir nama Nyoman dan Ketut di Bali bisa punah oleh Program Keluarga Berencana (KB) milik pemerintah. Disinilah para Krama Bali […]

  • Kantong “Bukan Plastik” dari Singkong, Inovasi Anak Bali untuk Selamatkan Laut

    Kantong “Bukan Plastik” dari Singkong, Inovasi Anak Bali untuk Selamatkan Laut

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 2Komentar

    DENPASAR — Di tengah krisis sampah plastik yang kian mengkhawatirkan, seorang inovator asal Bali, Kevin Kumala, menghadirkan solusi tak biasa: kantong belanja yang tampak seperti plastik, namun dapat larut di air dan aman bagi lingkungan. Melalui perusahaannya, Avani Eco, Kevin mengembangkan kantong berbahan dasar pati singkong. Produk ini diberi label “I Am Not Plastic” untuk […]

  • Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Kuta Selatan Terkuak, Eks Karyawan Beberkan Sistem Kerja “Abu-Abu” dan Intimidasi

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Kuta Selatan Terkuak, Eks Karyawan Beberkan Sistem Kerja “Abu-Abu” dan Intimidasi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 207Komentar

    Badung, Bali — Dugaan pelanggaran ketenagakerjaan mencuat di kawasan Jalan Labuansait, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Seorang mantan karyawan berinisial R.M.C.A. mengungkap sejumlah praktik yang dinilai tidak profesional, merugikan pekerja, hingga mengarah pada intimidasi di lingkungan kerja. Dalam keterangannya pada Kamis (3/4/2026), R.M.C.A. memaparkan bahwa persoalan bermula dari struktur perusahaan yang dinilai tidak jelas dalam pembagian […]

  • Negara Bijak Tak Bebankan Rakyat, Pajak Tahunan Mobil Terlalu Tinggi Banding Malaysia Play Button

    Negara Bijak Tak Bebankan Rakyat, Pajak Tahunan Mobil Terlalu Tinggi Banding Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 15Komentar

    JAKARTA – Beban pajak tahunan kendaraan bermotor di Indonesia kembali menjadi sorotan. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai struktur pajak mobil di Tanah Air sudah terlalu tinggi dan perlu dievaluasi, terutama jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mencontohkan perbandingan pajak tahunan untuk Toyota Avanza yang dipasarkan di Indonesia […]

expand_less